Rukun Puasa dan Hal Yang Membatalkannya

Loading...

Pembahasan Mengenai Rukun Puasa dan Hal Hal Yang Membatalkan Puasa

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai rukun puasa dan hal hal yang membatalkan puasa.
 
| Rukun Puasa |
 
Pengertian Rukun Puasa adalah sesuatu yang harus dikerjakan di dalam berpuasa. Rukun puasa ada dua yaitu sebagai berikut :
1. Niat
Salah satu dari rukun puasa yaitu niat. Niat adalah rukun dari ibadah puasa dan tidak sah puasa tanpa niat. Bukan saja puasa, tetapi semua ibadah harus dimulai (didahului) dengan niat yang ikhlas kepada Allah, sebagaimana firmannya Alquran surah AL-Bayyinah.
Niat tempatnya dihati, bukan di lidah dan mengenai waktu berniat terdapat perbedaan pendapat. Sebagian ulama berpendapat, waktu berniat pada malam hari sebelum terbirt fajar, baik puasa fardhu maupun sunnah. (Malik dan al Laits bin sa’ad).
Imam syafi’I dan Ahmad bin Hambali mengatakan, waktu niat puasa fardhu pada malam hari, sedangkan puasa sunnah boleh pada malam atau pada pagi hari.
 
Puasa yang tidak ditentukan waktunya seperti mengqadha puasa Ramadhan, puasa kafarat dan nazar tertenteu (misalya, disebut jumlah hari, tetapi bebas melaksanakannya) niatnya harus pada malam hari sebelum terbit fajar atau paling lambat pada saat terbit fajar.
Pendapat-pendapat ulama di atas sengaja dikemukakan untuk mendapat jalan keluar, bila sewaktu-waktu kita terlupa berniat pada malam harinya, sehingga kita tidak berpuasa, karenanya. Sebaiknya pada malam awal Ramadhan, kita berniat berpuasa sebulan penuh, disamping setiap malamnya kita berniat.
 
2. Menahan dari segala yang membatalkan Puasa mulai dari Terbit Fajar sampai Terbenam Matahari
Hal-hal yang membatalkan puasa adalah makan, minum dan bercampur dengan isteri pada siang hari.
 
| Hal Hal Yang Membatalkan Puasa |
 
Hal hal yang dapat membatalkan puasa yang dikerjakan, antara lain :
1. Makan dan Minum
Puasa menjadi batal, kalau kita makan dan minum disiang hari.
2. Muntah yang Disengaja
Orang yang ingin muntah, dia dimasukkan sesuatu kedalam mulutnya atau jari ke pangkal kerongkongannya atau dengan cara lain yang mengkibatkan dia muntah dan puasanya menjadi batal. Berbeda jika muntah karena perut mual atau masuk angin, maka hal tersebut tidak membatalkan puasa . Seseorang yang membatalkan puasanya karena iya mencampuri isterinya pada siang hari pada bulan Ramadhan, sedang dia wajib berpuasa, wajib atasnya membayar kafarat (Denda). Kafarat ada tiga tingkat :
a. Memerdekakan budak (sekarang tidak ada lagi)
b. Puasa dua bulan berturut-turut
c. Kalau tidak kuat berpuasa bersedekah dengan makanan pokok (beras, jagung)  kepada enam puluh orang miskin masing-masing 3/4 liter.
3. Keluar Darah Haid atau Nifas
Wanita yang datang bulan atau keluar darah sesudah melahirkan (nifas) tidak dibolehkan berpuasa, atau selagi menjalankan puasa kemudian keluar haid, batallah puasanya dan wajib mengqadha pada hari lain.
4. Gila
Jika penyakit gila itu datang pada siang hari, maka batallah puasa orang itu.
5. Keluar Mani dengan Sengaja
Orang yang nafsunya bergejolak, maninya bisa saja keluar pada saat bersentuhan dengan lawan jenisnya dan hal ini dilakukannya dengan sengaja dengan menyenggolkan atau merabanya dan cara-cara lainnya. Bila maninya keluar, puasanya menjadi batal.
Orang yang keluar maninya karena mimpi (tidur pada siang hari), tidak membatalkannya puasa orang itu.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai rukun puasa dan hal hal yang membatalkan puasa, semoga tulisan informasi ahli mengenai rukun puasa dan hal hal yang membatalkan puasa dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Hasan. M. Ali, 2001. Tuntunan Puasa dan Zakat. Penerbit PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Gambar Rukun puasa dan hal yang membatalkannya
Gambar Rukun puasa dan hal yang membatalkannya