Loading...

Ciri Ciri Hukum Adat

Pembahasan Mengenai Ciri Ciri Hukum Adat

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai ciri ciri hukum adat.
 
Van Vollenhoven memisahkan adat (yaitu adat yang tanpa akibat hukum) dari hukum adat (yaitu adat yang mempunyai akibat hukum). Dengan demikian kita dapat dibedakan dua ciri ciri hukum adat, yaitu : adat yang bersanksi dan yang tidak dikodifikasikan. Dalam kaitan ini, Soepomo membedakan antara sistem hukum adat dari sistem hukum barat Secara tersirat ciri-ciri hukum adat di dalamnya dikatakan sebagai berikut :
1. Hukum barat mengenal zakelijke rechten “yaitu hak atas suatu barang yang berlaku terhadap setiap orang” dan persoonlijke rechten “yaitu hak yang bersifat perorangan terhadap suatu objek”, sedangkan hukum adat tidak mengenal pembagian ke dalam dua jenis hak tersebut.
2. Hukum barat dibedakan antara publiek recht dan privaatrecht, sedangkan perbedaan demikian tidak dikenal dalam hukum adat. Jika terdapat perbedaan seperti itu, maka batas-batas kedua lapangan hukum itu juga berbeda pada kedua sistem hukum itu.
 
Pelanggaran hukum dalam sistem hukum barat dibedakan menjadi yang bersifat pidana dan pelanggaran yang hanya mempunyai akibat dalam lapangan perdata sehingga masing-masing sistem harus ditangani oleh hakim yang berbeda juga. Perbedaan demikian tidak dikenal dalam hukum adat, setiap pelanggaran hukum adat memerlukan pembetulan hukum dengan adat reaksi yang ditetapkan oleh hakim (kepala adat).
 
Sistem hukum adat inilah yang berlaku di seluruh Nusantara sejak orang-orang Belanda belum dan sesudah menapakkan kakinya di Nusantara. Sebagai suatu sistem, meskipun berbeda dengan sistem hukum barat sebagaimana perbedaannya antara lain diungkapkan oleh Soepomo pada wacana di atas, hukum adat juga mempunyai aspek-aspek hukum perdata, pidana, tata negara, bahkan hukum internasional. Amier Sjariffudin mengatakan bahwa sebagai suatu sistem, hukum adat mempunyai asas-asas yang sama, akan tetapi mempunyai perbedaan corak hukum yang bersifat lokal.
 
Mengacu pada adanya perbedaan corak antara Hukum Adat dengan Hukum Barat sehingga Van Vollenhoven membagi lingkungan hukum adat (adatrechtskringen) atas 19, dan dari kesembilan belas itu dirinci lagi atas beberapa kukuban hukum (rechtsgouwen). Pembagian lingkungan hukum adat itu diutamakan, karena diperlukan sebagai petunjuk arah agar hukum adat di seluruh Indonesia dapat dipahami dan ditaksir dengan baik. Dalam kalimat Van Vollenhoven sendiri, pernyataan tersebut dikemukakan sebagai berikut:
Spreekt het dus vanzelf dat een richtige aanwijzitig van de verschillende rechtskringen eerst geschieden kan ah het adatrecht overall in Indie goed doorzocht en goeil getaxeerd zal zijn, voorshands schijnt een indeeling in negentien zulke kringen zich aan te bevelen“.
 
Menurut Vollenhoven, pada masa Verenigdc Oost-Indiesche Compagnie (disingkat: V.O.C.) yang didirikan di Negeri Belanda (20 Maret 1602) dengan hak oktroi, hubungan hukum dengan orang-orang di Nusantara tetap menggunakan hukum adat.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai ciri ciri hukum adat, semoga tulisan informasi ahli mengenai ciri ciri hukum adat dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– A. Suriyaman Mustari Pide, 2009. Hukum Adat : Dulu, Kini dan Akan Datang. Yang Menerbitkan Pelita Pustaka : Jakarta.
Gambar Ciri Ciri Hukum Adat

Gambar Ciri Ciri Hukum Adat

 
Ciri Ciri Hukum Adat | ali samiun |