Loading...

Ruang Lingkup Filsafat Hukum

Pembahasan Mengenai Ruang Lingkup Filsafat Hukum

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai ruang lingkup filsafat hukum.
 
Ruang Lingkup Filsafat Hukum di dalamnya termasuk teori hukum, maka dapat dikatakan filsafat teori hukum. Hingga kini be­lum ada kata sepakat tentang pembahasan filsafat teori hukum, namun sebagian ada yang berpendapat bahwa yang dibahas dalam teori atau filsafat hukum adalah jurisprudence. Karena dalam pelajaran yang mendasar ten­tang jurisprudence adalah menyangkut aspek-aspek filsafat, historis, sosiologis, dan analisisnya tercangkup ke dalam teori atau filsafat hukum.
 
Semula pembahasan tentang filsafat hukum masih terbatas masalah tujuan hukum, kemudian berkembang pada setiap permasalahan men­dasar sifatnya yang muncul di dalam masyarakat yang memerlukan sesuatu pemecahan. Saat ini filsafat hukum sudah menjadi buah pikiran para ahli hukum secara praktis yang dalam tugas sehari-harinya banyak menghadapi permasalahan yang menyangkut keadilan sosial di masyarakat.
 
Perkembangan filfasat hukum yang lebih luas itu disebabkan kare­na banyak dipengaruhi oleh disiplin ilmu lain, seperti sejarah, sosiologi, dan politik, sehingga kajian ruang lingkup filsafat hukum menjadi lebih luas dan lebih empiris lagi, seperti menjawab yang meliputi : faktor apakah yang menjadi dasar berlakunya suatu hukum, faktor apa yang mendasari kelangsungan berlakunya suatu peraturan hukum, bagaimana daya berlakunya dan dapatkah hukum itu dikembangkan.
 
Menurut Paton ada tiga golongan filsafat hukum yang men­jadi objek utama pembahasan filsafat hukum, yaitu :
1. Pure science of law yang mengonsentrasikan penyelidikannya pada teori hukum yang bersifat abstrak, yaitu berusaha menemukan elemen-elemen dan ilmu hukum murni berupa faktor yang diakui kebenarannya secara universal, terlepas dari profesinya pandangan yang etis dan sosiologis.
2. Functional (sociological) jurisprudence yang menganggap pandangan pure science of law sebagai sangat terbatas dikaitkan dengan kehadiran hukum itu, sesungguhnya berfungsi untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial.
3. Theological jurisprudence yang menganggap lingkup penyelidikan filsafat hukum adalah bahwa hukum itu merupakan produk dari pemikiran manusia yang berkaitan erat dengan tujuannya. Pertanyaan yang harus dijawab dalam hal ini ialah apakah yang menjadi tujuan utama dari hukum. Pendekatan filsafat hukum ini filosofis.
Masalah yang menjadi objek penyelidikan filsafat hukum adalah segala hal yang ada di luar jangkauan ilmu hukum, yaitu :
1. Apakah hakikat hukum itu ?
2. Apakah keadilan itu ?
3. Apakah tujuan hukum ?
4. Apakah sebabnya orang harus menaati hukum (apakah dasar mengikat dari hukum) ?
5. Bagaimana hubungan hukum alam dengan hukum positif ?
6. Bagaimana hubungan hukum dengan kekuasaan ?
7. Bagaimana hubungan hukum dengan hak asasi manusia ?
 
Pertanyaan seperti di atas tidak mungkin dijawab secara empiris, tetapi harus melakukan pemikiran studi yang mendalam secara ilmiah, yang menemukannya berdasarkan hakikat dari apa yang dipertanyakan tersebut, sehingga akan didapat jawaban secara ilmiah pula. Dari pemiki­ran ilmiah itu kemudian menggali lagi tentang hakikat secara filososfis, maka pertanyaan itu bukan saja bersifat ilmiah melainkan juga filosofis.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai ruang lingkup filsafat hukum, semoga tulisan informasi ahli mengenai ruang lingkup filsafat hukum dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Agus Santoso, 2014. Hukum, Moral, Dan Keadilan. Yang Menerbitkan Kencana Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Ruang lingkup filsafat hukum

Gambar Ruang lingkup filsafat hukum

 
Ruang Lingkup Filsafat Hukum | ali samiun |