Loading...

Pengertian Psikopatologi

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian psikopatologi.
 
 
Pengertian Psikopatologi adalah ilmu psikologi yang khusus menguraikan keadaan psikis yang tak normal (abnormal). Dengan kata lain, psikologi bagi orang orang yang bertindak di luar batas manusia yang jiwanya normal. Akan tetapi, orang yang tergolong psikopat, bukan orang yang gila dalam arti penyakit kejiwaan yang disebabkan oleh saraf otak yang terganggu, yang dapat diperhatikan dengan jelas, seperti orang orang gila yang berkeliaran di pasar pasar atau yang tinggal di rumah sakit jiwa, melainkan orang yang sehari harinya hidup sebagaimana layaknya orang orang yang normal. Refleksi kegilaannya muncul oleh sebab sebab tertentu yang ia sendiri tidak menyadarinya. Orang seperti ini jika tersinggung, marah, akan membunuh. Setelah membunuh, korban dimutilasi, bahkan jantungnya dimakan dan sebagainya.
 
Orang yang mengambil spesialisasi di dalam bidang tingkah laku manusia yang tidak normal atau semacam gangguan mental adalah psikiater. Berbeda dengan psikolog, semua tingkah laku manusia, baik yang normal maupun yang tidak normal dipelajari dan diteliti dengan melakukan berbagai eksperimen. Psikiater adalah dokter yang memiliki izin memeriksa orang yang kurang normal, dan dia berhak memberikan resep atau obat.
 
Dalam psikiatri, perilaku pasien dapat langsung diamati melalui cara yang ilmiah yaitu tidur, kecepatan bicara, aktivitas yang dapat diukur dan dicatat. Kebanyakan pasien psikiatri mengeluh mengenai pengalaman seperti depresi, pikiran obsesi dan sebagainya, yang tidak dapat diamati secara langsung dan hanya dapat diselidiki secara tidak langsung melalui laporan subjektif. Penelitian dan uraian jeni pengalaman ini yang dinamai dengan psikopatologi atau fenomenologi dan sangat baik untuk memahami pasien. Pemahaman demikian tidak objektif dan tidak menjelaskan gejala atau pengalaman pasien. Untuk menemukan penyebab, kita harus mencari penjelasannya pada faktor genetika, metabolik dan lingkungan.
 
Psikopatologi yang berhubungan dengan pengalaman subjektif, kadang kadang menggunakan kata sehari hari di dalam arti teknik yang lebih tepat. Contohnya : waham, konfusi, depresi. Penggunaan yang lebih tepat ini harus dipelajari. Sewaktu mewawancara pasien, penting menanyakannya dengan tepat apa yang mereka maksudkan dengan suatu istilah tertentu yang mereka gunakan.
 

KELAINAN UMUM

1. Gangguan Persepsi
a. Ilusi
Objek yang diterima indera dapat diinterprestasikan salah. Contohnya : batang pohon di dalam gelap dapat menyerupai manusia, bunyi papan lantai yang berderit terdengar sebagai rintih kesakitan. Bedakan dari salah interpretasi intelektual yang persepsinya normal.
b. Halusinasi
Halusinasi adalah gangguan persepsi, yang muncul tanpa rangsangan luar. Bisa auditorius (terdengar suara, walau tidak ada yang berbicara), visual (penglihatan), atau somatik. Contohnya : sensasi gangguan seksual. Harus dibedakan dari pseudohalusinasi yang biasanya timbul dalam histeria dan kurang percaya diri. Misalnya, pasien melihat sesuatu di dalam ‘mata pikiran”nya atau dengan mata tertutup. Halusinasi hipnagogik atau hipnopompik (sewaktu tidur atau bangun tidur) tidak selalu patologik.
c. Deja vu
Deja vu adalah salah satu dari berbagai kelainan perbandingan. Orang ini mempunyai idera keakraban yang kuat sewaktu menemukan tempat atau orang yang asing. Timbul pada sejumlah orang normal dan pada epilepsi lobus temporalis.
 
