Pengertian Psikologi Perkembangan

Loading...
Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian psikologi perkembangan.
 
 
Pengertian Psikologi Perkembangan adalah psikologi yang mempelajari proses perkembangan individu, sebelum dan setelah kelahirannya, serta kematangan perilaku. Selain itu, psikologi perkembangan mempelajari perubahan perilaku dan kemampuan kemampuan yang muncul di sepanjang terjadinya perkembangan, baik dilihat dari fisikalitas fungsionalnya maupun kepribadiannya. Psikologi perkembangan dapat dikatakan sebagai suatu ilmu yang mempelajari perkembangan manusia dan hewan sejak prenatal, usia balita, masa anak-anak, remaja, pemuda, dewasa dan terakhir pada masa tua sampai meninggal dunia.
 
Dari psikologi perkembangan, lahirlah cabang cabang psikologi perkembangan yang membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai masa tua, yaitu :
a. Psikologi anak;
b. Psikologi remaja;
e. Psikologi orang dewasa; d. psikologi orangtua.
 
Dalam psikologi anak dipelajari keadaan anak yang baru dilahirkan, yang dalam psikologi perkembangan islami, disebutkan bahwa anak yang baru di lahirkan ada di dalam keadaan fitrah, artinya bersih dari pengaruh eksternal. Fitrah manusia yang baru dilahirkan merupakan kecenderungan yang meliputi hal hal berikut :
1. Manusia telah ditetapkan oleh Allah lahir di dalam keadaan fitrah, terbebas dari segala bentuk dosa;
2. Kebutuhan fitrah manusia tidak akan dapat diubah oleh siapa pun;
3. Perubahan yang dipaksakan terhadap kebutuhan fitrah manusia tidak akan langgeng;
4. Ilmu pengetahuan merupakan salah satu kebutuhan fitrah manusia, karena dengan ilmu pengetahuan, secara sadar atau tidak, manusia memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mempertahankan kehidupannya.
 
Fitrah manusia adalah kehendak yang tidak dapat digantikan oleh yang lain, contohnya jika seluruh manusia ingin mengetahui sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan dibayangkannya. Fitrah manusia semacam ini adalah pemberian Allah, sebagaimana diberikan oleh Allah kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi (Surah Al-Baqarah ayat 30).
 
Fitrah manusia memiliki pengetahuan ilahiah hanya karena pengaruh unsur duniawi yang penuh dengan hawa nafsu dan keserakahan maka ilmunya merusak ketenteraman manusia sendiri (Surah Al-A’raf ayat 179).
 
Sesuai dengan kesuciannya dalam struktur manusia, Allah telah memberi seperangkat kemampuan dasar yang memilih kecenderungan berkembang. Dalam psikologi, dasar itu disebut “potensialitas” atau “disposisi” yang menurut aliran psikologi behaviorisme yang disebut prepotence replexes atau kemampuan dasar yang secara otomatis dapat berkembang.
 
Dalam perspektif Islam, kemampuan dasar itu sama dengan fitrah yang dalam pengertian etimologis, mengandung makna kejadian atau suci. Fitrah berarti menjadikan. Berdasarkan Al-Quran surat Ar-Ruum ayat 30, makna fitrah adalah suatu kemampuan dasar manusia yang berkembang secara dinamis, dianugerahkan oleh Allah kepada manusia yang mengandung komponen komponen yang bersifat dinamis dan responsif teihadap pengaruh lingkungan.
 
Komponen komponen yang dimaksud, menurut H.M. Arifin yaitu sebagai berikut :
1. Bakat, yaitu suatu kemampuan pembawaan yang potensial dan mengacu pada kemampuan akademis, profesional di dalam berbagai bidang kehidupan. Bakat ini berpangkal pada kemampuan kognisi, konasi dan emosi.
2. Insting atau gharizah, yaitu suatu kemampuan berbuat atau beraktivitas tanpa melalui proses belajar. Kemampuan insting ini juga merupakan pembawaan sejak lahir yang termasuk pada kapabilitas manusia.
3. Driver atau dorongan nafsu; seperti yang mendorong ke arah perbuatan tercela dan merendahkan orang lain (lawwamah), nafsu yang mendorong ke arah perbuatan merusak, membunuh atau memusuhi orang lain (amarah), serta nafsu yang mendorong ke arah ketaatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa (mutma ’innah). Menurut Al-Ghazali, nafsu manusia terdiri atas nafsu malakiyah yang cenderung ke arah perbuatan mulus sebagaimana halnya para malaikat dan nafsu bahamiyah yang mendorong ke arah perbuatan rendah sebagaimana nafsu binatang.
4. Karakter (watak); karakter ini berkaitan dengan tingkah laku moral dan sosial serta etis seseorang. Karakter sangat erat kaitannya dengan personalitas seseorang.
5. Intuisi; merupakan kemampuan psikologis manusia untuk menerima ilham Tuhan. Intuisi menggerakkan hati nurani (conscience), yang membimbing manusia ke arah perbuatan di dalam situasi khusus di luar kesadaran akal pikirannya, tetapi mengandung makna yang bersifat konstruktif bagi kehidupannya.
 
