Loading...

Unsur, Kaidah dan Norma Hukum

Pembahasan mengenai Unsur Unsur Hukum, Kaidah Kaidah Hukum dan Norma Norma Hukum

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai unsur unsur hukum, kaidah kaidah hukum dan norma hukum.
 
Unsur Unsur Hukum yaitu meliputi :
1. Peraturan mngenai tingkah laku dari manusia di dalam pergaulan masyarakat.
2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib.
3. Peraturan itu bersifat memaksa.
4. Sanksi yang tegas terhadap pelanggaran.
 
Dengan demikian, unsur unsur hukum yang paling substansial adalah peraturan tingkah laku manusia yang diadakan oleh badan resmi, bersifat adanya perintah dan atau larangan yang tegas bagi pelanggarnya. Ciri cirinya yaitu perintah dan larangan dipatuhi setiap orang, sedangkan sifatnya mengatur dan memaksa.
 
Unsur Unsur Hukum lainnya yaitu terdiri atas unsur hukum idiil dan unsur hukum riil.
Unsur Hukum Idiil adalah unsur yang terletak pada bidang yang sangat abstrak. Unsur ini terdapat dalam diri setiap pribadi manusia, yaitu terdiri atas beberapa unsur, yaitu :
1. Cipta, harus diasah yang dilandasi logika kognitif. Unsur ini menghasilkan ilmu mengenai pengertian (begrippen).
2. Karsa, harus diasah, yang dilandasi tika dan berorientasi pada aspek konatif.
3. Rasa, harus diasah dan dikembangkan dengan landasan estetika dan beraspek afektif dalam perspektif aksiologi yang melahirkan asas-asas (beginselen).
 
Adapun Unsur Hukum Riil, karena sifatnya konkret, bersumber dari kehidupan manusia, seperti tradisi, norma sosial, pembawaan alamiah manusia semenjak dilahirkan dan lainnya. Unsur hukum idiil bersumber pada perasaan sehingga sifatnya berubah-ubah dan sukar dievaluasi.
 
Unsur Hukum Idiil mencakup hasrat susila dan rasio manusia. Hasrat menghasilkan asas asas hukum (Contohnya : tidak ada hukuman tanpa kesalahan). Rasio manusia menghasilkan pengertian hukum (Cotohnya : subjek hukum, hak dan kewajiban).
 
Unsur Hukum Riil terdiri atas manusia, kebudayaan materiil dan lingkungan alam. Unsur hukum riil menghasilkan tata hukum. Adapun unsur hukum idiil menghasilkan kaidah kaidah hukum melalui filsafat hukum yang berperan dalam pembentukan tata hukum. Unsur hukum riil melahirkan ilmu mengenai kenyataan. Unsur ini mencakup aspek ekstern-sosial dalam pergaulan hidup masyarakat. Oleh karena itu, unsur riil berkaitan dengan kehidupan manusia, masyarakat dan hukum.

| Kaidah Hukum |

Kaidah Kaidah Hukum menurut Sifatnya, antara lain :
a) Hukum yang imperatif yaitu bersifat a priori harus ditaati, mengikat dan memaksa. Tidak ada pengecualian seorang pun di mata hukum (aquality before the law).
b) Hukum yang fakultatif yaitu tidak secara a priori mengikat. Kaidah fakultatif bersifat sebagai pelengkap. Contoh : Setiap warga negara berhak untuk mengemukakan pendapat. Apabila seseorang berada di dalam forum, ia dapat mengeluarkan pendapatnya atau tidak sama sekali.
 
Menurut Bentuknya, Kaidah Kaidah Hukum meliputi :
1. Kaidah hukum yang tidak tertulis biasanya tumbuh dalam masyarakat dan bergerak sesuai dengan perkembangan masyarakat.
2. Kaidah hukum yang tertulis, biasanya dituangkan dalam bentuk tulisan pada undang-undang dan sebagainya. Kelebihan kaidah hukum tertulis yaitu adanya kepastian hukum, mudah diketahui dan penyederhanaan hukum, serta kesatuan hukum
 
