Paradigma Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education)

Loading...

Pembahasan Mengenai Paradigma Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education)

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai paradigma pendidikan kewarganegaraan (civic education).
 
Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) ini mengembangkan paradigma pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang dilakukan melalui berbagai model pembelajaran kolaboratif dan demokratis. Dalam praktiknya paradigma andragogi-demokratis ini lebih menekankan pada proses proses pembelajaran yang berusaha menggali dan mengembangkan pengalaman-pengalaman mahasiswa sebagai peserta didik dewasa, yang diorientasikan bagi upaya pengembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap atau komitmen yang dibutuhkan oleh warga negara di era demokrasi, yang berlangsung secara demokratis dan menyenangkan. Melalui paradigma ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya sekadar memiliki pengetahuan tentang kewarganegaraan (citizenship); tetapi juga memiliki keterampil-keterampilan berdemokrasi (democracy skills) dan memiliki komitmen kuat untuk bersikap dan berperilaku demokratis serta cinta dan bangga menjadi warga Indonesia.
 
Dalam implementasinya paradigma Pendidikan Kewarganegaraan ini adalah suatu proses pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek dari objek pembelajaran, sementara pengajar (dosen dan guru) berperan sebagai fasilitator atau mitra belajar peserta didik dalam seluruh proses pembelajaran di kelas. Sejalan dengan paradigma ini, materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan disusun berdasarkan pada kebutuhan mendasar dan universal warga negara yang semakin kritis, terbuka dan saling terkait sama dengan yang lainnya.
 
Pembelajaran yang bersandar pada Paradigma andragogi-demokratis ini seluruhnya diarahkan agar peserta didik tidak hanya mengetahui sesuatu (learning to know), melainkan dapat belajar untuk menjadi (learning to be) manusia yang bertanggung jawab sebagai individu dan makhluk sosial serta belajar untuk melakukan sesuatu (learning to do) yang didasari oleh pengetahuan yang dimilikinya. Melalui pola pembelajaran tersebut diharapkan mahasiswa dapat dan siap untuk belajar hldup bersama (learning to live together) dalam kemajemukan Indonesia dan dunia.
Melalui Pendidikan Kewarganegaraan ini diharapkan peserta didik dapat menjadi warga negara Indonesia yang tidak hanya memiliki pengetahuan (kognitif), tetapi juga dapat menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif, solutif dan mempunyai pengetahuan yang memadai (well informed) mengenai hak dan kewajiban warga negara dalam sebuah negara bangsa modern.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai paradigma pendidikan kewarganegaraan (civic education), semoga tulisan informasi ahli mengenai paradigma pendidikan kewarganegaraan (civic education) dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– A. Ubaedillah, 2015. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) Pancasila, Demokrasi Dan Pencegahan Korupsi. Yang Menerbitkan Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education)
Gambar Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education)