Fitrah manusia sudah ada sejak bayi, tetapi fitrah yang semula cenderung pada kebenaran akan berubah oleh berbagai pengaruh dari luar dan tidak menutup kemungkinan dalam perkembangannya, anak menjadi penjahat yang kejam dan sadis. Dengan demikian, konsep fitrah manusia dalam ilmu pendidikan Islam meliputi lima hal mendasar, yaitu sebagai berikut.
1. Manusia pada asalnya makhluk Allah yang bersih dari dosa dan kotoran nafsu duniawi.
2. Allah memberikan roh fitrahi kepada manusia dalam bentuk keinginan dan kecenderungan mencari kebenaran.
3. Fitrah artinya cenderung bertauhid dan pasrah kepada kehendak Allah.
4. Kehendak fitrah manusia yang mendasar atas mencari ilmu pengetahuan.
5. Pengaruh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat dapat mengotori dan menutur nilai nilai fitrah manusia.
 
Perkembangan tingkah laku manusia dipelajari dari berbagai sudut pandang kejiwaan. Contohnya mempelajari faktor faktor genetik yang memengaruhi perkembangan berpikir anak, faktor lingkungan, aktivitas sehari-hari, teman dekat, mata pencaharian, pasangan hidup, jumlah anak dan hal lainnya, berkaitan dengan masa masa terjadinya perkembangan mentalitas manusia.
 
Sebagaimana ada pandangan yang mengatakan bahwa perkembangan anak memerlukan bimbingan orangtuanya dengan melakukan hal hal penting, yaitu :
1. memberi teladan yang baik;
2. membiasakan anak bersikap baik;
3. menyajikan cerita cerita yang baik;
4. menerangkan segala hal yang baik;
5. membina daya kreatif anak;
6. mengontrol, membimbing dan mengawasi perilaku anak dengan baik;
7. memberikan sanksi yang bemilai pelajaran dengan baik. Rasulullah SAW. mengatakan bahwa jika anak telah berumur tujuh tahun, perintahlah untuk mendirikan shalat. Jika meninggalkan shalat, maka berilah sanksi (pukullah pantatnya) (Baihaqie, 1992:16);
8. mengajarkan doa doa. Doa doa yang dilantunkan orangtua untuk anak anak akan membawa ke arah perkembangan yang positif. Hal ini karena doa orangtua menjadi motivasi yang kuat bagi perkembangan mentalitas anak. Sebaliknya, anak juga diajarkan doa doa untuk orangtuanya. Doa anak merupakan bentuk amaliah yang bermanfaat bagi orangtua, meskipun orangtuanya telah meninggal dunia.
 
Perkembangan anak dimulai dari pergaulannya dalam kehidupan keluarga, kemudian berlanjut di lingkungan sekolah. Sekolah sebagai tempat pembelajaran anak memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan mentalitas anak. Jenis jenis sekolah ini termasuk dalam objek yang dikaji dengan pendekatan psikologi pendidikan. Banyak ulama menyarankan, apabila anak telah dididik di rumah atau di dalam kehidupan keluarga, masukkanlah ia ke sekolah Islam agar pendidikan tauhidnya terus diperkuat dan anak tersebut akan kuat di dalam menghadapi tantangan zaman yang serbasekuler. Begitulah seterusnya, di dalam ajaran Islam, pendidikan anak berlangsung sepanjang hidup, bahkan orang yang menghadapi sakaratul-maut juga masih diajari kalimat tauhid, dengan cara membaca talqin dan syahadat agar ia mati dalam keadaan muslim.
 
Pandangan tentang pembentukan perkembangan mentalitas anak, sebagaimana diuraikan di atas merupakan bagian dari psikologi perkembangan. Perkembangan anak ditunjang oleh berbagai pengaruh dari luar yang akan menjadi pengalaman berharga bagi anak. Barometer perbuatan anak diawali oleh sejak pertama kali ia merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan meniru segala sesuatu yang sering dilihatnya di lingkungan terdekat, terutama dari kedua orangtuanya.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai pengertian psikologi perkembangan, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian psikologi perkembangan dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Mursidin, 2010. Psikologi Umum. Yang Menerbitka Pustaka Setia : Bandung.
Gambar Pengertian Psikologi Perkembangan
Gambar Pengertian Psikologi Perkembangan