Aliran Psikologi Kognitif

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai aliran psikologi kognitif.
 
 
Aliran Psikologi Kognitif berpandangan bahwa kesadaran manusia dapat dikembangkan oleh suatu proses pendidikan, peningkatan akal budinya dan pembinaan kognitif di lingkungan tertentu, seperti sekolah, keluarga dan aktivitas yang ada di lingkungan masyarakat. Pandangan ini melahirkan salah satu pendekatan psikologi yang disebut dengan psikologi kognitif.
 
Ada yang mengatakan bahwa psikologi kognitif adalah psikologi belajar yang merupakan bagian dari psikologi pendidikan. Hanya saja, dalam psikologi kognitif, tujuan utama ini diarahkan pada tingkah laku anak didik dalam konteks formal maupun nonformal. Belajar diartikan sebagai penguatan pikiran dan emosi, serta pengembangan keterampilan dan beradaptasi dengan lingkungan. Oleh sebab itu, psikologi kognitif memiliki tempat tersendiri dalam beberapa mazhab psikologi yang sampai hari ini terus mengalami perkembangan pesat.
 
Ada beberapa aliran dalam kaitannya dengan psikologi kognitif, sebagaimana dikemukakan oleh Zuhairini, yaitu sebagai berikut :
a. Aliran Progresivisme
Aliran progresivisme, pada awalnya yaitu aliran dalam filsafat pendidikan yang sangat berpengaruh pada abad ke 20, terutama di Amerika Serikat. Aliran ini mengakui dan berusaha mengembangkan asas progesivisme dalam sebuah realita kehidupan agar manusia bisa bertahan dalam menghadapi semua tantangan hidup. Dinamakan instrumentalisme karena aliran ini beranggapan bahwa kemampuan inteligensi manusia sebagai alat untuk hidup, untuk kesejahteraan, dan untuk mengembangkan kepribadian manusia. Dinamakan eksperimentalisme karena aliran ini menyadari dan mempraktikkan asas eksperimen untuk menguji kebenaran suatu teori. Dinamakan environmentalisme karena aliran ini menganggap lingkungan hidup itu memengaruhi pembinaan kepribadian.
 
Sifat sifat umum aliran progresivisme dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu (1) sifat sifat negatif; (2) sifat sifat positif. Bagi progresivisme, semua kehidupan tidak ada yang absolut, bahkan dalam agama sekalipun. Oleh karena itu, kecenderungan untuk bertindak liberal sangat dominan dan inilah yang merupakan sifat negatif dari progresivisme. Adapun sifat yang positif adalah pandangannya yang menyatakan bahwa kekuatan manusia secara alamiah mendominasi semua keadaan karena manusia telah diberi kekuatan sejak ia baru dilahirkan, manusia telah kuat secara alami atau man’s natural powers. Dengan demikian, tidak ada yang dapat menandingi kekuatan alami manusia.
 
Pandangan pandangan utama dari progresivisme adalah sebagai berikut :
  1. setiap manusia memiliki kebebasan yang sama dalam memperoleh pendidikan dan belajar;
  2. mengembangkan kemajuan berpikir seimbang dengan pemenuhan kebutuhan fisik setiap individu;
  3. pengembangan bakat alami di dalam jiwa manusia dan mendorongnya melalui pendidikan;
  4. tidak membiarkan terjadinya statisme bakat di dalam diri manusia;
  5. menghapuskan norma norma otoriterianistik di dalam pendidikan yang merusak jiwa anak didik;
  6. melakukan proses sosialisasi pengetahuan ke dalam kepribadian manusia di dalam dunia pemikiran dan pendidikan;
  7. menyatukan fungsi fungsi pendidikan dan pengembangan akal budi manusia dalam semua lingkungan;
  8. mengkaji pengalaman manusia yang secara universal mengandung nilai edukasi bagi anak didik;
  9. mengedepankan belajar sambil berbuat, berbuat sambil belajar mengembangkan kekhususan talenta manusia;
  10. kesadaran berpusat pada kecerdasan individu yang memerlukan pelatihan dan pendidikan;
  11. pandangan filosofisnya berakal dari pragmatisme William James dan Jhon Dewey.
 
