Sejarah Perkembangan Hukum Internasional

Pembahasan Mengenai Sejarah Perkembangan Hukum Internasional

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai sejarah perkembangan hukum internasional.
 
Sejarah Perkembangan Hukum Internasional dimulai sejak abad 6 SM di lingkungan kebudayaan India Kuno di mana terdapat adat kebiasaan yang mengatur hubungan di antara hubungan raja-raja yang dinamakan Desa Dharma. Hukum bangsa-bangsa pada zaman India Kuno sudah mengenal ketentuan yang mengatur kedudukan dan hak istimewa diplomat atau utusan raja yang dinamakan duta. Juga sudah terdapat ketentuan yang mengatur perjanjian, hak dan kewajiban raja. Selain itu juga sudah ada ketentuan mengenai perlakuan tawanan perang dan cara melakukan perang (The Conduct of War).
 
Perkembangan hukum internasional kemudian berlanjut ke zaman Yunani Kuno di mana dalam masyarakatnya sudah mengenal ketentuan mengenai arbitrasi dan diplomasi. Selain itu, sumbangan yang paling berharga dari kebudayaan Yunani Kuno untuk Hukum Internasional saat itu ialah konsep Hukum Alam yaitu hukum yang berlaku secara mutlak di mana pun juga dan yang berasal dari rasio dan atau akal manusia.
 
Dalam Sejarah, Hukum Internasional kemudian lebih berkembang lagi dalam kebudayaan Romawi Kuno. Konsep-konsep seperti Occupatio, Servitut, dan Bona fides, juga asas Pacta Sunt Servanda merupakan warisan dari kebudayaan Romawi Kuno bagi Hukum Internasional yang berharga.
 
Pada abad pertengahan, tepatnya di zaman Renaisans praktek-praktek diplomasi sudah sangat berkembang sehingga menjadikannya sebagai Sumbangan yang sangat berharga bagi perkembangan Hukum Internasional. Selain itu kebudayaan Islam dari abad pertengahan juga menyumbangkan konsep-konsep hukum perang yang semakin memperkaya Hukum Internasional.
 
Perjanjian Westphalia merupakan peristiwa penting dalam sejarah Hukum Internasional modern, karena moment ini dianggap sebagai peletak dasar masyarakat Internasional modern yang didasarkan atas negara-negara nasional. Dasar-dasar inilah kemudian diperkuat lagi dalam Perjanjian Utrecht yang penting artinya dilihat dari sudut politik internasional pada waktu itu karena menerima asas Balance of Power sebagai asas politik internasional.
 
Pada abad ke 20 sejarah perkembangan Hukum Internasional ditandai oleh konferensi tahun 1899 dan 1907 yang membentuk Mahkamah Arbitrasi pemanen, yang menjadi Mahkamah Internasional permanen pada tahun 1921 dan diganti menjadi Mahkamah Internasional sejak tahun 1946 sampai saat ini. Kemudian pada tahun 1958 diselenggarakan Konferensi Jenewa yang membahas tentang hukum laut dan diikuti oleh Konferensi Wina tahun 1961, 1963 dan 1968 sampai 1969 tentang Hubungan-hubungan Diplomatik, Konsuler dan Hukum Perjanjian-perjanjian.
 
Tantangan yang dihadapi Hukum Internasional saat ini adalah bagaimana menemukan aturan-aturan baru untuk menguasai bidang tenaga nuklir dan thermo-nuklir serta riset ilmiah pada umumnya, untuk mengatur kegiatan-kegiatan negara di angkasa luar dan dalam kosmos, untuk melindungi dan mengendalikan lingkungan manusia, untuk mengawasi pertumbuhan populasi dunia mengenai pertumbuhan penduduk dunia dan untuk menangani arus lintas batas data komputer, serta mengadakan suatu penemuan yuridis baru bagi eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber dasar laut di luar batas-batas kelautan nasional.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai sejarah perkembangan hukum internasional, semoga tulisan informasi ahli mengenai sejarah perkembangan hukum internasional dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– T. May Rudy, 2006. Hukum Internasional 1. Yang Menerbitkan PT Refika Aditama : Bandung.
Gambar Sejarah Perkembangan Hukum Internasional

Gambar Sejarah Perkembangan Hukum Internasional

 
Sejarah Perkembangan Hukum Internasional | ali samiun |