Alat Bukti Perdata : Tulisan

Loading...

Pembahasan Mengenai Alat Bukti Tulisan Sebagai Alat Bukti Perdata

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai alat bukti tulisan sebagai alat bukti perdata.
 
Pengertian Alat Bukti Tulisan adalah segala sesuatu yang tidak memuat tanda-tanda bacaan yang bisa dimengerti dan mengandung suatu pikiran tertentu. Segala sesuatu yang tidak memuat tanda-tanda bacaan atau meskipun memuat tanda-tanda bacaan, tetapi tidak bisa dimengerti, bukan termasuk dalam pengertian alat bukti tulisan.
 
Macam macam alat bukti tulisan ada 2, yaitu akta dan tulisan-tulisan lain yang bukan akta.
 
Pengertian Akta adalah suatu tulisan yang dibuat dengan sengaja untuk dijadikan bukti mengenai sesuatu peristiwa dan ditandatangani oleh pembuatnya. Unsur penting yang harus ada dalam akta yaitu kesengajaan untuk membuatnya sebagai suatu bukti tulisan tersebut. Macam macam akta ada 2, yaitu akta otentik dan akta di bawah tangan.
 
Pengertian Akta Otentik adalah akta yang dibuat oleh pejabat atau dihadapan pejabat yang berwenang untuk itu menurut ketentuan UU. Pejabat yang berwenang membuat akta otentik yaitu notaris, panitera, camat, panitera perkara, pegawai pencatat perkawinan dan sebagainya. Akta otentik ini memiliki kekuatan pembuktian yang sangat kuat.
 
Pengertian Akta di bawah Tangan adalah akta yang dibuat sendiri oleh pihak-pihak yang berkepentingan tanpa bantuan pejabat umum. Contoh akta di bawah tangan : surat-surat, catatan mengenai rumah tangga, daftar (register) dan surat-surat lainnya yang dibuat tanpa bantuan seorang pejabat.
 
Tulisan tulisan yang bukan akta dinyatakan sebagai alat bukti bebas, yang berarti bahwa hakim mempunyai kebebasan untuk mempercayai atau tidak mempercayai tulisan-tulisan yang bukan akta. Ada beberapa tulisan yang bukan akta, namun oleh UU ditetapkan sebagai alat bukti yang mengikat, yaitu :
1. Surat-surat yang dengan tegas menyebut mengenai suatu pembayaran yang telah diterima.
2. Surat-surat yang dengan tegas menyebutkan bahwa catatan yang telah dibuat adalah untuk memperbaiki suatu kekurangan di dalam sesuatu alas hak (titel) bagi seorang untuk keuntungan siapa surat itu menyebutkan suatu perikatan.
3. Catatan-catatan yang dicantumkan oleh seorang kreditur pada suatu alas hak yang selamanya dipegangnya jika apa yang ditulis itu merupakan suatu pembebasan terhadap debitur.
4. Catatan-catatan yang dicantumkan kreditur pada salinan suatu alas hak atau tanda pembayaran, dengan catatan bahwa salinan atau tanda pembayaran ini berada dalam tangan debitur.
 
Alat bukti perdata selanjutnya akan dibahas dalam tulisan yang lain, silahkan di lihat di daftar isi atau related posts di bawah. Sekian dari Informasi ahli mengenai alat bukti tulisan sebagai alat bukti perdata, semoga tulisan informasi ahli mengenai alat bukti tulisan sebagai alat bukti perdata dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Riduan Syahrani, 2009. Buku Materi Dasar hukum Acara Perdata. Penerbit PT Citra Aditya Bakti : Bandung.
Gambar Alat bukti tulisan
Gambar Alat bukti tulisan