b. Aliran Esensialisme
Esensialisme muncul pada zaman Renaisans yang ciri cirinya berbeda dengan progresivisme. Dasar pijakan aliran ini lebih fleksibel dan terbuka untuk perubahan, toleran, dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu. Esensialisme memandang bahwa pendidikan hams berpijak pada nilai nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama, yang memberikan kestabilan, dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas.
 
Menurut Imam Barnadib, esensialisme diwarnai oleh idealisme dan realisme. Beberapa tokoh yang menyebarkan aliran esensialisme adalah sebagai berikut.
  1. Desiderius Erasmus, humanis Belanda yang hidup pada akhir abad ke 15 dan permulaan abad ke 16. Dia adalah tokoh pertama yang menolak pandangan hidup yang berpijak pada dunia lain. Erasmus berusaha agar kurikulum sekolah bersifat humanistis dan bersifat internasional sehingga bisa mencakup lapisan menengah dan kaum aristokrat.
  2. Johann Amos Comenius yang hidup di seputar tahun 1592 sampai tahun 1670. Dia adalah seorang yang memiliki pandangan realis dan dogmatis. Comenius berpendapat bahwa pendidikan mempunyai peranan di dalam membentuk anak sesuai dengan kehendak Tuhan karena pada hakikatnya dunia adalah dinamis dan bertujuan.
  3. John Locke, tokoh dari Inggris yang hidup pada tahun 1632 sampai tahun 1704. Dia adalah pemikir dunia berpendapat bahwa pendidikan hendaknya selalu dekat dengan situasi dan kondisi. Locke mempunyai sekolah keija untuk anak-anak miskin.
  4. Johann Henrich Pestalozzi, sebagai seorang tokoh yang berpandangan naturalistis yang hidup pada tahun 1746 sampai tahun 1827. Pestalozzi mempunyai kepercayaan bahwa sifat sifat alam itu tercermin pada manusia, sehingga pada diri manusia terdapat kemampuan kemampuan wajarnya. Selain itu, ia mempunyai keyakinan bahwa manusia juga mempunyai hubungan transendental langsung dengan Tuhan.
  5. Johann Friederich Frobel (tahun 1782 sampai tahun 1852) adalah tokoh yang berpandangan kosmis-sintetis dengan keyakinannya bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang merupakan bagian dari alam ini, sehingga manusia tunduk dan mengikuti ketentuan ketentuan hukum alam. Terhadap pendidikan, Frobel memandang anak sebagai makhluk yang berekspresi kreatif, yang dalam tingkah lakunya akan tampak adanya kualitas metafisis. Oleh karena itu, tugas pendidikan adalah memimpin anak didik ke arah kesadaran diri sendiri yang murni, selaras dengan fitrah kejadiannya.
  6. Johann Friederich Herbert yang hidup pada tahun 1776 sampai tahun 1841. Dia adalah salah seorang murid Immanuel Kant yang berpandangan kritis. Herbert berpendapat bahwa tujuan pendidikan adalah menyesuaikan jiwa seseorang dengan kebajikan dari yang Mutlak dalam arti penyesuaian dengan hukum hukum kesusilaan. Hal itulah yang disebut proses pencapaian tujuan pendidikan oleh Herbert sebagai pengajaran yangmendidik.
  7. William T Harris, tokoh dari Amerika Serikat hidup pada tahun 1835 sampai tahun 1909. Harris yang pandangannya dipengaruhi oleh Hegel berusaha menerapkan idealisme objektif pada pendidikan umum. Tugas pendidikan baginya adalah mengizinkan terbukanya realita berdasarkan susunan yang pasti, berdasarkan kesatuan spiritual. Kedudukan sekolah adalah sebagai lembaga yang memelihara nilai nilai yang telah turun-temurun dan menjadi penuntun penyesuaian diri kepada masyarakat.
 
