Aliran Fungsionalisme Dalam Psikologi

Loading...
Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai aliran fungsionalisme dalam psikologi.
 
 
Aliran Fungsionalisme adalah aliran yang memandang tingkah laku memiliki fungsi fungsi fisikal dan fungsi sosial tertentu. Dengan demikian, setiap mentalitas kejiwaan manusia dengan bentuk tingkah lakunya yang konkret memiliki fungsi fungsi tertentu melalui adaptabilitas yang kuat dengan lingkungannya.
 
Pandangan Utama dari aliran fungsionalisme yaitu sebagai berikut :
a. Manusia bertahan hidup dengan cara melakukan tingkah laku yang adaptable dengan lingkungan di sekitarnya.
b. Setiap adaptabilitas berkaitan dengan kelompok manusia tertentu disesuaikan dengan identitas psikologisnya masing masing secara normatif.
c. Setiap tingkah laku dimotivasi oleh rangsangan tertentu, demikian juga rangsangan berhubungan eral dengan respons yang sesuai. Jadi, keberadaan stimulus dan respons bersamaan dan integral yang berwujud tingkah laku fungsional.
d. Fungsi mental berhubungan dengan unsur unsur biologis manusia karena tidak ada psikologi tanpa biologi. Seperti jiwa dan raga maka raga dipelajari untuk mengetahui isi jiwa.
e. Aliran behaviourisme lebih terbuka dengan berbagai pendekatan. Pendekatan yang paling pokok adalah pendekatan eksperimen terhadap setiap mental yang dilihat dalam fungsi fungsinya yang utama.
f. Bersifat pragmatisme dengan mempersoalkan tujuan yang bermanfaat bagi manusia dalam kaitannya dengan kejiwaan dan mentalitasnya.
g. Ada kekuatan filosofis William James dalam pragmatismenya, yang menurut teori Evolusi Charles Darwin mengenai perjuangan manusia dalam mempertahankan hidup dengan cara melakukan adaptasi terhadap lingkungannya.
h. Berlaku seleksi alam, yaitu yang kuat adalah yang memiliki kemampuan beradaptasi secara evolutif.
i. Lingkungan yang berubah akan mengubah cara cara adaptasi dan yang tidak beradaptasi akan musnah.
j. Manusia adalah makhluk atau binatang yang paling cerdas beradaptasi karena memiliki mental yang terkuat dibandingkan dengan hewan lain.
k. Sepupu Charles Darwin, Sir Francis Galton, berpendapat bahwa mentalitas yang kuat pada manusia dikarenakan faktor keturunan atau bawaan (hereditas). Jika orangtuanya cerdas, anaknya akan cerdas. Dengan demikian, faktor lingkungan kurang berpengaruh.
l. Setiap manusia memiliki perbedaan kemampuan mentalitas dan kemampuan beradaptasi. Perbedaan mentalitas individu dapat diukur secara statistik dan diuji validitasnya secara ilmiah.
m. Selain makhluk manusia, ada makhluk lainnya yang beradaptasi dengan lingkungannya masing masing.
 
 
Tokoh tokoh aliran fungsionalisme yang terkenal di antaranya William Jame (tahun 1842 sampai tahun 1910), John Dewey (tahun 1859 sampai tahun 1952), James Rowland (tahun 1867 sampai tahun 1949), Angell, Harvey A. Carr (tahun 1873 sampai tahun 1954) James Me Kenn Cattell (tahun 1866 sampai tahun 1944), E.L Thorndike (tahun 1874 sampai tahun 1949), dan R.S. Woodworth (tahun 1969 sampai tahun 1962).
 
William James adalah penganut pragmatisme yang dalam paham psikologisnya menjadi fungsionalisme pragmatis. Pragmatisme berasal dari kata “pragma” (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatisme melihat tingkah laku dari realitas kegunaannya. Dalam perkembangan awalnya, pragmatisme merupakan salah satu aliran filsafat aksiologis. Pragmatisme berpandangan bahwa substansi kebenaran adalah jika segala sesuatu memiliki fungsi dan manfaat bagi kehidupan. Contohnya, beragama sebagai kebenaran, jika agama memberikan kebahagiaan. Kaitannya dengan aliran fungsional dalam psikologi adalah karena pragmatisme merupakan salah satu pendekatan di dalam psikologi yang beraliran fungsionalisme, yang tokohnya adalah William James dan John Dewey.
 
