Loading...

Syarat Wajib Zakat dan Waktu Mengeluarkan Zakat

Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai syarat wajib zakat dan waktu mengeluarkan zakat.
 
 
A. SYARAT WAJIB ZAKAT
 
Untuk dapat dikatakan sebagai zakat, harus memenuhi beberapa persyaratan yang diantaranya :
 
a. Mukmin dan Muslim
 
Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam. Oleh karena itu, hanya diwajibkan kepada orang mukmin dan muslim, tidak ada wajib zakat atas harta orang non Islam, yang sesuai dengan Firman Allah SWT, “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan“. (Alquran Surah Al Furqan 25: 23). “Dan dirikanlah Shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku“. (Alquran Surah Al Baqarah 2: 43).
 
 
b. Baliqh dan Berakal Sehat
 
Anak-anak yang belum baliqh dan orang-orang yang tidak waras akalnya tidak wajib zakat baginya dan kewajiban zakat hartanya dibebankan kepada walinya atau orang yang mengurus hartanya itu, seperti anak yatim yang memiliki harta dan telah memenuhi syarat untuk dikeluarkan zakatnya, hal ini sebagaimana Hadist Nabi SAW, Rasulullah SAW bersabda, “Niagakanlah kekayaan harta anak-anak yatim (jangan dibiarkan saja) supaya tidak habis dimakan oleh zakat“. (HR. Tarmidzi).
 
 
c. Memiliki Harta Yang Mencapai Nishab Dengan Milik Sempurna
 
Hal ini berarti bahwa harta yang akan dikeluarkan sudah mencakup jumlah dan waktu yang telah ditetapkan berdasarkan syariah agama.
 
 
 
B. WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT
 
Adapun waktu-waktu mengeluarkan zakat, sebagai berikut :
1. Zakat wajib dikeluarkan segera tidak lama setelah ia memenuhi syarat-syarat wajib mengeluarkan zakat. Bahkan, tidak harus (tidak boleh) ditangguhkan mengeluarkannya setelah ia diwajibkan dan setelah memiliki kecukupan dan kemampuan untuk menunaikannya. Jika harta yang wajib dikeluarkan zakat itu masih tidak ada, masih berada pada orang lain, maka pembayaran dapat ditangguhkan sampai harta itu jatuh ke tangan pemiliknya.
 
2. Kewajiban mengeluarkan zakat juga tidak akan gugur (tidak akan terhapus) dengan kematian pemilik harta dan ini dianggap sebagai hutang yang wajib ditunaikan di dalam harta pusaka tanpa memandang itu diwasiatkan ataupun tidak.
 
3. Kewajiban mengeluarkan zakat juga tidak akan gugur (tidak akan terhapus) dengan berlakunya masa. Jika pembayaran zakat lalai membayar zakat hartanya pada akhir haul dan telah memasuki tahun baru (haul baru), maka orang tersebut tetap wajib membayar zakat tahun pertama karena ia dianggap sebagai hutang yang wajib dibayar.
 
4. Jika harta yang ingin dikeluarkan zakat itu rusak setelah cukup haul, maka kewajiban mengeluarkan zakat akan digugurkan (dihapuskan) dengan 2 syarat, yaitu : (a) harta tersebut rusak sebelum mampu membayar zakatnya, dan; (b) bukan karena kelalaian pemilik harta dalam menjaga hartanya.
 
5. Apabila hasil tanaman atau buah-buahan rusak disebabkan sesuatu bencana (hama, musibah) sebelum sempat dipetik, kewajiban zakat akan gugur (terhapus) kecuali jika ia masih meninggalkan sisa yang mencukupi nishab ataupun lebih dan sisa tersebut wajib dikeluarkan zakatnya.
 
6. Tanggung jawab harta zakat terletak di tangan seorang amil yang bertugas memungut dan mengumpulkan zakat, tetapi jika harta zakat tersebut rusak dengan tidak sengaja dan bukan karena kelalaiannya maka tidak wajib menggantikan.
 
 
Sekian tulisan informasi ahli mengenai syarat wajib zakat dan waktu mengeluarkan zakat, semoga tulisan informasi ahli mengenai syarat wajib zakat dan waktu mengeluarkan zakat dapat bermanfaat.
 

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Elsi Kartika Sari, 2006. Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf. Penerbit PT Grasido : Jakarta.
Gambar Syarat Wajib Zakat dan Waktu Mengeluarkan Zakat

Gambar Syarat Wajib Zakat dan Waktu Mengeluarkan Zakat

 
Syarat Wajib Zakat dan Waktu Mengeluarkan Zakat | ali samiun |