Loading...

Filsafat Hukum : Aliran Sociological Jurisprudence

Pembahasan Mengenai Aliran Sociological Jurisprudence Dalam Filsafat Hukum

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai aliran sociological jurisprudence dalam filsafat hukum.
 
Aliran Sociological Jurisprudence semula berkembang di Amerika yang dipelopori oleh Roscoe Pound, kemudian berkembang di Benua Eropa dipelopori oleh Eungen Ehrlich (tahun 1826 sampai tahun 1922). Ia memberikan pendapat bahwa titik pusat dari perkembangan hukum itu tidak terletak pada pembuat undang-undang atau ilmu hukum, tidak pula berpangkal dari putusan hakim, tetapi berpangkal dari masyarakat itu sendiri. Hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup di dalam masyarakat. Kata sesuai berarti bahwa hukum itu mencerminkan nilai-nilai atau norma-norma yang hidup di dalam masyarakat.
 
Norma hukum pada dasarnya selalu bersumber dari kenyataan sosial berdasarkan keyakinan akan nilai-nilai yang hidup dalam masyara­kat. Kenyataan hukum yang menjadi dasar semua kaidah hukum adalah berupa kebiasaan, penguasaan, kepemilikan dan pernyataan kehendak. Kenyataan itu di samping memberikan daya paksa kepada suatu hubungan hukum, juga mengawasi, memperkuat atau membatasi hubungan hu­kum.
 
Pendapat selanjutnya adalah bahwa hukum itu bukanlah kehendak penguasa, melainkan hukum itu merupakan kebiasaan. Hukum itu tidak dibuat tetapi tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, pertumbuhan hukum itu pada hakikatnya tidak terasa dan merupakan suatu proses yang organis, oleh karena itu kebiasaan (custom) merupakan sumber hu­kum terpenting dalam hukum dan dapat mengalahkan undang-undang. Secara realistis hukum itu bersumber dari kenyataan hukum (facts of law), hukum itu hidup dalam masyarakat (living law).
 
Harus dibedakan antara sosiologi hukum dengan sociological juris­prudence. Sosiologi hukum merupakan cabang sosiologi yang mempelajari pengaruh timbal balik antara hukum dan masyarakat, titik tolaknya adalah pendekatan dari masyarakat ke hukum, sedangkan sociological jurisprudence adalah cabang filsafat hukum yang merupakan suatu teori hukum yang mempelajari pengaruh hukum terhadap masyarakat, dengan pendekatan dari hukum kemasyarakat. Keduanya sama-sama merupakan hukum yang hidup dalam masyarakat (living law).
 
Hukum positif berpangkal dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, walaupun terdapat perbedaan antara hukum positif di satu pihak dan hukum yang hidup dalam masyarakat (living law) di lain pihak, menurutnya bahwa hukum positif akan memiliki daya berlaku secara efektif apabila selalu beririsan atau selaras dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. Pada umumnya hukum yang hidup dalam masyarakat merupakan hukum positif, tetapi tidak selalu demikian, ada kalanya hukum yang hidup dalam masyarakat tidak merupakan hukum positif, begitu juga sebaliknya kadang kala hukum positif tidak merupakan hukum yang hidup dalam masyarakat.
 
Pandangannya tentang Negara, Eungen Ehrlich menyatakan bahwa negara adalah salah satu bentuk dari organisasi sosial, sebagai organisasi sosial negara timbul lebih kemudian daripada masyarakat. Pada perkembangan selanjutnya negara menjadi sumber hukum yang utama. Kekuasaannya semakin bertambah besar ketika hukum itu ditetapkan dengan bentuk tertulis, sehingga terdapat kepastian hukum dan terutama sekali untuk menghindarkan tindakan sewenang-wenang dari pemangku kekuasaan yang bersifat absolut.
 
Kelemahan teori Eungen Ehrlich mengenai Sociological Jurisprudence sebagai berikut :
1. Ehrlich tidak berhasil memberikan ukuran yang tegas untuk membedakan norma hukum dengan norma sosial lainnya.
2. Ehrlich mengaburkan kebiasaan sebagai sumber hukum atau sebagai jenis (type) hukum, karena di dalam masyarakat primitif kebiasaan memang dijadikan sumber hukum dan me­rupakan jenis hukum, tetapi pada negara yang modern, ke­biasaan sudah tidak berarti lagi sebagai salah satu jenis hu­kum.
3. Ehrlich hanya melihat kemungkinan hukum yang hidup (living law) memengaruhi hukum positif, tetapi sebaliknya kurang melihat kemungkinan adanya hukum positif meme­ngaruhi hukum yang hidup (living law). Pada kenyataannya hukum positif bukan saja bisa memengaruhi hukum yang hidup (living law), melainkan bahkan dapat mengubah kebiasaan-kebiasaan yang hidup dalam masyarakat.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai aliran sociological jurisprudence dalam filsafat hukum, semoga tulisan informasi ahli mengenai aliran sociological jurisprudence dalam filsafat hukum dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Agus Santoso, 2014. Hukum, Moral, Dan Keadilan. Yang Menerbitkan Kencana Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Aliran Sociological Jurisprudence dalam filsafat hukum

Gambar Aliran Sociological Jurisprudence dalam filsafat hukum

 
Filsafat Hukum : Aliran Sociological Jurisprudence | ali samiun |