Pengertian Moral dan Pembahasannya

Pembahasan Mengenai Pengertian Moral

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian moral.
 
Pengertian Moral adalah mengenai baik buruk yang diterima umum mengenai akhlak; akhlak dan budi pekerti; kondisi mental yang memengaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat, berani, disiplin dan sebagainya.
Pengertian Moralis adalah orang yang lebih memerhatikan (menitikberatkan) pada keutamaan budi pekerti; orang yang mengajarkan atau mempelajari tentang moral sebagai cabang filsafat, orang yang menaruh perhatian terhadap pengaturan moral orang lain. Demikian halnya moral merupakan tingkah laku manusia yang sangat subjektif, karena moral setiap orang tentu berbeda, karena perbedaan itulah dibuatkan standar yang ideal secara normatif yang disebut tata atau aturan-aturan.
 
Tata itu berbentuk aturan-aturan yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara. Tata itu lazim disebut kaidah dalam bahas Arab, dan norma atau ukuran-ukuran dalam bahasa Latin.
Norma itu mempunyai dua macam isi yaitu adanya perintah adalah keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik; dan larangan adalah keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. Adapun kegunaan norma adalah untuk memberi petunjuk kepada manusia bagaimana seorang harus bertindak dalam masyarakat, serta perbuatan-perbuatan mana yang harus dijalankan dan perbuatan-perbuatan mana pula yang harus dihindari.
 
Kata moral atau moralis biasa digunakan sebagai sinonim dari kata etika yang merupakan pencabangan utama dari filsafat, kedua kata ini mempunyai etimologi yang sama. Etika berasal dari kata “ethos” dalam bahasa Yunani yang berarti kebiasaan (customs), sedangkan moral ber­asal dari kata “mores” dalam bahasa Latin yang juga berarti kebiasaan. Dalam menjalin hubungan kehidupannya terdapat kebiasaan-kebiasaan yang timbul secara kodrati sebagai akal budi manusia untuk menuju kesejahteraan hidupnya, tentu saja diperlukan penghayatan agar tercipta kebahagiaan sejati dan harus menjalankan kebajikan dan rasa cinta kasih sesama manusia. Kebahagiaan akan tercapai jika setiap manusia dapat menempatkan dirinya sebagai makhluk yang saling membutuhkan, sehingga terjadilah rasa cinta kasih dan kasih sayang, serta menempatkan diri dalam hubungannya dengan sesama manusia dan dengan Tuhannya sebagai sang pencipta.
Etika atau Moral adalah sikap etis yang harus dilakukan dalam menjalankan aktivitas manusia sebagai makhluk sosial, karena perilaku etis itu sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan manusia sebagai pengemban profesi. Keputusan pada etika atau moral tergantung kepada akhlak yang bersangkutan, oleh karena itu etika atau moral bersifat individu atau subjektif, namun demikian dalam kehidupan diperlukan adanya standar yang ditetapkan dalam pedoman, terutama kaitannya dengan profesi hukum diperlukan pedoman yang disebut kode etik secara tertulis, yang merupakan kaidah moral bertujuan untuk melindungi dan menjaga martabat moral profesi maupun melindungi terhadap perbuatan menyimpang dari perlakuan profesi tersebut.
 
Prinsip Prinsip Moral adalah sebagai tingkah laku manusia, biasanya prinsip moral tersebut ditangkap manusia dalam lingkungan hidupnya sendiri dan sejak semula dianggap sebagai suatu keharusan. Hal ini bisa saja terjadi dalam satu keluarga dan juga dalam suatu wilayah masyarakat tertentu, demikian sehingga dengan sendirinya manusia berkeyakinan bahwa suatu tingkah laku hidup tertentu berakar dari alam dan lingkungannya itu sendiri. Prinsip-prinsip moral tidak pernah ada kekosongan, karena di mana ada suatu peradaban manusia di situ pasti terdapat suatu moral yang menggambarkan tingkah laku manusia dan pada prinsipnya ajaran moral itu menganjurkan suatu perbuatan yang baik dan meng- hindari kejahatan, maka ajaran tentang moral itu erat kaitannya dengan akal budi manusia, namun demikian sifat dan watak manusia yang berbeda, ajaran moral tidak bisa mengendalikan semua manusia, maka moral dan etika itu tergantung dari bagaimana perilaku manusia yang bersangkutan.
 
Kehendak untuk berlaku baik terhadap sesama manusia bermuara pada suatu pergaulan antara pribadi yang berdasarkan prinsip-prinsip rasional dan moral. Tetapi kehendak yang sama mendorong orang-orang juga untuk membuat suatu aturan hidup bersama yang sesuai dengan prinsip-prinsip moral tersebut, dengan membentuk suatu sistem norma yang harus ditaati orang-orang yang termasuk suatu masyarakat tertentu, norma tersebut bersifat objektif.
Norma moral bersifat subjektif, karena di dalamnya berkaitan erat dengan suara hati subjek, setiap orang mempunyai suara hati yang berbeda dengan orang lainnya. Inilah yang dinamakan tingkah laku yang berkaitan erat dengan kepribadian individu itu sendiri.
 
Dalam Pandangan Islam moral dan moralitas tidak bisa dipisahkan dari pandangan dan ajaran agama. Islam merupakan ajaran yang datang dari Allah dengan wahyunya melalui Rasul Muhammad SAW, yang mengatur hubungan manusia dengan manusia disebut muamalah dan mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya yang disebut ibadah, hubungan tersebut tidak hanya sampai di dunia saja tetapi merupakan hubungan dunia dan akhirat. Islam menghendaki adanya ketenangan batin seseorang, badan hukum, masyarakat, negara dan antara negara yang dilihat dari segi moral dan filsafat kehidupan.
 
Islam mengajarkan sifat tolong-menolong sesama umat yang meru­pakan perbuatan terpuji dan akan mendapatkan imbalan pahala dari Allah SWT, kalau masyarakat saling tolong-menolong, maka kehidupan sosial masyarakat tertib dan tidak akan terjadi keresahan. Adanya ketertiban masyarakat akan menciptakan secara politis kesejahteraan rakyat dengan kebudayaan yang baik untuk masa-masa berikutnya. Mengenai hukuman dalam ajaran Islam di samping sebagai sanksi atau hukuman bagi pelakunya juga bertujuan untuk ketenangan masyarakat, ketenangan batin sese­orang, sehingga kedudukan manusia di sisi Allah dihitung sebagai dosa dan pahala di akhirat nantinya, di sinilah letaknya bahwa ajaran moral dan etika merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai pengertian moral, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian moral dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Agus Santoso, 2014. Hukum, Moral, Dan Keadilan. Yang Menerbitkan Kencana Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Pengertian Moral dan Pembahasannya

Gambar Pengertian Moral dan Pembahasannya

 
Pengertian Moral dan Pembahasannya | ali samiun |