Pengertian Dana Pensiun, Tujuan, Fungsi, dan Jenis Dana Pensiun

Loading...

Hai pembaca kali ini informasi ahli, akan memberikan informasi mengenai Pengertian Dana Pensiun, Tujuan, Fungsi, dan Jenis Dana Pensiun.

Pengertian Dana Pensiun, Program dana pensiun di Indonesia dilaksanakan oleh lembaga pemerintah maupun swasta. Undang-undang Dana Pensiun No. 11 Tahun 1992 merupakan kerangka hukum dasar untuk dana pensiun swasta di Indonesia, undang-undang ini didasarkan pada prinsip “kebebasan untuk memberikan janji dan kewajiban untuk menepatinya” yaitu, walaupun program pembentukan pensiun bersifat sukarela, hak penerima manfaat harus dijamin. Tujuan utama diadakannya undang-undang pensiun adalah untuk menetapkan hak peserta, menyediakan standar peraturan, yang dapat menjamin diterimanya manfaat-manfaat pensium pada waktunya, untuk memastikan bahwa manfaat pensiun digunakan sebagai sumber penghasilan yang berkesinambungan bagi para pensiunan, untuk memberikan pengaturan yang tepat untuk dana pensiun, untuk mendorong mobilisasi tabungan dalam bentuk dana pensiun jangka panjang, dan untuk memastikan bahwa dana tersebut tidak ditahan dan digunakan oleh pengusaha untuk investasi-investasi yang mungkin berisiko dan tidak sehat, tetapi akan mengalir ke pasar-pasar keuangan dan tunduk pada persyaratan tentang penanggulangan risiko.

Dana pensiun menurut Undang-undang No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Berdasarkan definisi di atas dana pensiun merupakan lembaga atau badan hukum yang mengelola program pensiun yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan suatu perusahaan terutama yang telah pensiun.

Manfaat pensiun bukan hanya saja memberikan kepastian penghasilan di masa depan, akan tetapi juga ikut memberikan motivasi untuk lebih giat bekerja, dengan memberikan program jasa pensiun para peserta akan merasa aman, terutama bagi mereka yang menganggap pada usia pensiun sudah tidak produktif lagi. Penyelenggaraan program pensiun dapat dilakukan oleh pemberi kerja atau dengan menyerahkan kepada lembaga-lembaga keuangan yang menawarkan jasa pengelolaan program pensiun, misalnya bank-bank umum atau perusahaan asuransi jiwa.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah mewajibkan seluruh lembaga dana pensiun untuk menyusun sekaligus menerapkan Pedoman dan Tata Kelola Dana Pensium sejak 1 Januari 2008. Keputusan tersebut dituangkan dalam Keputusan Ketua Nomor KEP-136/BL/2008 dengan tujuan mendorong penyusunan pedoman tata kelola yang baik di lingkungan dana pensiun skaligus memberikan acuan kepada pendiri, pemberi kerja, pengurus, dan pengawas dana pensiun.

Dana pensiun sebagai suatu organisasi harusnya memiliki struktur organisasi yang mengetahui kewajiban dan wewenang, serta pertanggungjawaban kerjanya. Dalam organisasi Dana Pensiun terdapat pengurus yang merupakan organ pelaksana dari dana Pensiun, pengurus bertanggungjawab atas pelaksanaan peraturan dana pensiun, pengelolaan dana pensiun, dan melakukan tindakan hukum untuk dan atas nama dana pensiun serta mewakili dana peniun di luar dan di dalam pengadilan. Disamping itu, terdapat pula dewan pengawas yang bertuga mengawasi pengelolaan dana pensiun.

Dana Pensiun Syariah adalah dana pensiun yang dikelola dan dijalankan berdasarkan prinsip syariah. Pertumbuhan lembaga keuangan syariah di Indonesia, secara lambat tetapi pasti juga mendorong perkembangan dana pensiun yang beroperasi sesuai dengan prinsip syariah, sampai saat ini dana pensiun syariah berkembang pada Dana Pensiun Lembaga keuangan (DPLK) yang dilaksanakan oleh beberapa bank dan asuransi syariah. Kondisi ini memang menunjukkan lambannya pertumbuhan dana pensiun syariah, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : keterbatasan rwgulasi, keterbatasa instrumen investasi, belum jelasnya model tata kelola dana pensiun syariah serta kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya dana pensiun syariah.

