Loading...

Pengertian Pembuktian Dalam Pengadilan

Pembahasan Mengenai Pengertian Pembuktian Dalam Pengadilan

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian pembuktian.
 
Pengertian Pembuktian adalah penyajian alat-alat bukti yang sah menurut hukum kepada hakim yang memeriksan suatu perkara untuk memberikan kepastian mengenai kebenaran peristiwa yang dikemukakan.
 
Peristiwa-peristiwa yang diungkapkan di pengadilan baik secara tertulis maupun lisan harus disertai dengan bukti-bukti yang sah menurut hukum agar dapat dipastikan kebenarannya. Peristiwa-peristiwa tersebut harus disertai pembuktian secara yuridis.
 
Jadi, pembuktian hanyalah diperlukan dalam suatu perkara di muka pengadilan. Jika tidak ada perkara atau sengketa di muka pengadilan mengenai hak perdata seseorang, pembuktian tersebut tidak perlu dilakukan oleh yang bersangkutan.
 
Pihak-pihak yang berperkaralah yang berkewajiban membuktikan peristiwa-peristiwa yang dikemukakannya. Pihak-pihak yang berperkara di pengadilan tidak perlu memberitahukan dan membuktikan peraturan hukumnya. Menurut asas hukum acara perdata, hakim dianggap mengetahui akan hukumnya, baik hukum yang tertulis maupun hukum yang tidak tertulis dan hakimlah yang bertugas menerapkan hukum perdata (materil) terhadap perkara yang diperiksa dan diputuskannya.
 
Dalam melakukan pembuktian di pengadilan, pihak-pihak yang berperkara dan hakim yang memimpin pemeriksaan perkara di persidangan, harus mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam hukum pembuktian yang mengatur mengenai cara pembuktian, beban pembuktian, macam macam alat bukti, serta kekuata alat alat bukti tersebut, dan sebagainya.

Wirjono Prodjodikoro mengatakan, pengadilan negeri pada prinsipnya harus menuruti hukum pembuktian yang termuat dalam HIR dan RBg, tetapi jika perlu, boleh memakai hukum pembuktian dalam BW sebagai pedoman, yaitu bilamana dalam suatu perkara perdata harus dilaksanakan hukum perdata yang termuat dalam BW dan pelaksanaannya hanya dapat terjadi secara tepat dengan menggunakan hukum pembuktian dalam BW.
 
Peristiwa-peristiwa yang dikemukakan pihak-pihak yang berperkara belum tentu semuanya penting bagi hakim untuk dijadikan dasar pertimbangan putusannya. Oleh karena itu hakim harus melakukan pengkajian terhadap peristiwa-peristiwa tersebut dan kemudian memisahkan mana peristiwa yang penting dan mana yang tidak. Peristiwa yang penting itulah yang harus dibuktikan dan peristiwa yang tidak penting tidak perlu dibuktikan.
 
Hal-hal yang tidak perlu dibuktikan dalam pembuktian yaitu :
1. Segala sesuatu yang diajukan oleh salah satu pihak dan diakui oleh pihak lawan.
2. Segala sesuatu yang dilihat sendiri oleh hakim di depan sidang pengadilan.
3. Segala sesuatu yang dianggap diketahui oleh umum (notoire feiten).
4. Segala sesuatu yang diketahui oleh hakim karena pengetahuannya sendiri.
 
Sekian dari Informasi Ahli mengenai pengertian pembuktian, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian pembuktian dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Riduan Syahrani, 2009. Buku Materi Dasar hukum Acara Perdata. Penerbit PT Citra Aditya Bakti : Bandung.
Gambar Pengertian pembuktian

Gambar Pengertian pembuktian

 
Pengertian Pembuktian Dalam Pengadilan | ali samiun |