Tokoh tokoh esensialisme mendirikan organisasi yang bemama ‘Essentialist Committee for the Advancement of Education’ pada tahun 1930. Organisasi ini merupakan wadah untuk memperkuat aliran esensialisme, terutama di dalam menghadapi persaingan dengan progresivisme. Melalui organisasi inilah, pandangan pandangan esensialisme dikembangkan di dalam dunia pendidikan. Paham idealime dan realisme memperkuat pandangan pandangan psikologis mengenai kebutuhan manusia dalam pendidikan.
 
Menurut esensialisme, mentalitas individu perlu terus-menerus dikembangkan melalui hal hal sebagai berikut :
  1. pembentukan kepribadian yang terbuka di dalam mengembangkan pemikiran dan kesadaran mentalitasnya;
  2. pemenuhan kehidupan jasmaniah dan rohaniah;
  3. meningkatkan kegunaan pendidikan di dalam lingkungan yang integral antara diri dengan dunia luar;
  4. masyarakat merupakan cermin yang positif untuk bahan pembelajaran individu;
  5. berinteraksi dengan manusia merupakan cara pengembangan diri yang lebih efektif dibandingkan berinteraksi di dalam kehidupan yang tertutup.
 
c. Aliran Perennialisme
Perennialisme diambil dari kata perennial, yang dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English diartikan sebagai “continuing throughout the whole year” atau “Lasting for a very long time” yang berarti abadi atau kekal. Dari makna yang terkandung dalam kata itu aliran perennialisme berpegang pada nilai nilai dan norma norma yang bersifat kekal abadi.
 
Perennialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan sekarang. Perennialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh, baik teori maupun praktik bagi kebudayaan dan pendidikan zaman sekarang. Dari pendapat ini, diketahui bahwa perennialisme merupakan hasil pemikiran yang memberikan kemungkinan bagi seseorang untuk bersikap tegas dan lurus. Oleh karena itulah, perennialisme berpendapat bahwa mencari dan menemukan arah dan tujuan yang jelas merupakan tugas yang utama dari kehidupan.
 
Menurut Muhammad Noor Syam, Perennialisme melihat bahwa akibat dari kehidupan zaman modem telah menimbulkan banyakkrisis di berbagai bidang kehidupan manusia. Obat krisis yang paling mujarab menurut perennialisme adalah kembali kepada kebudayaan masa lampau atau regressive road to culture.
 
Upaya untuk meningkatkan kesadaran manusia dan pengembangan mentalitas, menurut perennialisme yaitu sebagai berikut :
  1. kembali kepada jati diri melalui pengalaman di masa lalu;
  2. kebudayaan masa lampau lebih kuat dan menjamin keamanan manusia karena telah teruji;
  3. perbanyaklah berterima kasih kepada kebudayaan masa lampau dengan cara menjadikan paradigma pendidikan bagi mentalitas manusia;
  4. nilai nilai keagamaan sangat penting untuk mendorong manusia mengembangkan jiwanya;
  5. akal merupakan alat yang terpenting dalam membentuk perilaku.
Pengaruh pemikiran filsuf seperti Plato, Thomas Aquinus sangat kuat dalam membentuk corak berpikiran perennialisme.
 