Tujuan dan Fungsi, tujuan penyelenggaraan program pensiun baik dari kepentingan perusahaan, peserta dan lembaga pengelola pensiun dapat di jelaskan sebagai berikut:
1. Perusahaan
a. Kewajiban moral, dimana perusahaan mempunyai kewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada karyawan terhadap masa yang akan datang karena tetap memiliki penghasilan pada saat mereka mencapai usia pensiun.
b. Loyalitas, karyawan diharapkan memnpunyai loyalitas terhadap perusahaan serta meningkatkan motivasi karyawan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
c. Kompetisi pasar tenaga kerja, di mana perusahaan akan memiliki daya saing dalam usaha mendapatkan karyawan yang berkualitas da profesional di pasaran tenaga kerja.
d. Memberikan penhargaan kepadakaryawannya yang telah mengabdi ke prusahaan.
e. Agar di usia pensiun karyawan tersebut tetap dapat menikmati hasil yang diperoleh setelah bekerja di perusahaannya.
f. Meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat dan pemerintahan

2. Peserta
a. Rasa aman para peserta terhadap masa yang akan datang karena tetap memiliki penghasilan pada saat mereka mencapai usia pensiun.
b. Kompensasi yang lebih baik yaitu peserta mempunyai tambahan kompensasi meskipun baru bisa dinikmati padasaat mencapai usia pensiun/berhenti bekerja.

3. Penyelenggara Dana Pensiun
a. Mengelola dana pensiun untuk memperoleh keuntungan
b. Turut membantu dan mendukung program pemerintah.
c. Sebagai bakti sosial terhadap para peserta.

Adapun fungsi program dana pensiun bagi para peserta antara lain:
a. Asuransi, yaitu peserta yang meninggal dunia atau cacat sebelum mencapai usia pensiun dapat diberikan uang pertanggungjawaban atas beban bersama dari dana pensiun.
b. Tabungan, yaitu himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja merupakan tabungan untuk dan atas nama pesertanya sendiri. Iuran yang dibayarkan oleh karyawan dapat dilihat setiap bulan sebagai tabungan para pesertanya.
c. Pensiun yaitu seluruh himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja serta hasil pengelolaannya akan dibayarkan dalam bentuk manfaat pensiun sejak bulan pertama sejak mencapai usia pensiun selama seumur hidup peserta, dan janda/duda peserta.

Jenis Dana Pensiun, Dana pensiun menurun UU No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu Dana Pensiun Pemberi Kera Dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)
DPPK merupakan dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang memperkerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta dan yang menimbulkan kewajiban terhdapa pemberi kerja. Dengan demikian, dana pensiun jenis ini disediakan langsung oleh pemberi kerja, pendirian DPPK harus mendapatkan pengesahan dari menteri keuangan.

2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
DPLK merupakan dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perseorangan, baik karyawan maupun kerja mandiri yang terpisah dari DPPK bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan. Bagi masyarakat pekerja mandiri seperti dokter, petani, nelayan, dan lain sebagainya dimungkinkan untuk dimanfaatkan DPLK, tidak tertutup kemungkinan pula bagi para karyawan disuatu perusahan untuk dapat memanfaatkan DPLK oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa harus mendapatkan pengesahan dari menteri keuangan.

Sekian dari informasi ahli mengenai Pengertian Dana Pensiun, Tujuan, Fungsi, dan Jenis Dana Pensiun, semoga tulisan dari informasi ahli terkait dengan Pengertian Dana Pensiun, Tujuan, Fungsi, dan Jenis Dana Pensiun dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Sumber Buku : Bank dan Lembaga Keuangan Syariah
– Soemitra Andri, 2014. Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah. Kencana Prenadamedi Group : Jakarta.

Pengertian Dana Pensiun, Tujuan, Fungsi, dan Jenis Dana Pensiun