Loading...

Macam Macam Puasa Dalam Islam

Pembahasan Mengenai Macam Macam Puasa Dalam Islam

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai macam macam puasa atau jenis jenis puasa dalam islam.
 
Terdapat empat macam puasa yaitu, puasa wajib, puasa sunnah, puasa makruh dan puasa haram. Lebih lanjut mengenai macam macam puasa dibahas di bawah ini.
 
1. Puasa Fardhu (wajib)
Puasa fardhu (wajib) merupakan salah satu dari macam macam puasa. Pengertian Puasa fardhu (wajib) adalah puasa yang wajib dilakukan, apabila dilakukan mendapat pahala dan ditinggalkan mendapat dosa. Macam macam puasa fardhu (wajib) antara lain :
a. Puasa Ramadhan. Puasa ramadhan adalah puasa wajib yang dilakukan selama 1 bulan pada bulan ramadhan.
b. Puasa Kafarat Pembunuhan yang Tersalah. Orang yang membunuh karena tersalah (tidak sengaja), wajib membayar diyat dan berpuasa dua bulan berturut-turut, sebagaimana firman Allah Q.S. An-Nisa.
c. Puasa Kafarat Bercampur dengan Isteri
d. Puasa Kafarat Sumpah
Ada orang yang bersumpah menggunakan nama Allah untuk menguatkan tindakannya atau sikapnya, bila sumpahnya itu dilanggarnya, maka dia harus membayar kafarat (denda pengampunan kesalahan), umpamanya dia mengucapkan “Demi Allah Saya Tidak Akan Merokok Lagi
Bila dia merokok wajib membayar kafarat yaitu :
– Memberi makanan sepuluh orang miskin, masing-masing 3/4 liter.
– Memberi pakaian kepada sepuluh orang  miskin, yang dipandang layak.
– Memerdekakan budak (tidak ada lagi)
Dalam hal ini boleh memilih nomor satu atau dua. Bila keduanya tidak mungkin dilaksanakan, harus dibayar dengan puasa selama tiga hari.
e. Puasa kafarat zhihar
Zhihar adalah seorang laki-laki menyerupakan isterinya, dengan ibunya, sehingga haram atasnya, seperti kata suami kepada istrinya: “engkau tampak olehku seperti punggung ibuku”. Apabila ucapannya itu tidak diteruskannya dengan talak, maka wajib atasnya membayar kafarat dan haram atasnya bercampur dengan isterinya itu sebelum dibayarnya kafarat.
f. Puasa Nazar
Nazar adalah janji mengenai kebaikan yang asalnya tidak wajib menurut syara tetapi sesudah dinazarkan menjadi wajib.
g. Puasa Qadha Ramadhan
Orang yang tidak puasa pada bulan Ramadhan karena ada udzur (halangan), wajib menqadhanya pada hari-hari yang lain, sebanyak hari yang ia tinggal. Puasa qadha ini tidak mesti dilakukan berturut-turut, boleh berselang hari.
h. Puasa Dam (denda) Haji Tamathu’ dan Qiran
Apabila orang melakukan haji Tamathu’ atau qiran, dia wajib menyembelih seekor kambing sebagai dam. Jika tidak mampu, dia diwajibkan berpuasa selama sepuluh hari. Tiga hari selama Ihrom sebelum hari raya haji dan tujuh hari lag dikerjakan sesudah kembali ke tempatnya (Negaranya).
i. Puasa Dam Mencukur Rambut
Orang yang mencukur rambutnya ataupun menghilangkannya tiga helai rambut atau lebih, wajib membayar dam dan boleh memilih salah satu diantara ketiganya :
– Menyembelih seekor kambing
– Bersedekah 9,3 liter beras kepada orang miskin
– Berpuasa selama tiga hari. Puasa itu tidak mesti dilakukan setiap hari.
 
j. Puasa Dam Berburu
Membunuh binatang buruan ketika ihram haji wajib membayar dam. Damnya sebanding dengan binatang jinak (peliharaan). Kalau tidak ada binatangnya, diperkirakan harganya, kemudian dibelikan makanan dan disedekahkan kepada fakir miskin di tanah haram. Sekiranya tidak mungkin membelikan makanan (beras), wajjib dibayar dengan puasa. Setiap 1/4 gantang beras, sama nilainya dengan sehari puasa (satu gantang 3,1 liter). Setelah dihitung banyak berasnya, baru dihitung berapa hari harusnya berpuasa dan boleh dilakukan di mana saja dan mesti tidak usah berturut-turut.
k. Puasa Nazar Mutlak
Nazar yang diucapkan secara umum, tidak terikat kepada waktu tertentu seperti “saya akan berpuasa sepenuh hari karena Allah”.
Nazar seperti ini, wajib memebayarnya dan harus melakukannya tidak usah berturut-turut asalkan cukup sepuluh hari.
i. Puasa Sumpah Mutlak
Sumpah diucapkan secara umum, seperi “Demi Allah, saya akan puasa lima hari dan cara melakukannya tidak usah berturut-turut.
 