d. Aliran Rekonstruksionisme
Pandangan aliran rekonstruksionisme tidak terlalu jauh berbeda dengan aliran perennialisme, yaitu sebagai berikut :
  1. manusia harus menetapkan tujuan utama di dalam kehidupannya;
  2. semua masalah yang dihadapi berasal dari penyimpangan tujuan utama dalam kehidupan yang perlu direstorsi atau restore to the original form;
  3. perlu diadakan kesepakatan bersama di dalam mencapai tujuan hidup;
  4. semua lembaga pendidikan harus direkonstruksi dengan melihat kebutuhan dan tujuan yang paling visibel;
  5. perlunya menjalin kerja sama dalam dunia pendidikan;
  6. dunia harus bersatu dengan ikatan kebudayaan yang utuh;
  7. mencari dan mendalami kesadaran jiwa melalui pengembangan kognitif manusia
 
e. Aliran Eksistensialisme
Eksistensialisme berasal dari kata “existency ” kata dasamya “exist”. Kata “exist” adalah bahasa latin yang artinya : ex, keluar dan sistare artinya berdiri. Jadi, eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari diri sendiri. Eksistensialisme muncul sebagai reaksi terhadap peradaban manusia yang hampir punah akibat Perang Dunia Kedua, yang berhasrat mengembalikan keberadaan umat manusia pada tujuan fundamental kehidupannya.
 
Ahmad Tafsir mengatakan bahwa eksistensialisme menempatkan cara wujud manusia sebagui tema sentral. Eksistensialisme menyatakan bahwa cara berada manusia dan benda lain tidaklah sama. Manusia berada di dunia. Demikian juga, sapi dan pohon. Akan tetapi, cara beradanya tidak sama. Manusia berada di dalam dunia; ia mengalami beradanya di dunia itu. Manusia menyadari dirinya berada di dunia. Manusia menghadapi dunia, menghadapi dengan mengerti apa yang dihadapinya itu. Manusia mengerti kegunaan pohon, batu dan salah satu di antaranya ialah ia memahami bahwa hidupnya mempunyai arti. Apa arti semua ini ? Artinya ialah “bahwa manusia adalah subjek.” Subjek artinya yang menyadari, yang sadar. Barang barang yang disadarinya disebut objek.
 
Lalu, di mana kesalahan materialisme ?. Ren Le Senne seorang eksistentialis, merumuskan kesalahan materialisme itu secara singkat merupakan kesalahan itu ialah detotalisasi. De artinya memungkiri, total artinya seluruh. Maksudnya, memungkiri manusia sebagai keseluruhan. Pandangan materialisme belum mencakup manusia secara keseluruhan. Pandangan mengenai manusia seperti pada materialisme akan membawa konsekuensi yang sangat penting. Lahirnya eksistensialisme merupakan salah satu dari konsekuensi itu.
 
Eksistensialisme adalah suatu penolakan terhadap suatu pemikiran abstrak, tidak logis atau tidak ilmiah. Eksistensialisme menolak segala bentuk kemutlakan rasional. Dengan demikian, aliran ini hendak memadukan hidup yang dimiliki dengan pengalaman, dan situasi sejarah yang ia alami, dan tidak mau terikat oleh hal hal yang sifatnya abstrak serta spekulatif. Baginya, segala sesuatu dimulai dari pengalaman pribadi, keyakinan yang tumbuh dari dirinya dan kemampuan serta keluasan jalan untuk mencapai keyakinan hidupnya.
 
Pandangannya mengenai pendidikan disimpulkan oleh Van Cleve Morris di dalam Existentialism and Education, bahwa “Eksistensialisme tidak menghendaki adanya aturan aturan pendidikan dalam segala bentuk.” Oleh sebab itu, eksistensialisme menolak bentuk bentuk yang birokratis dan terlalu administratif.
 
 
Sekian dari informasi ahli mengenai aliran psikologi kognitif, semoga tulisan informasi ahli mengenai aliran psikologi kognitif dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Mursidin, 2010. Psikologi Umum. Yang Menerbitkan CV Pustaka Setia : Bandung.
Gambar Kurt Lewin Tokoh Aliran Psikologi Kognitif

Gambar Kurt Lewin Tokoh Aliran Psikologi Kognitif

 
Aliran Psikologi Kognitif | ali samiun |