Multikulturalisme di Indonesia

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai multikulturalisme di Indonesia.
 
 
Meskipun istilah Multikulturalisme tidak terdapat di dalam kosa kata sejarah kebangsaan dan budaya Indonesia, substansi multikulturalisme sangat lekat dengan proses perjalanan bangsa Indonesia yang memiliki kemajemukan dalam banyak hal. Dalam perjalanan sejarah nasionalisme Indonesia, terdapat beberapa tahap yang sudah dan sedang dilalui oleh bangsa Indonesia. Bahkan fenomena multikultural ini sudah menjadi salah satu dari nilai-nilai konsensus dasar bangsa Indonesia. Nilai pluralis dan multikultur adalah nilai yang dijunjung dan dikembangkan oleh segenap bangsa Indonesia secara kreatif dengan tujuan membangun keadaban sipil (civility) dan warga negara Indonesia yang inklusif.
 
 
Tahap-tahap plural dan multikultur yang berkembang di dalam sejarah Indo­nesia yang dimaksud sebagai berikut.
 
Tahap Pertama, ditandai dengan tumbuhnya suatu perasaan kebangsaan dan persamaan nasib yang kemudian diikuti dengan perlawanan terhadap penjajahan, baik yang terjadi sebelum maupun sesudah proklamasi kemerdekaan. Nasionalisme religius dan nasionalisme sekuler muncul bersamaan dengan lahirnya gagasan In­donesia merdeka. Upaya dari kelompok nasionalis Islam untuk mendirikan negara yang berlandaskan pada Islam dan kalangan nasionalis sekuler yang ingin mempertahankan negara sekuler berdasarkan Pancasila dijadikan patokan untuk memahami kesadaran kebangsaan atau perasaan nasionalisme bangsa.
 
Tahap Kedua adalah bentuk nasionalisme Indonesia yang merupakan kelanjutan dari semangat revolusioner pada masa perjuangan kemerdekaan, dengan peranan pemimpin nasional yang lebih besar. Nasionalisme pada era ini mengandaikan adanya ancaman musuh dari luar terus-menerus terhadap kemerdekaan Indonesia.
 
Tahap Ketiga adalah nasionalisme persatuan dan kesatuan. Di era Orde Baru, contohnya, kelompok oposisi atau mereka yang tidak sepaham dengan pemerintah disingkirkan karena dianggap akan mengancam persatuan dan stabilitas. Perbedaan diredam agar secara nyata tampak sama, sehingga segala perbedaan ditutupi dan disembunyikan. Terhadap luar negeri, nasionalisme ini berarti kedaulatan, integritas dan identitas bangsa. Tetapi untuk bangsa, tekanan terhadap kedaulatan sama artinya dengan mengekang HAM (Hak Asasi Manusia) dan demokrasi. Nilai nilai Pancasila ditekankan dalam segala bidang, dan nilai-nilai di luar Pancasila dianggap sebagai ancaman dan perusak bangsa.
 
Tahap Keempat adalah nasionalisme kosmopolitan. Dengan bergabungnya Indonesia ke dalam sistem internasional, nasionalisme Indonesia yang dibangun adalah nasionalisme kosmopolitan yang menandakan bahwa Indo­nesia sebagai bangsa tidak dapat menghindari dari bangsa lain, tetapi dengan tetap memiliki nasionalisme kultural keindonesiaan dengan memberikan kesempatan kepada aktor-aktor di daerah secara langsung untuk dapat menjadi aktor kosmopolit. Dalam konteks dan kecenderungan global ini, semakin banyak orang membayangkan akan menjadi warga dunia (world citizen) dan terikat pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Karena hal inilah nilai-nilai dan semangat generasi baru produk modernisasi dan globalisasi sekarang tidak dapat dipahami dalam pengertian nasionalisme lama, yaitu cinta dan pembelaan kepada Tanah Air secara total bahkan membabi buta. Nilai-nilai, semangat, dan patriotisme mereka mestinya diletakkan di dalam semangat pembelaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang sudah menjadi wacana masyarakat dunia.
 
Nasionalisme kosmopolitan yang menjadikan Indonesia sebagai bagian ma­syarakat dunia secara otomatis menjadikan bangsa Indonesia terbuka bagi gagasan multikulturalisme. Prinsip kebhinekaan yang terdapat pada falsafah negara Panca­sila memberikan ruang dinamis bagi muncul dan berkembangnya masyarakat multikultural Indonesia, di mana keragaman budaya dan pandangan manusia Indonesia dapat bersanding secara kreatif dan dinamis dengan nilai-nilai budaya dan gagasan global : kemanusiaan, persamaan, keadilan, dan sebagainya.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai multikulturalisme di Indonesia, semoga tulisan informasi ahli mengenai multikulturalisme di Indonesia dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– A. Ubaedillah, 2015. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) Pancasila, Demokrasi Dan Pencegahan Korupsi. Yang Menerbitkan Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Multikulturalisme di Indonesia

Gambar Multikulturalisme di Indonesia

 
Multikulturalisme di Indonesia | ali samiun |