2. Gangguan Bentuk Pikir
Sangat penting membedakan bentuk dan isi pikir, yaitu apa yang dipikirkan (isi) dan cara berpikir (bentuk). Kelainan pikir formal menunjukkan kelainan bentuk, terutama kehilangan kemampuan berpikir secara rasional dan logis. Keadaan ini ditemukan pada skizofrenia.
  1. Concrete thingking : Ketidakmampuan berpikir secara konseptual atau abstrak. Tes dengan interpretasi pepatah. Orang dengan concrete thinking tidak dapat menjelaskan arti suatu pepatah.
  2. Aselerasi (tekanan pemikiran). dapat timbul asosiasi bunyi yaitu asosiasi yang lebih banyak dipengaruhi oleh bunyi ketimbang artinya.
  3. Erseverasi : menetapkan pikiran dan tindakan walaupun tujuannya telah tercapai.
  4. Inkoherensi : Terdapat fragmentasi atau kontaminasi pada alur pikir dan bicara (kata atau bagian kata bergabung).
  5. Hambatan alur pikir : proses pikir berhenti mendadak untuk masa yang singkat.
3. Gangguan Isi Pikir
Waham merupakan kepercayaan yang tidak dapat diterima oleh orang dari kelas, pendidikan atau latar belakang kebudayaan yang sama dan yang tidak dapat diganti oleh pendapat logis atau bukti yang melawan. Tanda waham sejati adalah keyakinan berlebihan atas hal yang dipegangnya dan tidak dapat dikoreksi, walaupun tidak masuk akal. Sering makna pribadinya besar, fantastik atau luar biasa.
 
4. Gangguan Emosi (afek)
  1. Depresi dan elasi dapat dipahami atau tidak dapat dipahami. Gangguan sentralnya yaitu gangguan pada vitalitas (meningkat atau berkurang) dan sering dialami secara fisik dan mental.
  2. Apati : kehilangan atau tidak adanya perasaan.
  3. Ansietas dan ekstasi merupakan variasi afek.
5. Fenomena Kompulsif
  1. Obsesi : suatu isi kesadaran yang tidak dapat dibebaskan dari diri seseorang, walaupun ia sadar bahwa hal itu tidak wajar atau tanpa dasar. Ia merasa dipaksa untuk tetap memikirkannya dan pada waktu yang sama mempertahankannya.
  2. kompulsi : tindakan oleh seseorang di mana ia merasa dipaksa untuk melakukannya. Contohnya : menyentuh, mencuci, melawan tahanannya sendiri dan dengan kesadaran bahwa tindakan itu tidak berarti.
6. Gangguan Kesadaran
Antara keadaan sadar sampai koma berat, terdapat berbagai tingkatan gangguan kesadaran. Kebanyakan mengalami kesadaran berkabut yang ditandai oleh disorientasi waktu, tempat dan orang. Stu suatu keadaan ngantuk patologik dengan kesadaran berkabut. Delirium merupakan istilah yang digunakan jika terdapat kegelisahan fisik. Pada “twilight state“, pasien bisa tampak berperilaku normal, tetapi ada sedikit ingatan berkabut. Biasanya perhatian menyempit dan berbagai situasi sekitarnya tidak dapat dipahami secara lengkap. Perhatikan bahwa stupor suatu keadaan diam dan respin terhadap rangsang sangat berkurang, tanpa kehilangan kesadaran.
 
7 Gangguan Ingatan
Empat unsur ingatan dapat terganggu : registrasi, retensi, “recal” dan “recognition”. Ingatan terhadap peristiwa yang baru terjadi dan ingatan terhadap peristiwa yang sudah terjadi lama dapat terganggu secara terpisah. Amnesia dapat timbul dalam keadaan delerium atau dalam kesadaran jernih. Jika daya tangkap dan retensi baik dan hanya daya ingat yang terganggu maka kemungkinan disebabkan oleh emosi (amnesia histeris). Trauma kapitis dapat mengakibatkan amnesia retrograd. Konfabualsi : dalam keadaan amnesia, dapat timbul konfabulasi, yaitu menciptakan suatu materi rekaan untuk mengisi celah kosong di dalam ingatannya.
 
8. Orientasi
Kewaspadaan individu : diukur dari waktu, tempat dan orang.
 
9. Gangguan Pengalaman diri
  1. Depersonalisasi : perasaan bahwa seseorang telah kehilangan perasaannya sendiri, perasaan ia tidak nyata.
  2. Derealisasi : perasaan bahwa objek dan orang tidak lagi tampak nyata, tidak merasa mengalaminya.
Sekian dari informasi ahli mengenai pengertian psikopatologi, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian psikopatologi dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Mursidin, 2010. Psikologi Umum. Yang Menerbitka Pustaka Setia : Bandung.
– I.M. Ingram, G.C. Timburi dan R.M. Mowbray. Catatan Kuliah : Psikiatri. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Pengertian Psikopatologi
 
Pengertian Psikopatologi | ali samiun |