Sejarah Kebangkitan Peradaban dan Keruntuhan Peradaban

Loading...

Pembahasan Mengenai Sejarah Kebangkitan Peradaban dan Sejarah Keruntuhan Peradaban

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai sejarah kebangkitan peradaban dan sejarah keruntuhan peradaban.
 
Menurut Danilevsky, sejarah terjelma dalam bentuk unit-unit luas, berjenis historio-culture atau peradaban yang berbeda-beda. Peradaban barat (Germano-Romanic) hanyalah salah satu di antara peradaban yang berkembang dalam sejarah. Sejarawan keliru karena menganggap peradaban Barat inilah yang tertinggi dan membuat kronologi linear dari sejarah yang mencapai puncaknya di dunia Barat moder. Kenyataannya tidak ada kronologi umum yang berlaku untuk semua peradaban. Tidak ada satu kejadian pun yang dapat dijadikan tolak ukur untuk membeda-bedakan nasib seluruh manusia ke dalam periode perkembangan yang dapat diterapkan secara umum karena memang belum pernah ada dan takkan pernah ada satu kejadian pun yang akan sama buruk dan sama manfaatnya bagi seluruh umat manusia.
 
Peradaban mempuyai logika perkembangannya sendiri. Setiap peradaban melalui urutan perkembangannya sendiri dan tidak satu pun yang dapat dianggap terbaik atau paling sempurna. Setiap peradaban muncul, mengembangkan bentuk morfologi dan nilai-nilainya sendiri yang memperkaya perbendaharaan prestasi kultural manusia dan kemudian lenyap tanpa dilanjutkan oleh peradaban lain dalam bentuknya yang unik dan mendasar.
 
Sejarah diciptakan oleh manusia, tetapi peran sejarah manusia berbeda. Karena itu ada tiga jenis agen sejarah. (1) Agen sejarah positif, yaitu masyarakat (suku, rakyat) yang menciptakan peradaban besar, contoh : Mesir, Cina, Hunda, Persia, Arab dan lain-lain. (2) Agen sejarah negatif, yaitu suku atau rakyat yang memainkan peran merusak sehingga menghacurkan peradaban, Contoh : Hun, Mongol dan Turki. (3) Sebaliknya, ada juga suku atau rakyat yang tidak mempunyai “elan kreatif” sama sekali. Masyarakat ini hanya menjadi “bahan etnografis” yang digunakan oleh masyarakat kreatif untuk membangun peradaban mereka sendiri. Adakalanya setelah peradaban besar mengalami perpecahan, suku atau rakyat pendukung peradaban tersebut kembali ke tingkat “bahan etnografis”, menjadi pasif terpecah belah.
 
Terdapat lingkaran perkembangan tersendiri yang dapat dilihat dari setiap peradaban besar. (1) Periode kemunculan dan kristalisasi. Periode ini adakalanya agak panjang dan berakhir ketika peradaban mulai mengambil bentuk nyata, membangun kebebasan politik dan kultur serta bahasa bersamanya. (2) Periode berkembang yaitu ketika peradaban mengembangkan potensi kreatifnya sepenuhnya menurut tema yang dikhususkan. Periode ini biasanya relatif singkat (Danilevsky menaksir antara 400 sampai 600 tahun). Periode ini berakhir ketika cadangan potensi kreatif peradaban habis terpakai. (3) Periode menurunnya kreativitas yang membantu dan akhirnya meruntuhkan peradaban, menandai berakhirnya lingkaran sejarah. Menurut Danilevsky, peradaban Eropa telah memasuki fase kemunduran yang diungkapkan oleh beberapa gejala : berkembangnya sinisme, sekulerisasi, melemahnya daya inovasi, haus kekuasaan dan hasrat mendominasi dunia yang tidak ada puas-puasnya.
Menurut Spengler, tidak ada kemajuan linear dalam sejarah. Yang ada lebih merupakan susunan riwayat hidup terpisah, unik dan dengan kadar organiknya sendiri, yang disebut “kultur tinggi”. Kultur tinggi ini terwujud dalam bentuk : rakyat, bahasa, dogma, negara dan ilmu. Sejarah adalah “biografi kolektif” dari kultur.
 
Setiap kultur secara individual mengikuti lingkaran hidup. Fase kemunduran kultur disebut kemuduran “peradaban”. Dalam fase kemunduran ini, kultur menunjukkan ciri-ciri tertentu : perspektifnya lebih bersifat kosmopolitan ketimbang bersifat lokal; lenyapnya hubungan urban digantikan oleh ikatan darah; pendekatan abstrak dan ilmiah menggantikan pendekatan berdasarkan perasaan kegamaan alamiah; lebih mengutamakan nilai massa ketimbang nilai rakyat; nilai uang ketimbang nilai nyata; lebih mengutamakan sahwat ketimbang perasaan keibuan; aktivitas politik berdasarkan kekuatan kasar menggantikan konsensus. Fase kemunduran peradaban ini mungkin berlangsung lama namun akhirnya akan musnah.
 
