Tata Cara Wudhu Yang Benar dan Dasar Hukum Berwudhu

Loading...
Hai Pembaca, Kali ini Informasi Ahli akan membahas mengenai tata cara wudhu yang benar dan dasar hukum wudhu.
 
 
Adapun Tata Cara Wudhu yang benar dijabarkan sebagai berikut.
1. Membasuh kedua tangan sampai dengan ke pergelangan tangan sebanyak 3 (tiga) kali.
2. Berkumurlah sebanyak 3 (tiga) kali.
3. Membasuh lubang hidung dengan menggunakan air sebanyak 3 (tiga) kali.
4. Membasuh muka sebayak 3 (tiga) kali sampai sempurna seluruh wajah, sehingga mencapai sebagian pinggir kepala dan janggut secara keseluruhan serta perbatasan telinga.
5. Selanjutnya membasuh kedua tangan kanan 3 (tiga) kali dan kemudian dilanjutkan dengan tangan kiri juga dengan sempurna sampai kedua siku.
6. Mengusap kepala dengan air sebanyak 3 (tiga) kali, yaitu setelah tangan mengambil air, baru ibu jari diletakkan di depan telinga dan jari yang lain bertemu dimuka kepala, lalu diputarkan menyentuh seluruh rambut ke belakang, lalu diputar lagi ke depan.
7. Mengusap kedua telinga, yaitu dengan cara memutarkan jari telunjuk pada rongga-rongga di dalam telinga dan dengan ibu jari di sebelah luar telinga.
8. Membasuh kedua kaki sampai bersih, khususnya pada tumit sampai pada kedua mata kaki, dimulai dari kaki kanan lalu ke kaki kiri.
 
 
Diterangkan lebih lanjut di dalam membasuh tumit, lantaran banyak yang melalaikannya, khususnya pada musim hujan. Rasulullah SAW bersabda :Celakalah bagi orang yang lalai di dalam membasuh tumit(HR. Bukhari dan Muslim).
 
Dan dalam menyempurnakan wudhu, Rasulullah SAW bersabda :Barangsiapa berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya, akan keluar semua kesalahan dari dalam tubuh-tubuhnya, bahkan sampai keluar dari bawah kuku-kukunya(HR. Muslim).
 
 
Di antara yang dianjurkan ialah menyempurnakan membasuh wajah dan tangan serta kaki, Rasulullah SAW bersabda :Sesungguhnya umatKu akan datang pada hari Kiamat dengan putih berkilau di wajah, kaki dan tangannya, lantaran bekas berwudhu, maka barangsiapa yang bisa memperpanjang (melamakan di dalam batas yang wajar) waktu membasuhnya maka hendaknya ia mengerjakannya(HR. Muslim).
 
 
Terdapat Perbedaan Pendapat di antara para ulama di dalam mengartikan memperpanjang waktu membasuh, ada yang berpendapat melamakan ada yang dengan memperluas wilayah membasuhnya, sehingga sampai pada sebagian anggota di sekitarnya, maka membasuh muka dengan cara sebagian kepala dan sebagian leher, membasuh tangan sampai sebagian lengan, dan membasuh kaki sampai sebagian betis.
 
 
Terdapat hadits lain yang senada dengan hadits di atas, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah seorang muslim berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya kemudian shalat menghadap kiblat dua rakaat kecuali wajib baginya surga” (HR. Muslim).
 
 
Kesempurnaan wudhu merupakan hal yang sangat penting dan bernilai ibadah, Rasulullah SAW bersabda :Tidaklah seseorang di antara kamu berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian berkata, ‘Aku bersaksi bahwasannya tiada Tuhan selain Allah, dan bahwasannya Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya, kecuali telah dibuka baginya pintu-pintu surga yang delapan dan ia bisa masuk dari mana ia suka(HR. Muslim). Dalam Riwayat Tirmidzi juga ditambahkan : “Ya Allah SWT, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikan aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri“.
 
 
Pada hadits di atas, Rasulullah SAW menerangkan bahwa siapa yang berwudhu dengan sempurna sesuai dengan yang diajarkan oleh agama, kemudian memberi kesaksian mengenai keesaan Allah SWT dan kerasulan Muhammad, maka Allah SWT akan mengangkatnya, akan menghormatinya dengan kedudukan yang agung, yaitu dengan dibukakan baginya seluruh pintu surga, kemudian ia dipersilahkan memilih masuk dari salah satu pintu surga yang delapan tersebut.
 
 
Wudhu adalah amalan ibadah yang tergolong ringan dan juga tidak susah, justru wudhu sebagai pembersih. Orang-orang yang senang melakukannya, juga dengan ucapan : “Asyhadu an la Ilaaha Illallaah wa anna Muhammadan Abduhu warasulullah“, perkataan yang ringan di dalam lisan, tidak ada keberatan sedikit pun, tapi dengan kemudahan yang sedemikian Allah SWT memberi pahala yang sangat besar. Ia juga pengampun bagi dosa-dosa, bahkan dibukakan seluruh pintu surga yang delapan, kemudian kemudahan lain yaitu dipersilahkan untuk masuk dari pintu yang dikehendakinya. Ini merupakan pemberian yang sangat besar.
 
Sekian tulisan informasi ahli mengenai tata cara wudhu yang benar dan dasar hukum wudhu, semoga tulisan informasi ahli mengenai tata cara wudhu yang benar dan dasar hukum wudhu dapat bermanfaat.
 

Sumber : Tulisan Informasi Ahli :

– Iyadah Bin Ayyub Al-Kubaisi, 2005. 40 Amalan Ringan Berpahala Besar. Yang Menerbitkan Gema Insani Press : Jakarta.
Gambar Tata Cara Wudhu Yang Benar dan Dasar Hukum Wudhu
Gambar Tata Cara Wudhu Yang Benar dan Dasar Hukum Wudhu