Alat Bukti Perdata : Persangkaan

Loading...

Pembahasan Mengenai Alat Bukti Persangkaan Sebagai Alat Bukti Perdata

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai alat bukti persangkaan sebagai alat bukti perdata.
 
Pengertian Persangkaan adalah kesimpulan yang diambil dari suatu peristiwa yang dikenal atau dianggap terbukti, dengan mengetahui adanya suatu peristiwa yang tidak dikenal. Jika yang menarik kesimpulan tersebut UU, persangkaan tersebut dinamakan persangkaan UU. Sedangkan jika yang menarik kesimpulan itu hakim, dinamakan persangkaan hakim. Karena persangkaan merupakan suatu kesimpulan, maka para ahli hukum berpendapat bahwa persangkaan sesungguhnya bukanlah alat bukti.
 
Yang dapat dijadikan sebagai bahan persangkaan oleh hakim adalah segala peristiwa, keadaan-keadaan dalam sidang, bahan-bahan yang didapat dari pemeriksaan suatu perkara, semuanya dapat dijadikan bahan untuk menyusun persangkaan hakim. Sikap salah satu pihak dalam pemeriksaan perkara di persidangan, contohnya tidak mau menunjukkan pembukuan perusahaan meskipun sudah berkali-kali diperingatkan hakim dapat menimbulkan persangkaan hakim bahwa pembukuan tidak beres dan yang bersangkutan belum memberikan pertanggungjawabannya. Hal ini juga berlaku pada jawaban mengelak, tidak tegas dan sifat plin-plan dapat menimbulkan persangkaan bahwa dalil pihak lawannya adalah benar setidaknya sebagai suatu hal yang negatif bagi yang bersikap demikian.
 
Apakah suatu alat bukti termasuk persangkaan atau bukan ?
Jika alat bukti itu secara langsung mengenai peristiwa yang diajukan untuk dibuktikan, alat bukti tersebut bukanlah persangkaan. Contohnya : Surat yang tidak ditandatangani, langsung ada sangkut-pautnya dengan suatu perjanjian yang dipersengketakan, bukanlah merupakan persangkaan.
 
Jika alat bukti itu tidak langsung mengenai peristiwa yang diajukan untuk dibuktikan, namun ada sangkut-pautnya dengan peristiwa yang diajukan untuk dibuktikan, alat bukti tersebut adalah persangkaan. Contohnya : keterangan 2 orang saksi yang menerangkan bahwa penggugat ada di tempat X, sedangkan yang harus dibuktikan yaitu bahwa penggugat tersebut tidak ada di tempat X. Maka keterangan 2 saksi ini adalah persangkaan.
 
Menurut Ilmu Pengetahuan, persangkaan merupakan alat bukti yang tidak langsung. Macam macam persangkaan ada 2, yaitu :
1. Persangkaan berdasarkan kenyataan.
2. Persangkaan berdasarkan UU.
 
Alat bukti perdata selanjutnya akan dibahas dalam tulisan yang lain, silahkan di lihat di daftar isi atau related posts di bawah. Sekian dari Informasi ahli mengenai alat bukti persangkaan sebagai alat bukti perdata, semoga tulisan informasi ahli mengenai alat bukti persangkaan sebagai alat bukti perdata dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Riduan Syahrani, 2009. Buku Materi Dasar hukum Acara Perdata. Penerbit PT Citra Aditya Bakti : Bandung.
Gambar Alat bukti persangkaan
Gambar Alat bukti persangkaan