Hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia)

Loading...

Pembahasan Mengenai Hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia)

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia).
 
Hukum pertama kali ditemukan sebagai gejala dalam hidup bersama manusia dalam rangka mengatur hidup bersama itu, baik dalam hubungan publik maupun dengan orang perorangan. Hukum itu pertama muncul dalam bentuk peraturan yang menentukan hak dan kewajiban orang terhadap orang lain maupun dengan negara, maka kekuasaan negara membentuk hukum agar ditaati oleh semua orang. Apabila ada orang yang tidak taat pada aturan hukum, maka kepada mereka akan dikenakan hukuman atau sanksi.
 
Pemikiran tentang mengapa harus ada hukum itu terilhami karena dalam rangka mencari keadilan yang sejati. Keadilan merupakan titik pangkal dibentuknya peraturan hukum yang memuat hak dan kewajiban, hal itu dilakukan oleh para filsuf sejak zaman kuno yang semula memandang bahwa kehidupan manusia itu tidak terlepas dari alam semesta kare­na manusia itu merupakan bagian dari alam, dan hukum itu juga meliputi semesta alam, yang semula disebut hukum alam kemudian berkembang menjadi hukum positif.
 
Hukum alam bisa berasal dari alam semesta dan bisa berasal dari Tuhan, tetapi pada kenyataannya sebagian besar para filsuf telah sependapat bahwa alam semesta itu diciptakan oleh Tuhan, maka secara tidak langsung hukum alam itu juga merupakan hukum Tuhan. Manusia meru­pakan bagian dari alam semesta menjalankan hidup harus berlaku adil terhadap diri sendiri, manusia lain dan alam semesta serta berlaku adil dengan Tuhannya, hal itu merupakan kewajiban etis manusia.
 
Kewajiban-kewajiban etis manusia mendorong kepada manusia lain ke arah suatu tujuan-tujuan tertentu, yaitu menghormati dan menghargai sesama manusia sampai kepada memanusiakan manusia dalam hidup bersama atau humanisasi hidup. Humanisasi hidup bukan di bidang mo­ral saja tetapi juga termasuk dalam bidang hukum, sehingga jika manu­sia sudah menjalankan atau memiliki moral yang baik dengan sendirinya memillkl perllaku hukum yang baik pula.
 
Dalam bidang hukum, manusia merupakan humanisasi hidup yang diawali dalam bidang etika atau moral, dengan melihat kepribadian seseorang sebagai landasannya. Dengan demikian, oleh karena humanisasi hidup itu berdasar pada keberadaan manusia sebagai pribadi, maka segala bentuk yang berlawanan dengan hak dan kewajiban etis, baik yang berkaitan dengan moral maupun bidang hukum secara langsung, ma­nusia harus diakui dan dihargai menurut martabatnya masing-masing, serta harus pula mendapatkan kesamaan yang sederajat dalam hidup di masyarakat.
 
Pandangan tentang perlakuan yang sama berdasarkan martabatnya itu adalah pandangan secara menyeluruh atas hidup dan kehidupan, sehingga hal itu sudah merupakan aturan hidup bersama, yang dakui seba­gai aturan semesta alam, karena sifatnya yang alamiah, dengan demikian hukum itu disamakan dengan kecenderungan alam, namun demikian aturan itu ditanggapi sebagai aturan yang logis juga. Dalam hal ini hukum disamakan dengan keseluruhan sistem pemikiran.
 
Semua aturan alam tadi yang telah dikemas dengan sistem pemikiran, sejak zaman kuno kemudian digabungkan dengan kekuatan ilahi. Masuklah hukum dengan pendekatan agama-agama besar dengan menyatakan bahwa Tuhan adalah yang menciptakan alam semesta ini, serta dengan mengarahkan segalanya dengan kesempurnaannya. Pengakuan bahwa manusia harus dipandang sebagai ciptaan Tuhan kemudian dibimbing ke arah tujuannya, yakni mengembangkan diri dan memuliakan Tuhan. Kemudian baru dimengerti makna hukum alam dan hak manusia dalam rangka pandangan yang menyeluruh.
 
