Loading...

Cara Cara Memperoleh Kewarganegaraan

Pembahasan Mengenai Cara Cara Memperoleh Kewarganegaraan

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai cara cara memperoleh kewarganegaraan.
 
Cara cara memperoleh kewarganegaraan yaitu dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut :
1. Melalui kelahiran baik menurut asas ius soli (tempat kelahiran ataupun asas ius sanguinis (nasionalitas orang tua pada saat kelahiran) atau menurut keduanya.
2. Melalui Naturalisasi (pewarganegaraan), baik dengan cara perkarwinan, seperti apabila seorang istri memperoleh kewarganegaraan suaminya, atau dengan legitimasi, atau melalui pemberian kewarganegaraan atas dasar permohonan kepada pihak berwenang dari negara.
3. Para penduduk dari wilayah yang ditaklukkan atau yang diserahkan dapat memperoleh nasionalitas dari negara yang menaklukannya, atau negara yang diserahi wilayah tersebut.
 
 
IUS SOLI, IUS SANGUINIS, APATRIDE, BIPATRIDE
Undang-undang dari masing-masing negara menentukan bahwa nasionalitas seseorang ditentukan berdasarkan:
1. Tempat di mana orang tuanya berasal (garis keturunan penduduk asli) (ius Sanguinis).
2. Hubungan darah atau garis keturunan (ius Sanguinis) dan oleh pemyataan tempat kelahiran (ius soli). Ius Sanguinis dianggap setara dengan ius soli.
3. Hubungan darah atau garis keturunan (ius Snguinis) dan sebagian melalui tempat kelahiran (ius Soli). Ius Sanguinis lebih utama dibanding Ius Soli.
4. Tempat kelahiran (Ius Soli).
 
Kurangnya keseragaman dalam perundang-undangan negara menyebabkan timbulnya beberapa persoalan yang menggangu karena adanya nasionalitas ganda (bipatride) tuna kewarganegaraan (apatride) dan sengketa nasionalitas mengenai wanita-wanita kawin. Karena perselisihan undang-undang kewarganegaraan dan kurangnya keseragaman dari undang-undang tersebut, maka sering timbul bahwa individu-individu tertentu memiliki dwi kewarganegaraan (double nationality). Contoh yang sering terjadi adalah kasus seorang wanita, yang menikah dengan laki-laki yang tidak sama kewarganegaraannya, yang tetap dapat mempertahankan kewarganegaraannya itu menurut hukum negara asalnya dan memperoleh kewarga­negaraan suaminya menurut hukum negara suaminya.
Dwi kewarganegaraan juga dapat muncul dari kelahiran di wilayah suatu negara, yang bukan negara kewarganegaraan orang tuanya, meskipun biasanya seseorang yang belum dewasa diberikan kesempatan untuk memilih kewarganegaraan yang satu atau yang lain setelah mencapai kedewasaannya. Pasal 3 sampai 6 The Hague Convention on the Conflict of Nationality Laws tahun 1930 memuat beberapa kesulitan yang timbul dari kewarganegaraan ganda. Yang sangat penting adalah Pasal 5, yang menentukan bahwa dalam sebuah negara ketika seseorang yang memiliki lebih dari satu kewarnegaraan akan diperlakukan seperti ia hanya memiliki satu kewarganegara dan negara ketiga tersebut akan mengakui hanya salah satu, yaitu:
a. Kewarganegaraan dari negara di mana ia biasa tinggal dan tempat tinggal utama; atau
b. Kewarganegaraan dari negara di mana dalam hal-hal tertentu tampaknya berhubungan paling erat.
 
Ayat (1) Pasal 9 Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Women menentukan, “Negara-negara peserta perjanjian akan memberikan hak-hak yang sama kepada wanita sebagaimana yang diberikan kepada laki-laki untuk memperoleh, mengubah atau mempertahankan kewarganegaraan mereka. Negara negara akan menjamin secara khusus bahwa baik perkawinan dengan seorang asing maupun perubahan kewarganegaraan oleh suami selama perkawinan tidak secara otomatis mengubah kewarganegaraan istri, yang menyebabkannya tuna-kewarganegaraan atau memaksanya memperoleh kewarganegaraan “suami”. Tuna kewarganegaraan (Statelessness) adalah suatu kondisi yang diakui baik oleh hukum nasional maupun hukum internasional.
 
Tuna kewarganegaraan dapat timbul sebagai akibat perselisihan undang-undang kewarganegaraan nasional, karena perubahan-perubahan kedaulatan atas wilayah dan karena denasionalisasi oleh negara tempat orang yang bersangkutan berkewarganegaraan. Persoalan tentang tuna-kewarganegarn dan tindakan perbaikannya ini telah dikaji selama beberapa waktu oleh Komisi Hukum Internasional dan oleh Majelis Umum PBB.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai cara cara memperoleh kewarganegaraan, semoga tulisan informasi ahli mengenai cara cara memperoleh kewarganegaraan dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– T. May Rudy, 2006. Hukum Internasional 1. Yang Menerbitkan PT Refika Aditama : Bandung.
Gambar Cara Cara Memperoleh Kewarganegaraan

Gambar Cara Cara Memperoleh Kewarganegaraan

 
Cara Cara Memperoleh Kewarganegaraan | ali samiun |