 
2. Puasa Sunnah
Salah satu dari macam macam puasa yaitu puasa sunnah. Pengertian Puasa sunnah adalah puasa yang tidak wajib dilakukan, jika dilakukan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapat apa-apa. Macam Macam Puasa Sunnah, antara lain :
a. Puasa enam hari bulan syawal
Puasa enam hari pada bulan syawal hukumnya sunnah. (Hanfih Syafi’I, Ahmad bin Hambali, Malikiah). Menurut Imam Malik makruh berpuasa karena ada orang yang menganggapnya wajib.
Cara pelaksanaannya boleh langsung dilakukan sesudah Ramadhan (selang satu hari pada hari raya), atau tidak langsung asal saja dalam bulan Syawal. Oleh sebagian ulama dikatakan, lebih afdhal berturut-turut akan tetapi menurut Imam Ahmad dapat dilakukan berturut-turut maupun berselang.
b. Puasa Hari Arafa’ (Tanggal 9 Bulan Dzulhijjah)
Orang yang tidak melaksanakan ibadah haji disunnahkan puasa pada hari Arafa’, sebagaimana sabda Rasulullah SAW., “puasa hari arafa’ itu menghapuskan dosa dua tahun,satu tuhan yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.
c. Puasa Hari Asyura (Tanggal 10 Muharram)
Puasa tanggal 10 Muharram disunnahkan berpuasa, sebagaiman sabda Rasulullah : “puasa hari asyura dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”.
d. Puasa Sya’ban (pada bulan sya’ban)
Pada bulan sya’ban disunnahkan puasa sebulan penuh atau berpuasa sebanyak mungkin walaupun tidak sampai satu bulan.
e. Puasa Senin Kamis
f. Puasa Tengah Bulan
Disunnahkan puasa pada tiap-tiap bulan pada tanggal 13,14, dan 15 bulan Qamariyah, di dalam masyarakat kita dikenal dengan puasa hari putih bulan Ramadhan.
g. Puasa Sehari dan Berbuka Sehari
Puasa yang afdhal dan sangat disenangi oleh Allah adalah berpuasa sehari dan berbuka sehari, sebagaimana yang dilakukan oleh nabi daud. Hal ini disunnahkan bagi orang yang mampu melaksanakannya.
 
 
3. Puasa Makruh
Salah satu dari macam macam puasa yaitu puasa makruh. Puasa makruh adalah puasa yang dilakukan namun tidak mendapat pahala maupun dosa dan, macam macam puasa makruh ini antara lain :
a. Puasa Sepanjang Masa
Puasa sepanjang masa maksudnya adalah puasa yang terus-menerus dilakukan, setiap hari, kecuali pada hari-hari yang tidak diperbolehkan berpuasa, seperti pada hari raya Fitri dan Adha, serta pada hari tasyrik (11, 12, 13 bulan Zulhijjah)
b. Menyedihkan (Mengkhususkan) Puasa Bulan Rajab
Imam Ahmad memandang, bahwa mengkhusukan puasa pada bulan Rajab, termasuk makruh, sekiranya ingin juga berpuasa pada bulan itu, berpuasalah sehari dan berbuka sehari, jangan sampai disamakan dengan Ramadhan.
c. Puasa Pada Hari Jum’at
Berpuasa pada hari Jum’at secara khusus makruh hukumnya. Berbeda, sekiranya pada hari jumat itu bertetapan dengan tanggal 13,14,15 setiap bulannya. Mungkin juga orang yang berpuasa seperti Nabi Daud, dia berbuka pada hari kamis dan berpuasa pada hari jumat.
d. Puasa Pada Hari Sabtu
Berpuasa pada hari Sabtu secara khusus dimakruhkan, berbeda sekiranya sebelum dan sesudahnya berpuasa seperti melakukan puasa qadha atau berpuasa kafarat atau berpuasa seperti Nabi Daud.
 
 
4. Puasa Haram (Terlarang)
Puasa haram merupakan salah satu dari macam macam puasa. Pengertian Puasa haram adalah puasa yang apabila dikerjakan akan mendapatkan dosa. Macam macam puasa haram, antara lain :
a. Puasa Pada Hari Raya
Puasa pada hari raya fitri (satu syawal) dan adha (10 Zulhijjah)
b. Puasa Pada Hari Tasyrik
Hari tasyrik berhubungan dengan hari raya idul Adha, sebagai penyempurna hari raya itu dan sama-sama bertakbir sesudah salat lima waktu dan menyembelih hewan qurban.
c. Puasa Bid’ah
– Mengkhuskan sebagai Puasa pada tanggal 12 Rabiul Awal.
– Mengkhusukan puasa 27 rajab.
– Mengkhususkan puasa nisfu (pertengahan) sya’ban.
 
d. Puasa Sunnah yang Merugikan Orang Lain
Ada orang ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak puasa sunnah, sedangkan kewajibannya terhadap keluarganya terabaikan. Seseorang muslim tidak boleh menyia-nyiakan yang fardhu (wajib) lantaran mementingkan yang sunnah.
e. Puasa Isteri Tanpa Izin Suami
Seorang isteri tidak dibenarkan berpuasa sunnah, sekiranya belum mendapatkan izin dari suaminya.
f. Puasa Sunah yang Merugikan Kemaslahatan Umum
Ada orang yang tekun berpuasa tetapi kemaslahatan umum menjadi terbengkalai.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai macam macam puasa dan jenis jenis puasa dalam islam, semoga tulisan informasi ahli mengenai macam macam puasa atau jenis jenis puasa dalam islam dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Syeikh Mu’tawalli sya’rawi, 2006. Puasa Menurut Syariat Dan Kedokteran. Penerbit Maktabah at-Turats al-islami : Jakarta.
Gambar macam macam puasa dalam islam

Gambar macam macam puasa dalam islam

 
Macam Macam Puasa Dalam Islam | ali samiun |