Pengertian Psikologi Perusahaan

Loading...
Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian psikologi perusahaan.
 
 
Pengertian Psikologi Perusahaan adalah ilmu psikologi yang berhubungan dengan persoalan perusahaan, menyangkut perilaku manajemen, hubungan antara karyawan, strategi pemasaran dan kinerja perusahaan dilihat di dalam perspektif psikologi. Contohnya : psikologi yang menguraikan kepuasan kerja. Kepuasan kerja menempati peringkat yang tinggi di dalam kehidupan para pekerja. Sebab, ia berkaitan dengan tujuan manusia untuk merealisasikan dan mengaktualisasikan potensi dirinya dalam pekerjaan.
 
Kepuasan kerja berkaitan dengan motivasi kerja yang kadang terbendung oleh berbagai kerutinan, hambatan lingkungan kerja yang kurang seimbang atau karena situasi dan perangkat kerja yang secara ergonomis tidak mendukung peningkatan produktivitas kerja. Stres yang dialami oleh karyawan dan kepuasan kerja yang didambakan seolah-olah merupakan dua kondisi yang bukan saja saling berkaitan, namun sekaligus antagonistis. Karyawan dan perusahaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karyawan memegang peran utama di dalam menjalankan roda kehidupan perusahaan. Apabila karyawan memiliki produktivitas dan motivasi kerja tinggi, laju roda juga akan berjalan kencang, yang akhirnya akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik untuk perusahaan. Namun di sisi lain, bagaimana mungkin roda perusahaan berjalan dengan baik, kalau karyawannya bekerja tidak produktif, berarti bahwa karyawan itu tidak memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak ulet di dalam bekerja dan memiliki moral yang rendah.
 
Dengan keadaan itu, dalam psikologi perusahaan dianalisis, contohnya, mengenai tugas manajemen agar karyawan memiliki semangat kerja dan moral yang tinggi serta rajin di dalam bekerja, Faktor faktor yang dapat memengaruhi suasana kerja dapat ditemukan di dalam jenis pekerjaan dan manajemen perusahaannya karena kepuasan kerja karyawan tidak mutlak hanya dipengaruhi oleh gaji. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, di antaranya yaitu kesesuaian dengan pekerjaan, kebijakan organisasi termasuk juga kesempatan untuk berkembang, lingkungan kerja dan perilaku dari atasan.
 
Menurut Angelina Yuri Puji listiyani, suatu perusahaan terdiri atas input, proses dan outcomes. Input adalah komponen komponen yang ada di luar lingkungan organisasi, antara lain sumber daya manusia dan peraturan pemerintah. Proses ini meliputi komponen komponen yaitu motivasi, komunikasi, persepsi, kepemimpinan dan konflik. Adapun komponen outcomes, antara lain meliputi kinerja individu dan kelompok, serta efektivitas dari organisasi.
 
Untuk memahami lebih dalam mengenai salah satu komponen dari organisasi ini, kita harus memahami bahwa setiap individu sebagai sumber daya manusia dalam suatu perusahaan atau organisasi memiliki nilai nilai kerja (work value), yaitu suatu keyakinan pribadi seorang pekerja mengenai hasil apa yang diperkirakan dari pekerjaannya dan bagaimana dia seharusnya berperilaku dalam bekerja.
 
Pandangan tersebut semakin mempertegas pentingnya psikologi perusahaan, terutama untuk mengetahui kondisi kejiwaan perusahaan dari sisi sinergitas perusahaan itu sendiri. Kejiwaan perusahaan adalah persepsi dan motivasi kerja yang ada di dalam suasana para pekerja serta daya tarik perusahaan, yang secara managerial mendukung terbentuknya suasana kepuasan kerja. Kita ambil contoh, tidak sedikit pegawai pabrik merasa tidak puas dengan gaji yang diterimanya apalagi dengan krisis global yang menimpa Amerika yang berdampak kepada kondisi pabrik, sehingga gajinya bukan dinaikkan, malah diturunkan. Lalu, mengapa para karyawan pabrik memilih diturunkan gajinya daripada dikeluarkan (PHK) ? Karena, ia telah merasa puas dengan memperoleh pekerjaan, sedangkan mencari pekerjaan yang baru bukan hal yang mudah. Jadi, meskipun gaji tidak memuaskan, memperoleh pekerjaan masih jauh lebih baik daripada menjadi pengangguran, dan itu sudah cukup memuaskan (Wawancara dengan salah satu karyawan pabrik Kahatex di Bandung, 2009 dalam rangka pengumpulan data penelitian mengenai faktor faktor yang memengaruhi kepuasan kerja di kalangan karyawan pabrik Kahatex di Bandung).
 
Secara objektif, kajian psikologi dapat dibagi tiga, yaitu :
1. Psikologi metafisik, yaitu psikologi yang mempelajari jiwa sebagai sesuatu yang tidak berwujud sebagaimana pemahaman mengenai asal usul jiwa dan kekuatan jiwa dalam menggerakkan raga.
2. Psikologi rasionalisme empirik, yaitu psikologi sebagai ilmu yang dibangun dengan pendekatan ilmiah yang objektif, rasional dan empirik.
3. Psikologi behaviourisme, yaitu mengamati semua tingkah laku manusia (termasuk binatang), gejala dan latar belakang terwujudnya perilaku. Tingkah laku individu, kelompok dan interaksi sosial adalah bagian dari psikologi behaviourisme. Dalam psikologi perilaku dicari hakikat dari arti kepribadian, pikiran, perasaan sebagai bahan analisis terhadap perilaku itu sendiri. Tokoh yang dikenal mengembangkan psikologi perilaku adalah Jhon B. Watson (1878-1958), yang menulis buku Psychology as the Behaxiorits View it (1913). Witson dengan cerdas menggabungkan pemikiran mengenai perilaku psikologis antara manusia dan binatang. Ia berpendapat jika manusia dapat dibentuk dan dilatih sedemikian rupa, demikian juga dengan binatang. Oleh sebab itu, manusia dan hewan tidak selalu berada dalam kondisi statis menurut sifat bawaannya. Watson mengatakan bahwa emosi adalah rangsangan dari lingkungan dan respons di dalam diri yang dapat diukur, seperti denyut nadi dan wajah yang memerah.
 
Sekian dari informasi ahli mengenai pengertian psikologi perusahaan, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian psikologi perusahaan dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Mursidin, 2010. Psikologi Umum. Yang Menerbitkan CV Pustaka Setia : Bandung.
Gambar Pengertian Psikologi Perusahaan
Gambar Pengertian Psikologi Perusahaan