William James lahir di New York City pada tahun 1842. Ia adalah anak Henry James, Sr. seorang yang terkenal berkebudayaan tinggi, pemikir yang kreatif. Henry James, Sr. merupakan kepala rumah tangga yang memang menekankan kemajuan intelektual. Pendidikan formalnya mula mula tidak teratur lalu ia mendapat tutor berkebangsaan Inggris, Perancis, Swiss, Jerman dan Amerika. Akhirnya, ia memasuki Harvard Medical School pada tahun 1864.
 
William James menjadi pengajar ilmu anatomi dan fisiologi di Harvard. Tahun 1875, perhatiannya lebih tertarik pada psikologi dan fungsi pikiran manusia. Pada waktu itu, ia menggabungkan diri dengan Peirce, Chauncy Wright, Oliver Wendel Holmes, Jr., dan lain lain tokoh dalam Metaphysical Club untuk berdiskusi mengenai masalah masalah filsafat dengan topik topik metode ilmiah agama dan evolusi. Di sinilah, ia mula mula mendapat pengaruh Peirce dalam metode pragmatisme.
 
Aliran pragmatisme James berpandangan bahwa kebenaran tidak ada yang mutlak dan berlaku umum. Tidak ada yang bersifat tetap dan berdiri sendiri terlepas dari akal pikiran. Kebenaran ditentukan oleh pengalaman dan pengalaman ditentukan oleh perubahan. Dengan demikian, setiap mentalitas manusia berubah-ubah, sesuai dengan perubahan pengalamannya.
 
William James melihat semua tingkah laku manusia dengan unsur unsur pengalamannya sangat bergantung pada fungsi yang diakibatkannya. Segala hal yang memberikan manfaat bagi kehidupan dipandang sebagai mentalitas yang sesungguhnya. James membawakan pragmatisme. Isme ini diturunkan kepada Dewey yang diterapkan di dalam pendidikan.
 
John Dewey adalah seorang penganut pragmatisme yang memperdalam pandangan William James. Sebagai pengikut pragmatisme, John Dewey menyatakan, pengalaman harus diolah melalui pendekatan yang realistik, bukan dengan sangkaan mistik maupun metafisik. Nilai kegunaan praktis dari pengalaman adalah tujuan dari setiap pengalaman itu sendiri. Oleh sebab itu, semakin pandai mengolah dan merekayasa pengalaman, semakin banyak faedahnya bagi manusia.
 
Menurut Jhon Dewey, tak ada sesuatu yang tetap. Manusia senantiasa bergerak dan berabah. Jika mengalami kesulitan, segera berpikir untuk mengatasi kesulitan itu. Oleh karena itu, berpikir tidak lain sebagai alat (instrumen) untuk bertindak. Kebenaran dari pengertian dapat ditinjau dari berhasil atau tidaknya mempengaruhi kenyataan. Satu satunya cara yang dapat dipercaya untuk mengatur pengalaman dan untuk mengetahui arti yang sebenarnya adalah metode induktif. Metode ini tidak hanya berlaku bagi ilmu pengetahuan fisika, melainkan juga bagi persoalan persoalan sosial dan moral.
 
Kenyataan dari mentalitas manusia berada pada tindakannya yang nyata, bukan pada pikiran atau mind atau akal budinya. Kenyataan tindakan dapat diteliti secara objektif dan kegunaannya telah diterima dengan pasti. Dengan demikian, bagi Dewey tindakan nyata merupakan realitas yang sebenarnya dari mentalitas kemanusiaan.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai aliran fungsionalisme dalam psikologi, semoga tulisan informasi ahli mengenai aliran fungsionalisme dalam psikologi dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Mursidin, 2010. Psikologi Umum. Yang Menerbitkan CV Pustaka Setia : Bandung.
Gambar William James Tokoh Aliran Fungsionalisme Dalam Psikologi