Loading...

Peroksisom dan Transpor Pasif dan Aktif

Pembahasan Mengenai Peroksisom dan Transpor Pasif dan Aktif

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai peroksisom, transpor pasif dan transpor aktif.
 
1. PEROKSISOM
Pengertian Peroksisom adalah suatu organel yang dibungkus oleh membran tunggal dari lipid dwilapis yang mengandung protein pencerap (reseptor) di dalamnya. Peroksisom diproduksi dalam ER, dan enzim-enzimnya disintesis oleh ribosom yang melekat pada r-ER. Diduga peroksisom tumbuh dan dihancurkan secara otofagi selama 4 sampai 5 hari. Peroksisom banyak ditemukan pada sel hepar yang aktif bermetabolisme.
 
Fungsi Peroksisom yaitu sebagai penghasi enzim katalase yang dapat mempercepat penguraian H2O2 ke dalam H2O dan O2.
 
2. TRANSPOR PASIF DAN TRANSPOR AKTIF
Sel perlu melengkapi organelnya dengan zat-zat tertentu, agar mampu melakukan fungsi-fungsinya. Organel juga mengeluarkan zat yang tidak berguna lagi dan perlu dikeluarkan dari sel. Zat dapat keluar masuk sel, melalui 4 (empat) proses berbeda :
a. Difusi
b. Osmosis
c. Transpor aktif
d. Endositosis dan eksositosis.
Semua zat yang keluar masuk harus melalui membran sel , suatu struktur yang “partial permeable“.
 
a. Difusi
Pengertian Difusi adalah proses berpindahnya zat-zat dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah. Ini suatu proses pasif dan tidak membutuhkan energi. Rate difusi bergantung pada:
1) Derajat konsentrasi
2) Ukuran dan keadaan dari molekul zatnya, molekul kecil lebih cepat daripada yang besar.
3) Jarak difusi, semakin jauh semakin lambat.
4) Area permukaan, semakin besar area permukaannya semakin besar pula rate difusinya.
5) Difusi terjadi karena peranan protein intrinsik dari membran sel.
 
b. Osmosis
Pengertian Osmosis adalah proses pergerakan air dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi lebih rendah melalui membran semi permeabel. Di sini juga pasif total.
 
c. Transpor aktif
Transpor aktif membutuhkan energi karena zat yang diangkut melawan derajat konsentrasi. Bergantung pada protein intrinsik pada permukaan membran sel. Zat ini mengikat protein pada salah satu membran, jadi tidak reversible. Memang protein intrinsik peranannya sangat penting. Protein mengandung bagian reseptor yang mengenali zat-zat spesifik, biasanya zat-zat tersebut tidak larut dalam lipid. Zat mengikat protein dan mengalami perubahan, kemudian meletakkan zat dekat membran sel. Suatu proses yang pasif total. Ini dikenal dengan Pompa Protein (Pro­tein Pump)
 
d. Endositosis dan Eksositosis
Endositosis terjadi bila zat terlalu besar untuk dipindahkan ke dalam sitoplasma dengan proses protein pump. Yang termasuk dalam endositosis adalah :
1) Fagositosis
2) Pinositosis
3) Mikropinositosis
 
Eksositosis proses atau mekanisme pengeluarana zat dari sel. Eksositoses dilihat dari cara zat dikeluarkan terdapat 3 (tiga) cara yaitu :
1) Secara merokrin
2) Secara apokrin
3) Secara holokrin
 
Sekian dari informasi ahli mengenai peroksisom, transpor pasif dan transpor aktif, semoga tulisan informasi ahli mengenai peroksisom, transpor pasif dan transpor aktif dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Sartono dan Marina Lubniar Sartono, 2010. Biologi Sel Molekuler, Variasi dan Keturunan. Yang Menerbitkan Universitas Trisakti : Jakarta.
Gambar Membran Sel (proses difusi)

Gambar Membran Sel (proses difusi)

Gambar Membran Sel (proses osmosis)

Gambar Membran Sel (proses osmosis)

Gambar Mekanisme Pompa Protein

Gambar Mekanisme Pompa Protein

Gambar Proses Endositosis

Gambar Proses Endositosis

Gambar Kelenjar eksokrin komplek campur

1. Pars terminal mukosa 2. Pars terminal serosa 3. Bulan sabit Gianuzzi. Gambar Kelenjar eksokrin komplek campur

Gambar Bagian lobulus kelenjar eksokrin komplek

1. Bulan sabit giannuzzi, 2. Pars terminal mukosa, 3. Pars terminal serosa, 4. Jaringan ikat intralobuler, 5. Pembuluh darah, 6. Jaringan ikat interlobuler, 7. Ductus excretorious. Gambar Bagian lobulus kelenjar eksokrin komplek

Gambar Kelenjar komplek pankreas

1. Sel acinus dengan butir zimogen, 2. Sel-sel centroacinui, 3. Isthmus. Gambar Kelenjar komplek pankreas

Peroksisom dan Transpor Pasif dan Aktif | ali samiun |