Loading...

Pengertian Sedekah dan Dasar Hukumnya

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian sedekah dan dasar hukum sedekah.
 
 
Kata Sedekah berasal dari akar kata “shodaqa” yang terdiri dari tiga huruf di dalam alquran, yaitu Shad, Dal dan Qaf, yang berarti bahwa sesuatu yang benar atau jujur. Yang kemudian di Indonesia dirubah menjadi sedekah. Pengertian sedekah ini diartikan sebagai mengeluarkan harta di jalan Allah, sebagai bukti kejujuran atau kebenaran iman seseorang.
 
Jadi, Pengertian Sedekah adalah pemberian sesuatu yang baik (berguna) dari seseorang kepada orang lain secara ikhlas dan sukarela, yang mendapatkan pahala dari Allah SWT.
 
 
Rasulullah SAW menyebutkan sedekah sebagai burhan (bukti), sebagaimana sabdanya Dari Abu Malik Al harits Bin Ashim Al as’ariy ra… ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Suci adalah sebagian dari iman, membaca alhamdulillah dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah dapat memenuhi semua yang ada diantara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah itu merupakan bukti iman, sabar ialah pelita dan Alquran untuk berhujjah terhadap yang kamu sukai ataupun terhadap apa yang tidak kamu sukai. Semua orang pada waktu pagi menjual dirinya, kemudian ada yang membebaskan dirinya dan ada juga yang membinasakan dirinya. (HR. Muslim).
 
 
Sedekah ini bisa diartikan juga dengan mengeluarkan harta yang tidak wajib di jalan Allah SWT. Akan tetapi kadang sedekah ini diartikan sebagai bantuan yang non materi, atau ibadah-ibadah fisik non materi, seperti menolong orang lain dengan tenaga dan pikirannya, mengajarkan sesuatu ilmu, bertasbih, berdzikir, bahkan saat melakukan hubungan suami isteri, kesemuaannya ini disebut sebagai sedekah. Ini sesuai dengan hadits :
 
Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu : Sesungguhnya sebagian dari para sahabat berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta merek“. Nabi bersabda :Bukanlah Allah SWT telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah ?. Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan ialah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan isterinya) adalah sedekah“. Mereka bertanya :Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala ?“. Rasulullah SAW menjawab :Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa, demikian juga jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapatkan pahala“. (HR. Muslim)
 
 
Sedekah ini memiliki kemampuan yang sangat dahsyat dibandingkan dengan amalan infak maupun zakat, yaitu terlihat di dalam Alquran : “Ya TuhanKu, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku dapat bersedekah, dan aku termasuk orang-orang yang shaleh(Surah Al Munafiqun 63: 10).
 
 
Hal ini menunjukkan betapa peranan sedekah sangat dahsyat dan inilah yang diminta oleh setiap manusia ketika akan meninggalkan dunia yang fana. Sedekah yang diperuntukkan kepada yang sudah meninggal juga akan sampai kepadaNya dan mendapatkan pahalanya dan demikian juga bagi yang bersedekah, sebagaimana dinyatakan di dalam hadits di atas dan hadits yang diriwayatkan Aisyah Ra, “Sesungguhnya ibu saya telah meninggal mendadak, dan saya kira seandainya ibu sempat berbicara, niscaya ia akan bersedekah, apakah ia mendapatkan pahala jika saya bersedekah untuknya ? Beliau menjawab ‘ya’(HR. Al Bukhari dan Muslim).
 
 
Sedekah di dalam konsep Islam memiliki arti yang luas, tidak hanya terbatas pada pemberian sesuatu yang sifatnya materiil kepada orang-orang miskin, tetapi sedekah juga mencakup semua perbuatan kebaikan, baik itu bersifat fisik maupun non fisik. Bentuk-bentuk sedekah di dalam ajaran Islam dapat dilihat dalam beberapa Hadits Nabi Muhammad SAW sebagai berikut.
 
1. Rasulullah SAW bersabda :Kepada tiap muslim dianjurkan bersedekah“. Para sahabat bertanya :Hai Nabi, bagaimana orang-orang yang tidak mendapatkan sesuatu yang akan disedekahkan ?“, Rasulullah SAW menjawabnya :Hendaklah ia berusaha dengan tenaganya hingga ia memperoleh keuntungan bagi dirinya lalu ia bersedekah (dengannya)“. Mereka bertanya lagi :Jika ia tidak memperoleh sesuatu ?“, Jawab Rasulullah :Hendaklah ia melakukan kebaikan dan menahan diri dari kejahatan, karena hal itu merupakan sedekah(HR. Ahmad bin Hanbal).
 
2. Hadits Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal : “Setiap diri dianjurkan bersedekah pada setiap haril. Sedekah itu banyak bentuknya. Mendamaikan dua orang yang bermusuhan dengan cara adil adalah sedekah; menolong seseorang untuk menaiki binatang tunggangannya ialah sedekah; mengangkat barang-barang ke atas kendaraan adalah sedekah; menyingkirkan rintangan seseorang untuk mengerjakan shalat ialah sedekah
 
3. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Muslim dari Abu Zarr al Ghiffari : “Pada setiap hari diwajibkan bagi setiap orang bersedekah untuk dirinya sendiri“. Kemudian Abu Zaar bertanya,Di mana saya peroleh yang akan saya sedekahkan, padahal kami tidak mempunyai harta ?“. Jawab Rasulullah SAW :Di antara pintu-pintu sedekah itu ialah membaca takbir, tasbih, tasmid, tahlil dan istigfar. Demikian juga, menyuruh orang berbuat baik dan mencegah dari kemungkaran, membuang duri, tulang dan batu di tengah jalan; menuntun orang buta memperdengarkan orang tuli dan bisu hingga ia mengerti; menunjuki orang yang menanyakan sesuatu yang diperlukannya dengan kekuatan membantu orang malang dan dengan kekuatan tangan membantu mengangkat barang orang yang lemah“. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa senyum itu adalah sedekah (HR. Al Baihaqi).
 
Sekian tulisan informasi ahli mengenai pengertian sedekah dan dasar hukum sedekah, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian sedekah dan dasar hukum sedekah dapat bermanfaat.
 

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Meisil B Wulur, 2015. Psikoterapi Islam. Yang Menerbitkan Deepublish : Yogyakarta.
– Elsi Kartika Sari, 2006. Pengantar Hukum zakat dan Wakaf. Yang Menerbitkan PT Grasindo : Jakarta.
 
Pengertian Sedekah dan Dasar Hukumnya | ali samiun |