Loading...

Unsur Unsur Penelitian

Pembahasan Mengenai Unsur Unsur Penelitian

Hai Pembaca, kali informasi ahli akan membahas mengenai unsur unsur penelitian.
 
Penelitian ilmiah dapat dilakukan dengan baik jika peneliti mengetahui berbagai unsur penting dalam suatu penelitian. Unsur unsur penelitian antara lain yaitu konsep awal, konsep sederhana, istilah, definisi, pengertian, faktor, proposisi, atau embrio teori, konsep lanjutan atau teori, hukum dan dalil, asumsi dasar atau postulat, evidensi atau bukti atau premis, hipotesis, definisi operasional dan variabel.
 
Konsep awal ialah fakta yang diserap indrawi yang direkam oleh otak untuk diungkapkan kembali. Konsep awal diabstrakkan dengan nama atau lambang yang disebut konsep sederhana. Nama dan lambang yang dipersepsi sama disebut istilah. Istilah yang dijelaskan secara khusus ini disebut sebagai definisi. Definisi dijelaskan secara khusus disebut pengertian.
 
Fakta yang memengaruhi disebut faktor. Hubungan antarfaktor atau konsep yang dapat dinilai benar atau salah disebut proposisi. Proposisi ini disebut juga sebagai embrio teori. Selanjutnya hubungan proposisi secara khusus atau konsep yang terkait sistematis dengan definisi dan proposisi sehingga yang teruji dan bertahan disebut hukum dan dalil.
 
Fakta yang tidak perlu diuji kebenarannya disebut asumsi dasar atau postulat. Rumusan proposisi untuk diuji secara emperis atau pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya secara empiris disebut hipotesis. Definis operasional ialah petunjuk mengenai bagaimana suatu variabel adalah sebuah konsep yang mempunyai variasi nilai.
 
Konsep dipakai peneliti untuk menggambarkan abstraksi suatu gejala sosial atau gejala alamiah. Contohnya, untuk menggambarkan prestasi kerja pegawai dikenal konsep produktivitas. Untuk menggambarkan keinginan manusia dikenal konsep motivasi. Dengan demikian, konsep dapat juga disebut sebagai generalisasi dari sekelompok gejala tertentu sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai gejala yang sama. Dalam kenyataannya, konsep mempunyai tingkat generalisasi yang berbeda. Semakin dekat suatu konsep dengan kenyataan, semakin mudah konsep tersebut diukur. Konsep-konsep ilmu sosial sangat umum dan abstrak berbeda dengan konsep-konsep ilmu alam yang konkret.
 
Dalam ilmu sosial, proposisi biasanya disebut sebagai pernyataan mengenai hubungan antara dua konsep atau lebih. Contohnya, proposisi kerja sama antara pemimpin dengan pengikutnya adalah salah satu faktor penentu perilaku organisasi mereka.
 
Teori adalah sebuah set konsep atau construct yang berhubungan satu dengan yang lainnya, suatu set dari proposisi yang mengandung suatu pandangan sistematis dari gejala. Sarana pokok untuk menyatakan hubungan sistematis antara gejala sosial maupun gejala alam ialah teori, yaitu suatu rangkaian yang logis dari satu proposisi atau lebih. Teori merupakan informasi ilmiah yang didapat dengan cara meningkatkan abstraksi pengertian maupun hubungan proposisi.
 
Teori menunjukkan hubungan antara fakta-fakta. Fakta fakta ini didapat atau dibuktikan secara empiris. Teori berfungsi untuk mengarahkan perhatian atau untuk menerangkan, merangkum pengetahuan, meramalkan fakta dan memeriksa gejala.
 
Fungsi teori juga untuk memutuskan dalam pengajuan masalah, judul, penyusunan kerangka teoritis, pengajuan hipotesis, metodologi penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Jangan mengajukan masalah yang tidak ada teorinya karena masalah yang muncul nanti akan dipecahkan dengan landasan teori yang kuat. Jangan membuat judul yang tidak ada teorinya karena akan menyulitkan penelitian dalam membuat kerangka teoritisnya di Bab 2 nantinya. Jangan membuat kerangka teoritis atau landasan teori karena namanya saja sudah teoritis artinya bersifat teori. Jadi, teori harus ada. Jangan menyusun hipotesis tanpa teori karena hipotesis diturunkan dari landasan teori utama (grand theory) yang secara deduktif menjadi kerangka berpikir peneliti akhirnya menjadi hipotesis. Jangan melakukan penelitian tanpa teori karena metode penelitian ada teorinya yang disebut metodologi penelitian.
 
Dalam metodologi penelitian terdapat cara menentukan besar sampel yang representatif (mewakili), cara atau teknik mengumpulkan data dan teknik analisi data (statistik). Jangan membahas hasil penelitian tanpa teori karena pembahasan harus dibedah dengan “pisau teori” agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ilmiah artinya berdasarkan ilmu. Ilmu biasanya dalam bentuk teori-teori yang telah disusun secara sistematis dengan menggunakan istilah-istilah khusus sesuai dengan bidang ilmunya (jargon).
 
Teori dan fakta saling berhubungan satu sama lain. Dalam hal ini teori dapat mengungkapkan fakta-fakta baru. Sebaliknya, fakta dapat melahirnya teori baru. Semakin kompleks suatu teori, semakin banyak proposisi yang digabungkan. Fakta berfungsi untuk menolak teori yang ada, melahirkan teori baru dan kemudian mempertajam teori yang telah ada.
 
Fungsi definisi operasional untuk mengetahui cara mengukur suatu variabel sehingga seseorang dapat juga mengetahui baik buruknya suatu pengukuran. Definisi operasional ini biasanya diungkapkan daam bagian pendahuluan suatu laporan penelitian atau setelah perumusan hipotesis.
 
Variabel adalah sebuah konsep yang mempunyai nilai. Contohnya seks adalah variabel karena mempunyai nilai laki-laki dan perempuan. Demikian juga berat badan, tinggi badan, umur, pendidikan dan lain sebagainya, kesemuannnya merupakan variabel. Dalam penelitian sosial dikenal dua bentuk variabel, yaitu variabel kategorial dan variabel bersambungan atau kontinu. Variabel kategorial terdiri atas variabel nominal yang bersifat dekrit dan saling pilah. Contohnya jenis kelamin, status perkawinan, jenis pekerjaan dan lain-lain. Variabel bersambungan terdiri atas variabel ordinat, interval dan variabel rasio. Fungsi variabel terdiri atas variabel bebas, dependen, moderator, intervening dan kendali.
 
Inti penelitian ilmiah adalah mencari hubungan antara variabel. Jenis hubungan antara variabel terdiri dari simetris, timbal balik dan asimetris. Variabel memiliki hubungan simetris jika variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya. Variabel memiliki hubungan timbal balik jika suatu variabel menjadi sebab dan juga akibat dari variabel lainnya. Variabel memiliki hubungan yang asimetris, jika satu atau lebih dari variabel bebasnya memengaruhi variabel terikat lainnya. Hubungan asimetris inilah yang paling banyak digunakan dalam penelitian sosial.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai unsur unsur penelitian, semoga tulisan informasi ahli mengenai unsur unsur penelitian dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Unsur Unsur Penelitian :

– Husaini Usman dan Purnomo, 2008. Metodologi Penelitian Sosial. Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta.
Gambar Unsur Unsur Penelitian

Gambar Unsur Unsur Penelitian

 
Unsur Unsur Penelitian | ali samiun |