Teori berlakunya Kaidah Hukum, yaitu sebagai berikut :
a) Kaidah hukum berlaku secara yuridis, apabila penentuannya didasarkan pada kaidah yang lebih tinggi atau berbentuk menurut cara yang telah ditetapkan atau apabila menunjukkan hubungan keharusan antara kondisi dan akibat. Secara filosofis, kaidah hukum berlaku apabila dipandang sesuai dengan cita-cita masyarakat.
b) Kaidah hukum berlaku secara sosiologis, apabila kaidah tersebut efektif, artinya kaidah tersebut dapat dipaksakan berlakunya oleh penguasa walaupun tidak diterima oleh warga masyarakat (teori kekuasaan), atau kaidah tersebut berlaku karena diterima dan diakui oleh masyarakat (teori pengakuan). Berlakunya kaidah hukum secara sosiologis menurut teori pengakuan adalah apabila kaidah hukum tersebut diterima dan diakui oleh masyarakat. Adapun menurut teori paksaan, berlakunya kaidah hukum apabila dipaksakan oleh penguasa.
c) Kaidah hukum berlaku secara filosofis, artinya sesuai dengan cita cita hukum sebagai nilai positif yang tertinggi.
d) Kaidah hukum sebaiknya mengandung tiga aspek, yaitu yuridis, sosiologis dan filosofis. Jika hanya berlaku secara yuridis, kaidah hukum hanya merupakan hukum yang mati, sedangkan apabila hanya berlaku secara sosiologis karena dipaksakan, kaidah hukum tidak lebih dari sekedar alat pemaksa. Apabila hanya memenuhi syarat filosofis, kaidah hukum tidak lebih dari kaidah hukum yang dicita-citakan.
 
Menurut Zeven Bargen, berlakunya kaidah hukum secara yuridis, apabila kaidah hukum itu terbentuk sesuai dengan tata cara atau prosedur yang berlaku. Sementara Logemann berpendapat bahwa kaidah hukum berlaku secara yuridis apabila pada kaidah hukum terdapat hubungan kausalitas, yakni adanya kondisi dan konsekuensi.
 
Gustaf Raderuch berpendapat bahwa dalam keberlakuan kaidah hukum harus dapat dilihat dari kewenangan-kewenangan pembentuk UU dan faktor faktor yang memengaruhi berlakunya hukum dalam masyarakat, sehingga hukum tersebut berlaku efektif.
 
Ciri Ciri kaidah hukum yang membedakan dengan kaidah lainnya, yaitu :
1. Bertujuan menciptakan keseimbangan antara kepentingan.
2. Mengatur perbuatan manusia yang bersifat lahiriah.
3. Dijalankan oleh badan-badan yang diakui oleh masyarakat.
4. Bertujuan mencapai kedamaian (ketertiban dan ketenteraman).
 
Meskipun dalam kehidupan masyarakat terdapat kaidah yang mengatur tingkah laku manusia, kaidah hukum masih diperlukan karena :
1. Masih banyak kepentingan lain dari manusia dalam pergaulan hidup yang memerlukan perlindungan karena belum mendapat perlindungan yang sepenuhnya dari kaidah agama, kesusilaan, kaidah sopan santun, kebiasaan dan adat.
2. Kepentingan manusia yang telah mendapat perlindungan dari kaidah kaidah tersebut, dianggap belum cukup terlindung karena apabila terjadi pelanggaran terhadap kaidah tersebut, akibat atau ancamannya dipandang belum cukup kuat.

| Norma Hukum |

Pengertian Norma Hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, contohnya : Pemerintah, sehingga dengan tegas melarang dan memaksa orang untuk bertindak sesuai dengan keinginan pembuat peraturan itu sendiri.
 
Norma hukum dibuat sebagai peraturan atau kesepakatan tertulis yang memiliki sanksi dan alat penegaknya. Tujuannya agar masyarakat menaatinya dan merasa jera dengan sanksi yang diterapkan, sehingga tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum untuk kedua kalinya.
 
Ciri Ciri Norma Hukum, yaitu sebagai berikut :
1. Aturannya pasti (tertulis).
2. Mengikat bagi semua orang.
3. Memiliki alat penegak aturan.
4. Dibuat oleh penguasa.
5. Bersifat memaksa.
6. Sanksinya berat.
 
Pada setiap negara, ciri ciri hukum yang khas yaitu :
1. Pengakuan dan perlindungan HAM (Hak Asasi Manusia).
2. Adanya peradilan yang bebas, mandiri dan tidak memihak.
3. Adanya pembagian kekuasaan di dalam sistem pengelolaan kekuasaan negara.
4. Berlakunya asas legalitas hukum dalam segala bentuknya, yaitu semua tindakan negara harus didasarkan pada hukum yang sudah dibuat secara demokratis, hukum yang dibuat itu “supreme” atau di atas segala-galanya dan semua orang sama kedudukannya di hadapan hukum.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai unsur unsur hukum, kaidah kaidah hukum dan norma norma hukum, semoga tulisan informasi ahli mengenai unsur unsur hukum, kaidah kaidah hukum dan norma norma hukum dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Zulkarnaen dan Beni Ahlmad Saebani, 2012. Hukum Konstitusi. Penerbit Pustaka Setia : Bandung.
Gambar Unsur hukum, kaidah hukum, norma hukum

Gambar Unsur hukum, kaidah hukum, norma hukum

 
Unsur, Kaidah dan Norma Hukum | ali samiun |