Sistem Pemerintahan Brunei Darussalam

Loading...

Pembahasan Mengenai Sistem Pemerintahan Brunei Darussalam

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai sistem pemerintahan Brunei Darussalam.
 
Sistem pemerintahan Brunei Darussalam, negara ini terdiri atas dua bagian yang dipisahkan di daratan oleh Malaysia. Negara Brunei Darussalam ini terkenal dengan kemakmuran dan ketegasannya dalam melaksanakan syariat islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat. Nama Borneo diberikan oleh orang-orang Inggris berdasarkan nama wilayah ini karena pada masa lalu orang Eropa berdagang melalui bandar di Brunei sebagai bandar perniagaan terbesar di pulau ini.
 
Negara Brunei Darussalam merupakan salah satu negara di Kawasan Asia Tenggara yang terkenal sangat makmur. Brunei Darussalam yang merupakan anggota ke 6 ASEAN ini mendapatkan kemerdekaannya dari Inggris pada tanggal 1 Januari 1984. Kepala negara Brunei Darussalam adalah seorang sultan sekaligus sebagai kepala pemerintahan (perdana menteri). Meskipun wewenang serta kekuasaan sultan yang diberikan konstitusi sangat besar, sistem pemerintahan Brunei Darussalam bersifat demokratis. Cara pemilihan para birokrat di Brunei Darussalam cenderung dengan sistem rekrutmen tertutup. Sistem ini menyerap personil dari seluruh lapisan masyarakat.
 
Brunei Darussalam tidak memiliki dewan legislatif, tetapi pada bulan September 2000, sultan bersidang untuk menentukan parlemen yang tidak pernah diadakan sejak tahun 1984. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa, selain menasihati sultan. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak sultan, Brunei Darussalam menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia.
 
Pertahanan keamanan Brunei Darussalam yaitu mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris tempat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil apabila dibandingkan dengan kekayaannya dari negara-negara tetangga. Secara teoritis, Brunei Darussalam berada di bawah pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi pada awal dekade 1960-an. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania Raya dari Singapura.
Brunei Darussalam memiliki hubungan luar negeri dengan negara-negara ASEAN dan ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN, (kecuali Negara Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), RRC dan Republik Cina. Selain itu, terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia, terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Brunei Darussalam menuntut wilayah di Sarawak, seperti Limbang. Banyak pulai kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaian oleh Brunei Darussalam dan Malaysia. Pulau-pulau ini diakui sebagai bagian Malaysia pada tingkat Internasional.
 
Raja-raja Brunei Darussalam yang memerintah sejak didirikannya kerajaan pada tahun 1363 M adalah sebagai berikut :
1. Sultan Muhammad Shah (1383-1402),
2. Sultan Ahmad (1408-1425),
3. Sultan Syarif Ali (1425-1432),
4. Sultan Sulaiman (1432-1485),
5. Sultan Bolkiah (1485-1524),
6. Sultan Abdul Kahar (1524-1530),
7. Sultan Saiful Rizal (1533-1581),
8. Sultan Shah Brunei (1581-1582),
9. Sultan Muhammad Hasan (1582-1598),
10. Sultan Abdul Jalilul Akbar (1598-1659),
11. Sultan Abdul Jalilul Jabbar (1669-1660),
12. Sultan Haji Muhammad Ali (1660-1661),
13. Sultan Abdul Hakkul Mubin (1661-1673),
14. Sultan Muhyiddin (1673-1690),
15. Sultan Nasruddin (1690-1710),
16. Sultan Husin Kamaluddin (1710-1730) (1737-1740),
17. Sultan Muhammad Alauddin (1730-1737),
18. Sultn Omar Ali Saifuddien I (1740-1795),
19. Sultan Muhammad Tajuddin (1795-1804) (1804-1807),
20. Sultan Muhammad Jamalul Alam I (1804),
21. Sultan Muhammad Kanzul Alam (1807–1826),
22. Sultan Muhammad Alam (1826-1828),
23. Sultan Oemar Ali Saifuddin II (1828-1852),
24. Sultan Abdul Momin (1852-1885),
25. Sultan Hashim Jalilul Alam Aqamaddin (1885-1906),
26. Sultan Muhammad Jamalul Alam II (1906-1924),
27. Sultan Ahmad Tajuddin (1924-1950),
28. Sultan Omar’Ali Saifuddien III (1950-1967),
29. Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah (1967-kini).
 
Sekian dari informasi ahli mengenai sistem pemerintahan brunei darussalam, semoga tulisan informasi ahli mengenai sistem pemerintahan brunei darussalam dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Zulkarnaen dan Beni Ahlmad Saebani, 2012. Hukum Konstitusi. Penerbit Pustaka Setia : Bandung.
Gambar Sistem Pemerintahan Brunei Darussalam
Gambar Sistem Pemerintahan Brunei Darussalam