Loading...

Pengertian Multikulturalisme dan Masyarakat Multikultural

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai multikulturalisme dan masyarakat multikultural.
 
 
Menurut Farida Hanum, Pengertian Multikulturalisme adalah sebuah pengakuan atas pluralisme budaya. Pluralisme bukanlah sesuatu yang statis atau ada begitu saja (taken for granted), namun pluralisme terbentuk akibat proses dinamis dari pertemuan antara nilai nilai yang ada pada sebuah komunitas.
 
Multikulturalisme merupakan suatu gagasan kesediaan untuk hidup berdampingan dengan orang maupun kelompok lain yang berbeda secara damai. Sebuah gagasan yang lahir dari wacana global mengenai pluralisme dan harmoni, keberagaman dalam kedamaian dan keserasian, sekaligus sebagai sebuah kritik tajam bagi mereka yang masih bersikap diskriminatif terhadap kelompok marginal, minoritas, miskin dan kaum perempuan.
 
Mulltikulturalisme (budaya plural) adalah sebuah kebijakan atau realitas yang menekankan pada keunikan karakteristik dari keragaman budaya di dunia, yang terutama pada kalangan imigran yang ada di suatu negara. Istilah Multikulturalisme ini pertama kali digunakan pada 1957 untuk menggambarkan fenomena keragaman budaya imigran yang terjadi di negara Swiss. Kemudian konsep ini digunakan di Kanada pada tahun 1960 sebelum akhirnya menyebar di berbagai negara yang menggunakan bahasa Inggris. Menurut the Columbia Electronic Encyclopedia, Pengertian Multikulturalisme adalah sebuah istilah yang menjelaskan koeksistensi dari bermacam budaya yang terdapat pada suatu tempat, tanpa adanya satu budaya yang mendominasi. De­ngan menjadikan sejauh mungkin tingkat perbedaan manusia dapat diterima oleh sebanyak mungkin dari jumlah penduduk, multikulturalisme ini sebenarnya ingin mencari solusi atas perilaku dan tindakan rasial dan diskriminasi. Dengan demikian, istilah multikulturalisme tidak lain sebagai sebuah konsep pengakuan (recognition) dari suatu entitas budaya dominan terhadap keberadaan budaya-budaya yang lain.
 
Terdapat beberapa istilah yang secara konseptual yang tampak mirip dengan terminologi multikulturalisme meski dalam beberapa hal berbeda. Contohnya diversitas, pluralisme, heterogenitas atau yang sering disebut dengan is­tilah “masyarakat majemuk.” Masyarakat majemuk (plural society) berbeda halnya dengan keragaman budaya atau multikulturalisme (plural culture). Masyarakat multikultural (majemuk) lebih menekankan pada etnisitas atau suku yang pada gilirannya membangkitkan gerakan etnosentrisme dan etnonasionalisme. Sifatnya sangat askriptif dan primor­dial. Bahaya chauvinism (merasa paling baik dari yang lain) sangat potensial tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat model ini. Karena wataknya yang sangat mengagungkan ciri stereotip kesukuan, maka anggota masyarakat tersebut memandang kelompok lain dengan cara pandang mereka yang rasial dan primordial. Model ma­syarakat  multikultural sangat rentan dengan konflik. Dengan demikian, konflik yang mereka miliki dapat terjadi setiap saat.
 
Berbeda dengan konsep dan perspektif masyarakat multikultural (masyarakat majemuk), konsep multi­kulturalisme sangat menjunjung perbedaan budaya bahkan menjaganya agar tetap hidup dan berkembang secara alamiah dan dinamis. Lebih dari sekadar memelihara dan mengambil manfaat dari perbedaan, perspektif multikulturalisme melihat hakikat kemanusiaan sebagai sesuatu yang universal, bahwa manusia adalah sama. Bagi masyarakat multikultural perbedaan merupakan suatu kesempatan untuk memanifestasikan hakikat sosial manusia dengan dialog dan komunikasi. Multi­kulturalisme sangat mementingkan dialektika yang kreatif.
 
Karakter Masyarakat Multikultural yaitu toleran. Mereka hidup di dalam semangat peaceful co-existence, hidup berdampingan secara damai. Setiap entitas sosial dan budaya selalu membawa jati dirinya, tidak melebur kemudian hilang, namun juga tidak diperlihatkan sebagai kebanggaan yang melebihi penghargaan terhadap entitas lain. Dalam perspektif multikulturalisme, baik individu maupun kelompok dari berbagai etnik dan budaya, hidup di dalam suasana kohesi sosial yang dinamis tanpa kehilangan identitas etnik dan kultur mereka. Meskipun mereka hidup bersatu di dalam ranah sosial, tetapi antara entitas tetap ada suatu jarak. Prinsip “aku dapat bersatu dengan engkau, tetapi antara kita berdua tetap ada jarak” sangat kuat di dalam masyarakat multikultural. “Aku hanya bisa menjadi aku dalam arti sepenuhnya dengan menjadi’ satu dengan engkau, namun tetap saja antara aku dan engkau tetap ada jarak,” merupakan prinsip lain yang ada pada masyarakat multikultur. Untuk menjaga jarak sosial tersebut dapat tetap kondusif diperlukan jalinan komunikasi, dialog, dan toleransi yang kreatif.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai multikulturalisme dan masyarakat multikultural, semoga tulisan informasi ahli mengenai multikulturalisme dan masyarakat multikultural dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– A. Ubaedillah, 2015. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) Pancasila, Demokrasi Dan Pencegahan Korupsi. Yang Menerbitkan Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Pengertian Multikulturalisme dan Masyarakat Multikultural

Gambar Pengertian Multikulturalisme dan Masyarakat Multikultural

 
Pengertian Multikulturalisme dan Masyarakat Multikultural | ali samiun |