Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Loading...

Pembahasan Mengenai Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian filsafat menurut para ahli.
 
Menurut Soeyanto Poespowardoyo, Pengertian Filsafat adalah refleksi kritis manusia tentang segala sesuatu yang dialami untuk memperoleh makna yang radikal dan integral. Penjelasannya adalah bahwa filsafat bersifat kritis artinya merupakan hasil akal budi dari manusia. Sifat kritis inilah yang membedakan filsafat dan agama, yang mendasarkan kebenarannya kepada wahyu.
 
Menurut Aristoteles, Pengertian Filsafat ialah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, retorika, logika, ekonomi, politik, etika dan estetika (filsafat keindahan).
 
Pengertian Filsafat Menurut Immanuel Kant ialah ilmu (pengetahuan) yang menjadi dasar dari semua pengetahuan yang di dalamnya mencakup masalah filsafat pengetahuan (epistemologi) yang menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui.
 
Pengertian Filsafat yang dikemukakan oleh Hasbullah Bakry, Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan juga manusia sehingga dapat menghasilkan suatu pengetahuan mengenai bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia yang seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
 
Menurut Notonogo, Pengertian Filsafat adalah menelaah hal-hal yang menjadi objeknya dari sudut intinya yang mutlak dan terdalam, yang tetap dan yang tidak berubah, yang disebut hakikat.
 
Menurut asal katanya, filsafat ini berasal dari kata bahasa Yunani “Filosofia”, merupakan kata majemuk yang terdiri dari kata ‘filo’ berarti cinta (yaitu ingin) dan “sofia” berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, “filosofia” dapat juga diartikan sebagai cinta akan kebijaksanaan. Jadi, Pengertian filsafat secara harfiah adalah cinta kebijaksanaan (love of wisdom), sedangkan para filsufnya disebut para pecinta akan kebijaksanaan.
 
Orang pertama kali yang menyebutkan dirinya sebagai filsuf adalah Sokrates (470-399 SM), seorang ahli pikir Yunani, semula merupakan ajang protes terhadap orang-orang terpelajar pada waktu itu, yang dengan pongah menamakan dirinya sebagai kaum “softs” atau orang yang bijaksana serta menjajakan ilmu yang dimilikinya. Sokrates berkeyakinan bahwa dengan ditingkatkannya ilmu pengetahuan, orang pasti akan dibawa ke alam yang lebih baik dan benar.
 
Filsafat merupakan refleksi kritis, pemahamannya adalah bahwa fil­safat mengajarkan tentang perenungan dan pendalaman tentang arti dan makna yang dialami secara kritis dan rasional, berbeda dengan ilmu pengetahuan yang langsung berhubungan dengan dunia nyata atau dunia pengalaman secara empiris. Dengan demikian, filsafat melakukan trasendensi dan destansi terhadap objek untuk mengetahui arti dan makna yang sesungguhnya.
 
Filsafat bertolak dari pengalaman, maka sebenarnya objek filsafat adalah dunia nyata, namun demikian tidak berhenti pada gejala yang tampak di permukaan saja, tetapi melanjutkan langkahnya untuk menyelami pada hal-hal yang sifatnya hakiki dan mendasar. Filsafat bersifat integral, artinya mencari hubungan antara gejala-gejala yang tampak di permukaan, dengan memandang realitas yang ada atau masalah sebagai suatu totalitasnya, dengan melanjutkan sebuah perenungan manusia yang fragmentaris.
 
Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan disertai alat kelengkapan yang sempurna berupa raga, rasa, dan rasio, alat kelengkapan tersebut digunakan untuk mencapai tujuan hidupnya. Dari ketiga alat kelengkapan itu yang paling banyak berperan dalam pandangan filsafat adalah unsur rasio, karena unsur rasio ini membuatnya manusia bertanya, berpikir dan menyelidikinya, kemudian yang dicari adalah hakikat yang sesungguhnya dari apa yang diselidiki itu, yaitu mengenai alam semesta dan hubungannya dengan isi alam semesta yang lainnya.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai pengertian filsafat menurut para ahli, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian filsafat menurut para ahli dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Agus Santoso, 2014. Hukum, Moral, Dan Keadilan. Yang Menerbitkan Kencana Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Pengertian filsafat menurut para ahli
Gambar Pengertian filsafat menurut para ahli