Kedudukan, Fungsi, Tujuan dan Ruang Lingkup Konstitusi

Pembahasan Mengenai Kedudukan Konstitusi, Fungsi Konstitusi, Tujuan Konstitusi dan Ruang Lingkup Konstitusi

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai kedudukan konstitusi, fungsi konstitusi, tujuan konstitusi dan ruang lingkup konstitusi.
 
Kedudukan Konstitusi di dalam negara sangat penting karena negara tanpa konstitusi tidak memiliki kejelasan bentuk dan tata cara penyelenggaraan pemerintahannya. Konstitusi merupakan hukum dasar yang menentukan arah perjalanan negara. Arah negara ditentukan oleh konstitusinya, baik tertulis maupun yang tidak tertulis. Contoh : sistem pemerintahan yang diterapkan, dasar-dasar dan ideologi negara, konsep HAM (Hak Asasi Manusia), kepala negara dan kekuasaannya, lembaga-lembaga tinggi negara dan lain sebagainya. Semuanya tertuang di dalam konstitusi atau disebut dengan UUD (Undang-Undang Dasar).
 
Menurut Kusnardi, Fungsi Konstitusi ada tiga yaitu :
1. Konstitusi berfungsi untuk membagi kekuasaan di dalam negara.
2. Konstitusi berfungsi untuk membatasi kekuasaan pemerintah atau penguasa di dalam negara.
3. Fungsi konstitusi untuk mendeskripsikan masalah HAM (Hak Asasi Manusia).
 
Tujuan Konstitusi adalah untuk membatasi kesewenangan tindakan pemerintah, menjamin hak-hak yang diperintah dan merumuskan pelaksanaan kekuasaan yang berdaulat. Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Loewentein bahwa konstitusi merupakan sarana dasar untuk mengawasi proses kekuasaan. Oleh karena itu setiap konstitusi senantiasa mempunyai dua tujuan, yaitu :
1. Tujuan konstitusi untuk memberikan batasan dan mengawasi kekuasaan politik.

2. Tujuan konstitusi untuk membebaskan kekuasaan dari kontrol mutlak para penguasa, serta menetapkan bagi para penguasa tersebut batas-batas kekuasaan mereka.

Tujuan Konstitusi Secara luas, yaitu sebagai berikut :
1. Konstitusi bertujuan untuk membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak otoriter dan sewenang-wenang karena tanpa membatas kekuasaan, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan penguasa akan melakukan tindakan yang dapat merugikan rakyat.
2. Tujuan konstitusi yaitu untuk melindungi HAM (Hak Asasi Manusia), artinya penguasa berkewajiban menjunjung tinggi HAM, menghormati orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan haknya.
3. Konstitusi bertujuan sebagai pedoman bagi penyelenggaraan negara, artinya tanmpa pedoman konstitusi negara, negara tidak akan berdiri dengan kukuh.
4. Dengan adanya konstitusi, penguasa dapat mengetahui aturan dan ketentuan pokok mengenai ketatanegaraan karena konstitusi sebagai hukum dasar tertinggi di dalam negara.
5. Tujuan konstitusi adalah untuk menjamin dan melindungi kepentingan masyarakat dan negara.
5. Konstitusi bertujuan sebagai bahan rujukan UU di bawahnya secara hierarkis.
7. Konstitusi memberikan pembatasan sekaligus pengawasan terhadap kekausaan politik.
8. Konstitusi melepaskan kontrol kekuasaan dari penguasa sendiri.
9. Konstitusi memberikan batasan-batasan ketetapan bagi para penguasa di dalam menjalankan kekuasaannya.
10. Menjelaskan anatomi kekuasaan (kekuasaan politik) tunduk pada hukum.
11. Jaminan dan perlindungan hak-hak asasi manusia.
12. Peradilan yang bebas dan mandiri.
13. Pertanggungjawaban kepada rakyat (akuntabilitas publik) sebagai sendi utama dari asas kedaulatan rakyat.
14. Dasar utama bagi pemerintahan yang konstitusional.
15. Menetapkan aturan dan prinsip-prinsip penyelenggaraan tata pemerintahan.
 
Menurut Struycken, UUD sebagai konstitusi tertulis merupakan dokumen formal yang berisi hal-hal sebagai berikut :
1. Hasil perjuangan poliik bangsa pada waktu yang lampau.
2. Tingkat-tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa.
3. Pandangan para tokoh bangsa yang hendak diwujudkan, baik untuk waktu sekarang maupun yang akan datang.
4. Idealisme dan keinginan, di dalam mencapai perkembangan kehidupan ketatanegaraan dan kepemimpinan suatu bangsa.
 
Kedudukan konstitusi, fungsi konstitusi dan tujuan konstitusi di dalam negara berubah dari zaman ke zaman. Pada masa peralihan dari negara feodal monarki atau oligarki dengan kekuasaan mutlak penguasa kepada negara nasional demokrasi, konstitusi berkedudukan sebagai benteng pemisah antara rakyat dan penguasa yang kemudian secara berangsur-angsur mempunyai fungsi sebagai alat rakyat di dalam perjuangan kekuasaan melawan golongan penguasa.
 
Setelah perjuangan dimenangkan oleh rakyat, kedudukan dan peran konstitusi bergeser menjadi alat yuridis formal rakyat untuk mengakhiri kekuasaan sepihak satu golongan di dalam sistem monarki dan oligarki, serta membangun tata kehidupan baru berdasarkan landasan kepentingan bersama rakyat dengan menggunakan berbagar ideologi, seperti individualisme, liberalisme, universalisme, sosialisme dan demokrasi.
 
Secara historis, di negara negara barat, konstitusi dimaksudkan untuk menentukan batas wewenang penguasa, menjamin hak rakyat dan mengatur jalannya pemerintahan. Dengan kebangkitan paham kebangsaan sebagai kekuatan pemersatu, serta dengan kelahiran demokrasi sebagai paham politik yang progresif dan militan, konstitusi menjamin alat rakyat untuk konsolidasi kedudukan hukum dan politik untuk mengatur kehidupan bersama dan mencapai cita-citanya dalam bentuk negara. Konstitusi pada zaman modern tidak hanya memuat aturan hukum, tetapi juga merumuskan atau menyimpulkan prinsip-prinsip hukum, haluan negara dan patokan kebijaksanaan, yang semuanya mengikat penguasa.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai kedudukan konstitusi, fungsi konstitusi, tujuan konstitusi dan ruang lingkup konstitusi, semoga tulisan informasi ahli mengenai kedudukan konstitusi, fungsi konstitusi, tujuan konstitusi dan ruang lingkup konstitusi dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Zulkarnaen dan Beni Ahlmad Saebani, 2012. Hukum Konstitusi. Penerbit Pustaka Setia : Bandung.
Gambar Kedudukan Konstitusi, Fungsi Konstitusi, Tujuan Konstitusi dan Ruang Lingkup Konstitusi

Gambar Kedudukan Konstitusi, Fungsi Konstitusi, Tujuan Konstitusi dan Ruang Lingkup Konstitusi

 
Kedudukan, Fungsi, Tujuan dan Ruang Lingkup Konstitusi | ali samiun |