Loading...

3 Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional

Pembahasan Mengenai 3 Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional

Hai Pembaca, kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai 3 tahap pembuatan perjanjian internasional.
 
Tahap Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional antara lain sebagai berikut.

1. Tahap Perundingan (negotiation)
Negosiasi atau perundingan merupakan salah satu dari tahap tahap pembuatan perjanjian internasional. Negosiasi dilakukan berdasarkan pada penunjukkan surat kuasa dari wakil sah dari suatu negara atau pemerintahan untuk mengadakan perjanjian internasional (letter of credence) diberikan pada credencial committee.
 
2. Tahap Penandatanganan (signature)
Penandatanganan tahap kedua dari tahap tahap pembuatan perjanjian internasional. Persetujuan suatu negara untuk mengikat diri pada suatu perjanjian, dapat diberikan dengan berbagai macam cara dan tergantung dari persetujuan antara negara-negara peserta pada waktu perjanjian itu diadakan. Persetujuan untuk mengikat diri dapat dilakukan dengan suatu penandatanganan ratifikasi, pemyataan turut serta atau menerima suatu perjanjian.
 
3. Tahap Pengesahan (ratification)
Pengesahan merupakan tahap yang terakhir dari tahap tahap pembuatan perjanjian internasional. Dalam hal ini terdapat tiga sistem peratifikasian perjanjian internasional yang diadakan, yaitu :
(1) Sistem di mana ratifikasi semata-mata dilakukan oleh badan eksekutif.
(2) Sistem di mana ratifikasi semata-mata dilakukan oleh badan legislatif.
(3) Sistem campuran di mana baik badan eksekutif maupun legislatif memainkan suatu peranan dalam proses ratifikasi perjanjian.
 
Contoh perjanjian internasional yang belum diratifikasi :
1. General Agreement for Tariff and Trade (GATT) sebelum menjadi WTO (World Trade Organization).

2. Konvensi tentang eksplorasi dan eksploitasi ruang angkasa.

Persyaratan dalam perjanjian internasional dapat diartikan sebagai pengecualian yang dimiliki suatu negara dalam hal penafsiran atau pelaksanaan beberapa pasal yang terdapat dalam piagam perjanjian internasional tersebut. Negara tersebut bisa jadi tidak memberlakukan pasal-pasal tersebut atau hanya mengubah isinya agar sesuai dengan kondisi di negaranya, tentunya dengan kesepakatan anggota-anggota lainnya.
 
Contoh :
Dalam Piagam OKI ada pasal yang menyatakan bahwa negara anggota OKI adalah negara Islam. Khusus untuk Indonesia, pasal itu dimodifikasi sehingga berbunyi negara anggota OKI adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai 3 tahap pembuatan perjanjian internasional, semoga tulisan informasi ahli mengenai 3 tahap pembuatan perjanjian internasional dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– T. May Rudy, 2006. Hukum Internasional 1. Yang Menerbitkan PT Refika Aditama : Bandung.
Gambar 3 Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional

Gambar 3 Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional

 
3 Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional | ali samiun |