Loading...

Pengertian Hukum Dari Berbagai Sudut Pandang

Pembahasan Mengenai Pengertian Hukum Dari Berbagai Sudut Pandang

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian hukum dari berbagai sudut pandang.
 
Menurut Syariat Islam, Pengertian Hukum adalah adalah bagian dari syariat, karenanya syariat itu lebih dari sekadar hukum dalam arti modern, yang mencakup seluruh aktivitas manusia yang dapat dibagi ke dalam lima klasifikasi. Kelima hal tersebut merupakan lima macam tipe hukum yang terkandung dalam syariat, yaitu: (1) Fard (wajib) yaitu perbuatan yang mutlak diperintahkan, seperti shalat lima kali sehari semalam, zakat, dan sebagainya; (2) Mandub (anjuran); (3) Mubah (kebolehan); (4) Makruh, tidak disukai; dan (5) Haram, larangan secara absolut.
 
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, Pengertian Hukum adalah keputusan yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa peraturan resmi yang menjadi pengatur dan dikuatkan oleh pemerintah, undang-undang, peraturan, patokan (kaidah-kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa alam yang tertentu. Pengertian hukum berdasarkan civil law hanya menganut undang-undang yang sifat­nya tertulis saja, sedangkan pada sistem common law menekankan pada yurisprudensi atau putusan hakim. Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia yang notabene berlaku di Indonesia lebih lengkap lagi, yaitu di samping bertumpu pada peraturan perundang-undangan juga putusan hakim serta kaidah-kaidah yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat.
 
Hukum sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu Hukm, berarti “a jud­gement or legal decision”.
Menurut Nakamura seorang peneliti Islam dari Jepang, Pengertian Hukum adalah suatu kompilasi yang komprehensif dari putusan-putusan dan pendapat-pendapat ulama terhadap berbagai masalah dengan menunjuk pada syariat (contohnya apakah suatu perbuatan manu­sia itu masuk fardu, mandub, mubah atau haram dalam sudut pandang agama)”
Menurut Ulama Fikih, Pengertian Hukum adalah Firman Allah atau sabda Nabi SAW yang mengandung tuntutan (perintah, larangan, pembolehan) atas perbuatan orang mukallaf atau yang menjadikan satu hal tertentu sebagai sebab atau syarat atau penghalang dari tuntutan tersebut.
 
Pada zaman modern banyak orang yang menyamakan hukum dengan hukum negara, hukum adalah undang-undang, namun secara tradisional hukum lebih dipandang sebagai bersifat etis (idiil), pada zaman klasik hukum ditanggapi sebagai cermin aturan alam semesta, sedangkan pada abad pertengahan hukum yang dituju adalah peraturan-peraturan yang memancarkan ketentuan-ketentuan Allah. Di Cina Kuno telah ditemukan pikiran-pikiran tentang hukum, titik tolak pemikiran tersebut adalah kebiasaan ritual dan sakral yang telah lama menjamin kelangsungan hidup di negeri itu, kemudian pemikir-pemikir lain berusaha mencari dasar bagi suatu praktik hukum yang baik dan bijaksana.
Pada saat ini belum ada satu definisi tentang hukum yang sama dari berbagai pakar hukum atau ahli hukum, karena begitu sulitnya untuk mendefinisikan hu­kum yang memuaskan bagi semua pihak. Namun, akan dicoba untuk manyampaikan definisi hukum yang dapat diterima oleh semua pihak.
Menurut E. Utrecht, Pengertian Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan atau perintah-perintah dan larangan-larangan yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu.
Pengertian Hukum menurut S.M. Amin, Hukum adalah Kumpulan-kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma norma dan sanksi-sanksi yang disebut hukum, dan tujuan hukum itu adalah mengadakan ketatatertiban dalam pergaulan antara manusia, sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara.
 
Dari uraian tentang definisi hukum tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa unsur unsur hukum meliputi :
1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyara­kat;
2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib;
3. Peraturan itu bersifat memaksa; dan
4.  Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut adalah tegas.
 
Untuk dapat mengenal hukum lebih lanjut, harus dapat mengenai ciri ciri hukum, adapun ciri ciri hukum itu antara lain :
a. Adanya perintah dan/atau larangan; dan
b. Perintah dan/atau larangan itu harus patuh dan ditaati oleh setiap orang.
 
Sifat Hukum itu mengatur dan memaksa, yaitu mengatur kehidupan masyarakat dengan menuangkannya dalam peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintahan negara, kemudian peraturan itu dapat dipaksakan kepada setiap orang yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan tersebut dengan memberikan hukuman atau sanksi yang tegas bagi siapa saja yang tidak menaatinya. Adapun tujuan hukum berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas adalah bahwa hukum itu bertujuan menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum itu harus juga bersendikan pada keadilan, yaitu asas-asas keadilan dari masyarakat itu.
 
Mengenai bergeraknya hukum dapat diamati dalam kehidupan berma­syarakat, maka untuk melihat bergeraknya hukum haruslah berada di tengah pergaulan hidup di masyarakat, di sanalah wujud hukum dapat diamati dengan rasio atau dengan perasaan. Hukum bekerja dalam ke­hidupan sosial, semakin majemuk masyarakat semakin kompleks pula hukum dan bekerjanya pun semakin luas cakrawalanya. Di dalam per­gaulan hidup senantiasa terdapat kepentingan-kepentingan yang satu sama lainnya berbeda-beda, maka tujuan hukum adalah untuk melindungi kepentingan-kepentingan tersebut, jangan sampai ada kepentingan yang diabaikan, sehingga dalam penjagaan kepentingan tersebut terpaksa mencari jalan penengah, kemudian dicari kompromi yang adil dan bijaksana.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai pengertian hukum dari berbagai sudut pandang, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian hukum dari berbagai sudut pandang dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Agus Santoso, 2014. Hukum, Moral, Dan Keadilan. Yang Menerbitkan Kencana Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Pengertian hukum dari berbagai sudut pandang

Gambar Pengertian hukum dari berbagai sudut pandang

 
Pengertian Hukum Dari Berbagai Sudut Pandang | ali samiun |