Atas penjelmaan kaidah-kaidah etika dan hukum, maka humanisasi hidup semakin berkembang, hal itu terjadi karena semangat hidup pada setiap zaman yang semakin berkembang melalui hukum yang telah dipraktikkannya. Dalam hidupnya hukum dijadikan sebagai prinsip-prinsip yang dirumuskan dalam daftar hak-hak manusia yang merupakan kesaksian keberhasilan dalam humanisasi hidup, walaupun hukum harus tetap dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi.
 
Humanisasi hidup pada zaman modern diartikan sebagai memanusiakan manusia kemudian disebut dengan penghargaan terhadap HAM (Hak Asasi Manusia), yang harus dihormati tidak semata-mata ditujukan kepada warga negara saja, melainkan harus juga dikembangkan dan ditujukan bagi setiap orang yang ada di dalam suatu negara, baik itu sebagai warga negara itu sendiri maupun warga negara lain.
 
Penghargaan terhadap HAM (Hak Asasi Manusia) menjadi penting artinya dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara, karena merupakan sarana etis dan hukum untuk melindungi individu, kelompok dan golongan yang lemah terhadap kekuatan-kekuatan raksasa dalam masyarakat modern. HAM (Hak Asasi Manusia) menjadi penting bukan saja karena diatur dalam suatu negara melainkan karena kesadaran manusia yang memiliki harkat dan martabat sebagai makhluk yang berbudi serta makhluk ciptaan Tuhan, menyadari akan keberadaan yang sebenarnya juga harus dihormati dan dihargai oleh orang lain.
 
Perkembangan pemikiran tentang HAM (Hak Asasi Manusia) telah mengalami pasang surut sejalan dengan perkembangan peradaban manusia, terutama dalam kehidupan yang terikat dengan kondisi masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara. Pasang surut pemikiran HAM (Hak Asasi Manusia) ini sebenarnya muncul setelah manusia memikirkan tentang keber­adaan dirinya dalam lingkungan masyarakat dan alam semesta pada suatu peradaban, yang diawali dengan dikemukakan konsep kedaulatan Tuhan yang di dunia ini dilakukan oleh seorang raja.
 
Kedaulatan Tuhan yang dilakukan oleh seorang raja, menjadikan raja mempunyai kekuasaan yang besar, sehingga mengakibatkan hak-hak raja beserta para keturunannya dapat terpenuhi secara optimal, namun sebaliknya bagi manusia atau rakyat jelata hak-hak yang dimiliki sangat kecil. Raja mampu melakukan semua apa yang dikehendakinya, karena menganggap bahwa apa yang dilakukan itu semata-mata merupakan perintah Tuhan. Dalam keadaan yang demikian itu HAM (Hak Asasi Manusia) diibaratkan suatu impian dan suatu yang sangat berharga, karena merupakan suatu hal yang langka.
 
Keberadaan keadulatan Tuhan yang dilaksanakan oleh raja merupakan kegagalan dunia barat pada khususnya untuk menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan. Atas dasar itulah kemudian terjadi tuntutan tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia, sedangkan tuntuan itu sebenarnya tertuju pada pelaksanaan prinsip-prinsip keadilan yang selalu ditampakan oleh masyarakat dalam setiap peradaban, agar prinsip-prinsip keadilan dan penghormatan terhadap HAM (Hak Asasi Manusia) ditetapkan dalam suatu aturan hukum yang permanen.
 
Dalam catatan. sejarah umat manusia prinsip-prinsip tentang keadil­an bagi pembentukan aturan hukum dan juga termasuk praktik hukum mendapat pernyataannya dalam beberapa dokumen-dokumen resmi. Dokumen itu dinamakan dokumen HAM (Hak Asasi Manusia) yang mempunyai prinsip-prinsip etis dan prinsip hukum, secara hukum harus dihormati.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia), semoga tulisan informasi ahli mengenai hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia) dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Agus Santoso, 2014. Hukum, Moral, Dan Keadilan. Yang Menerbitkan Kencana Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia)
Gambar Hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia)