Loading...

Pengertian Zakat, Tujuan dan Pentingnya Zakat

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai pengertian zakat, tujuan zakat dan pentingnya zakat dilakukan.
 
 
Pengertian Zakat adalah suatu ibadah yang wajib dilaksanakan dengan memberikan sejumlah kadar tertentu dari harta miliknya sendiri kepada orang yang berhak untuk menerimanya menurut ketentuan syariat islam.
 
Menurut UU No. 38 Tahun 1999, Pengertian Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan yang terdapat di dalam agama untuk diberikan kepada mereka yang berhak untuk menerimanya. Setiap warga negara Indonesia yang menganut agama Islam dan mampu atau badan yang dimiliki oleh seorang muslim berkewajiban untuk menunaikan zakat.
 
 
| Tujuan Zakat |
 
Terdapat beberapa tujuan zakat yang ingin dicapai oleh Islam di balik kewajiban zakat, yaitu :
(1) Zakat bertujuan untuk mengangkat derajat fakir miskin dan membantunya ke luar dari kesulitan hidup dan penderitaan.
(2) Tujuan zakat untuk membersihkan sifat dengki dan iri (kecemburuan sosial) dari hati orang-orang miskin.
(3) zakat ini bertujuan untuk membentangkan dan membina tali persaudaraan sesama umat Islam dan manusia pada umumnya.
(4) Zakat juga bertujuan untuk menghilangkan sifat kikir dan atau loba dari pemilik harta kekayaan.
(5) Tujuan zakat membantu pemecahan permasalah yang dihadapi oleh gharim, ibnussabil dan mustahiq dan lain-lainnya.
(6) Tujuan zakat yaitu untuk menjembatani jurang pemisah antara yang kaya dengan yang miskin di dalam suatu masyarakat.
(7) Zakat bertujuan mengembangkan rasa tanggungjawab sosial pada diri seseorang, terutama pada mereka yang memiliki harta.
(8) Zakat ini bertujuan untuk mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain yang ada padanya.
(9) Tujuan zakat yang terakhir, yaitu sebagai sarana pemerataan pendapatan (rezeki) untuk mencapai keadilan sosial.
 
Berdasarkan uraian tujuan zakat di atas, maka secara umum zakat bertujuan untuk menutupi kebutuhan pihak-pihak yang memerlukan dari harta kekayaan sebagai perwujudan dari rasa tolong-menolong antara sesama manusia beriman.
 
 
| Manfaat Zakat |
 
Zakat memiliki banyak arti di dalam kehidupan manusia terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik itu yang berkaitan erat dengan hubungan manusia dengan Tuhannya, maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia. Adapun Manfaat Zakat, yaitu :
(1) Manfaat zakat yaitu untuk menyucikan diri dari kotoran dosa, memurnikan jiwa, menumbuhkan akhlak mulia menjadi murah hati, memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi dan mengikis sifat bakhil (kikir), serta serakah; sehingga orang tersebut dapat merasakan ketenangan batin, karena terbebas dari tuntutan Allah dan tuntutan kewajiban kemasyarakatan.
 
(2) zakat bermanfaat untuk menolong, membina dan membangun kaum yang lemah dalam memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, sehingga mereka dapat melaksanakan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah SWT.
 
(3) zakat juga bermanfaat untuk memberantas penyakit iri hati dan dengki yang biasanya muncul ketika melihat orang-orang yang disekitarnya penuh dengan kemewahan, sedangkan ia sendiri tidak punya apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya.
 
(4) Manfaat zakat selanjutnya yaitu untuk mewujudkan sistem masyarakat islam yang berdiri di atas prinsip umat yang satu (ummatan wahidatan), (persamaan derajat, hak dan kewajiban, persaudaraan islam (ukhuwah islamiyah), dan tanggung jawab bersama (takaful ijtimai).
 
(5) Zakat bermanfaat untuk mewujudkan keseimbangan di dalam distribusi dan kepemilikan harta serta keseimbangan tanggung jawab individu di dalam masyarakat.
 
(6) Manfaat zakat yang terakhir yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang ditandai dengan adanya hubungan seorang dengan yang lainnya, yang rukun, damai dan harmonis, sehingga tercipta ketenteraman dan kedamaian lahir dan batin.
 
 
 
| Pentingnya Zakat |
 
Sebagai salah satu dari rukun Islam, Zakat merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim yang mampu untuk membayarnya dan diperuntukkan bagi mereka yang berhak untuk menerimanya. Dengan pengelolaan yang baik, zakat ini merupakan sumber dana potensial yang dimanfaatkan guna untuk memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh masyarakat.
 
 
Secara Sosiologi, zakat ini sebagai refleksi dari rasa kemanusiaan, keadilan, keimanan, serta ketaqwaan yang mendalam yang harus muncul di dalam sikap orang kaya.
 
 
Zakat merupakan ibadah maaliyyah ijtima’iyyah yang memiliki posisi yang sangat penting, strategis dan menentukan baik dilihat dari sisi ajaran islam maupun dari sisi pembagunan kesejahteraan umat. Sebagai suatu ibadah pokok zakat termasuk salah satu rukun Islam yang ketiga, sebagaimana yang diungkapkan di dalam berbagai hadist Nabi SAW, sehingga keberadaannya dianggap sebagai ma’luum minad-diin bidh-dharuurah atau diketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman seseorang. Di dalam Alquran terdapat dua puluh tujuh ayat yang menyejajarkan shalat dan kewajiban zakat di dalam berbagai bentuk kata.
 
 
Zakat sangat erat kaitannya dengan masalah bidang sosial dan ekonomi, yang di mana zakat mengikis sifat ketamakan dan keserakahan dari si kaya. Masalah bidang sosial yang di mana zakat bertindak sebagai alat yang diberikan Islam untuk menghapuskan kemiskinan dari masyarakat dengan jalan menyadarkan si kaya akan tanggung jawab sosial yang mereka miliki, sedangkan di dalam bidang ekonomi zakat ini mencegah penumpukkan kekayaan di dalam tangan seorang.
 
 
Penghasilan yang diperoleh dan harta yang berhasil dikumpulkan oleh setiap pribadi muslim, sebenarnya bukan sepenuhnya miliknya. Ada hak atau milik orang lain di dalamnya; Sebagaimana yang diungkapkan “Dalam setiap harta terhadap hak orang (orang-orang yang meminta-minta dan orang-orang yang tidak meminta-minta(Ads Dzaariyaat 51:19). “Dan orang-orang yang di dalam hartanya ada hak yang ditentukan. Bagi orang (miskin) yang meminta-minta dan orang (miskin) yang tidak mau meminta(Al Ma’arij 70: 24-25).
 
 
Berdasarkan ayat Alquran di atas, maka di dalam setiap penghasilan maupun harta yang berhasil diperoleh di dalamnya terdapat hak orang lain dan berkewajiban bagi setiap manusia yang menguasainya untuk mengeluarkan shadaqah, infaq dan zakat. Apabila tidak dikeluarkan, berarti berlaku dzalim dengan menguasai atau memakan harta yang merupakan hak orang lain khususnya kaum dhuafa.
 
 
Zakat sangat erat kaitannya dengan masalah moral, yang di mana dengan zakat mengikis sifat ketamakan dan keserakahan si kaya. Dalam bidang sosial zakat ini bertindak sebagai alat yang diberikan Islam untuk menghapuskan kemiskinan dan menyadarkan si kaya akan tanggung jawab sosial yang mereka miliki, sedangkan di dalam bidang ekonomi zakat mencegah penumpukkan kekayaan dalam tangan segelintir orang.
 
 
zakat juga merupakan salah satu cara dalam mewujudkan keseimbangan keadilan sosial di dunia dengan cara tolong-menolong, yang kaya memberi bantuan kepada yang miskin, dan yang kuat memberi pertolongan kepada yang lemah. zakat merupakan dasar prinsipil untuk menegakkan struktur sosial Islam, zakat bukanlah derma atau sedekah, zakat sebagai perintah Allah yang harus dilaksanakan. Untuk itulah, Allah SWT menetapkan adanya rukun Islam yang merupakan kewajiban dan harus dipatuhi oleh setiap manusia. Pada hakikatnya kelima rukun Islam ini sebagai sarana pembersih dan penyucian bagi manusia.
 
Sekian tulisan dari informasi ahli mengenai pengertian zakat, tujuan zakat dan pentingnya zakat dilakukan, semoga tulisan informasi ahli mengenai pengertian zakat, tujuan zakat dan pentingnya zakat dilakukan dapat bermanfaat.
 

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Elsi Kartika Sari, 2006. Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf. Penerbit PT Grasido : Jakarta.
Gambar Pengertian Zakat, Tujuan dan Pentingnya Zakat

Gambar Pengertian Zakat, Tujuan dan Pentingnya Zakat

 
Pengertian Zakat, Tujuan dan Pentingnya Zakat | ali samiun |