Spengler memilih delapan kultur tinggi dan menganalisis nasibnya. Masing-masing kultur, adalah Mesir, Babilonia, India, Cina (Yunani-Romawi), Arab, Meksiko dan Barat (sejak tahun 1000). Masing-masing kultur besar ini mempunyai tema dominan atau simbol utama yang bereaksi dalam semua unsur kultural, memberikan ciri khusus terhadap cara berpikir dan bertindak pendukungnya (anggotanya) dan menentukan ciri ilmu dan filsafat, seni dan pengetahuan, mentalitas khas, adat dan pola hidup. Akibatnya, tidak ada pengetahuan, ilmu atau filsafat yang universal atau yang bersifat umum dalam kultur yang berbeda. Yang ada justru sistem berpikir khusus yang berkaitan dengan kultur tertentu. Yang dicari Spengler yaitu semangat kultur atau zaman dan setiap semangat akan menjadi isui generis bagi setiap kultur dan akan merembes ke semua aspek kultur. Karena itu, setiap fakta dan kejadian dalam kultur membantu sebagai simbol kultur dan semangat zaman.
 
Kalahiran kultur tidak ada penyebabnya. Kultur bukan lahir karena kecenderungan khusus masyarakat tertentu. Kultur lahir melalui ketentuan nasib, dengan memilih masyarakat tertentu sebagai pembawa atau agennya.
 
Teori terluas berdasarkan sejarah peradaban dan lingkaran hidupnya disajikan Tonybee. Ia membuat generalisasi berdasarkan semua bukti historis yang pernah tercatat. Menurutnya, unit studi sejarah yang tepat bukan keseluruhan umat, buka pula satu negara-bangsa tertentu tetapi adalah “unit menengah” yang rentangan ruang dan waktunya lebih besar daripada sebuat masyarakat tertentu tetapi lebih kecil daripada kemanusiaan, yaitu peradaban. Tonybee memilih 21 buah peradaban sebagai sasara studinya. Gagasan mengenai adanya keunikan atau potensi dominan dalam setiap peradaban, muncul kembali. Contohnya, estika dalam peradaban Hellenis; agama dalam peradaban Hindu; ilmu dan teknologi dalam peradaban Barat.
 
Peradaban muncul karena dua faktor yang berkaitan : adanya minoritas kreatif dan kondisi lingkungan. Antara keduanya tidak ada yang telalu menguntungkan atau terlalu merugikan bagi pertumbuhan kultur. Mekanisme kelahiran dan dinamika kelangsungan hidup kultur dijelmakan dalam konsep tantangan dan respon. Dalam fase pertumbuhan peradaban, tanggapan senantiasa berhasil, minoritas kreatif membuat upaya baru untuk menanggapi tantangan baru dan dengan cara demikian menghancurkan tradisi yang sudah karatan. Tetapi dalam fase perpecahan dan kehancuran peradaban, minoritas kreatif berhenti menjadi manusia kreatif. Peradaban binasa dari dalam karena kemampuan kreatif sangat menurun padahal tantangan baru semakin meningkat. Kehancuran peradaban disebabkan oleh kegagalan kekuatan kreatif kalangan minoritas dan karena lenyapnya kesatuan sosial dalam masyarakat sebagai satu kesatuan.
 
Faktor tambahannya adalah permberontakan proletariat eksternal, yaitu barbarian yang tidak maul lagi meneriman perlakuan sebagai orang taklukan segera setelah peradaban mulai mengalami keruntuhan. Nasib kebanyakan peradaban memang selalu berakhir dengan keruntuhan meski masih mampu bertahan dalam keadaan merosot dalam periode cukup panjang. Di antara peradaban besar, tidak kurang dari 16 buah kini sudah mati.
 
Tanpa meninggalkan gagasan proses melingkat dalam setiap peradaban, Tonybee menyatakan adanya pola umum yang melandasi atau logika unik yang terjelma sendiri dalam jangka panjang dan berlaku untuk semua peradaban. Pola umumnya itu adalah : kemajuan spiritual dan agama. Peradaban adalah “tangan pelayan” dari agama. Fungsi historis peradaban yaitu sebagai batu loncatan menuju wawasan keagamaan yang makin mendalam dan untuk bertindak berdasarkan wawasan itu.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai sejarah kebangkitan peradaban dan sejarah keruntuhan peradaban, semoga tulisan informasi ahli mengenai sejarah kebangkitan peradaban dan sejarah keruntuhan peradaban dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Piotr Sztompka, 2010. Sosiologi Perubahan Sosial. Penerbit Prenada Media : Jakarta.
Gambar Sejarah Kebangkitan Peradaban dan Sejarah Keruntuhan Peradaban
Gambar Sejarah Kebangkitan Peradaban dan Sejarah Keruntuhan Peradaban