Pengertian Ras, Bangsa dan Warga Negara

Loading...

Pembahasan Mengenai Pengertian Ras, Pengertian Bangsa dan Pengertian Warga Negara

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian ras, pengertian bangsa dan pengertian warga negara.
 
Pengertian Ras adalah sekumpulan manusia yang tinggal di suatu wilayah tertentu yang memiliki ciri-ciri fisik yang sama.
 
Pengertian Bangsa adalah suatu kumpulan penduduk dari suatu negara yang bersatu (dipersatukan) di bawah satu pemerintah (single) yang merdeka. Dalam artian ini kata “bangsa” (na­tion) adalah sinonim dengan kata negara (state). Bangsa juga merupakan setiap kumpulan rakyat (people) yang mempunyai lembaga-lembaga dan adat istiadat yang sama, homogenitas (persamaan) sosial dan kepentingan bersama. Jadi menurut artian ini, beberapa bangsa dapat hidup dalam satu negara atau suatu bangsa dapat meluas melampaui batas-batas suatu negara (hidup atau tinggal di beberapa negara). Bangsa dalam arti yang tepat (strict) adalah suatu istilah sosio-kultural dan dapat dipergunakan tanpa dihubungkan atau digabungkan dengan arti hukum atau arti politik.
 
Pengertian Warga Negara adalah orang-orang yang secara resmi ikut menjadi bagian dari penduduk yang dimana mereka menjadi salah satu unsur negara. Warga Negara ini merupakan salah satu unsur pokok dari suatu negara yang masing-masing warga negaranya memiliki suatu hak dan kewajiban yang wajib dilindungi dan dijamin pelaksanaannya. Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban terhadap negaranya. Begitu juga Sebaliknya, negara juga memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga negaranya.
 
Pengertian Nasionalitas adalah status hukum keanggotaan kolektivitas individu-individu yang tindakannya, keputusan-keputusannya dan kebijaksanaannya dijamin melalui konsep hukum negara yang mewakili individu-individu tersebut. Nasionalitas (nationality) sering merupakan satu-satunya hubungan antara satu individu dan satu negara, yang menjamin diberlakukannya hak hak dan kewajiban-kewajiban menurut hukum internasional kepada individu tersebut. Salah satu dari pernyataan deskriptif yang tepat mengenai status tersebut adalah sebagaimana dinyatakan dalam keputusan British-Mexiean Claims Commission dalam perkara Re Lynch, nasionalitas seseorang merupakan suatu keadaan yang terus menerus dan bukan suatu fakta fisik yang terjadi pada suatu peristiwa tertentu. Nasionalitas seseorang adalah suatu hubungan yang terus menerus antara negara yang berdaulat di satu pihak dan warga negara di pihak lain. Landasan pokok nasionalitas seseorang adalah keanggotaannya pada suatu masyarakat politik yang independen. Hubungan hukum ini meliputi hak hak dan kewajiban-kewajiban yang terkait dengan kedua belah pihak, di pihak warga negara juga tidak kurang daripada pihak negara itu.
Sebagian besar kaidah mengenai nasionalitas semata-mata hanya berkenaan dengan hukum nasional. Telah lama diakui bahwa, adalah menjadi hak prerogatif setiap negara untuk “menentukan sendiri dan menurut konstitusi serta perundang-undangannya, kelompok orang yang bagaimana yang akan menjadi warga negaranya”. Berdasarkan perubahan-perubahan di tahun 1948 terhadap peraturan perundang-undangan setiap anggota Persemakmuran Inggris, Hukum mengenai nasionalitas Inggris telah mengalami revisi.
 
Setiap negara anggota mempunyai “warga negara”nya sendiri’ (yaitu bangsanya), tetapi sebagai tambahannya terdapat status “kaula” Inggris yang menunjukkan keanggotaannya pada persemakmuran ini yang terdiri dari privilege-privilege tertentu. Memang beragam kaidah yang berbeda-beda mengenai nasionalitas dijumpai dalam perundang-undangan negara, kurangnya keseragaman ini sebagian besar terlihat nyata dalam perbedaan berkenaan dengan perolehan nasionalitas yang asli. Nasionalias haruslah dibedakan dari yang berikut ini :
a. Ras.
b. Keanggotaan atau kewarganegaraan dari negara bagian atau dari propinsi-propinsi suatu federasi.
c. Hak untuk perlindungan diplomatik.
d. Hak-hak Kewarganegaraan, yang dapat dihapuskan dari orang yang menjadi warga negara.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai pengertian ras, pengertian bangsa dan pengertian warga negara, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian ras, pengertian bangsa dan pengertian warga negara dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– T. May Rudy, 2006. Hukum Internasional 1. Yang Menerbitkan PT Refika Aditama : Bandung.
Gambar Pengertian Ras, Pengertian Bangsa dan Pengertian Warga Negara
Gambar Pengertian Ras, Pengertian Bangsa dan Pengertian Warga Negara