PENGERTIAN PASAR MODAL SYARIAH, FUNGSI, KARAKTERISTIK DAN PERKEMBANGAN PASAR MODAL DI INDONESIA

Loading...

Pembahasan Pasar Modal Syariah, Fungsi, Karakteristik Dan Perkembangan Pasar Modal Di Indonesia.
Hai pembaca, kali ini Informasi Ahli akan membahas Pengertian Pasar Modal Syariah, Fungsi , Karakteristik Dan Perkembangan Pasar Modal Di Indonesia.

Pengertian Pasar Modal, Istilah pasar biasanya digunakan istilah Bursa, Exchange dan market. Sementara untuk istilah modal sering digunakan istilaj efek, securities, dan stock. Pasar modal menurut undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal Pasal 1 ayat (12) adalah yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Adapun yang dimaksud efek pada Pasal 1 ayat (5) adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan, kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek.

Pasar modal dikenal juga dengan nama bursa efek. Bursa Efek menurut Pasal 1 ayat (4) UU No. 8 tahun 1995 yaitu tentang Pasar Modal merupakan pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka. Bursa efek di Indonesia dikenal Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES). Menurut beberapa ahli yang dimaksud dengan pasar modal adalah :

1. Tjipto Darmadji, dkk ; adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangkapanjang yang bisa diperjualbelikan baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri.
2. Siamat Dahlan , dalam arti sempit adalah suatu tempat yang terorganisasi dimana efek-efek diperdagangnkan yang disebut Bursa Efek. Bursa Efek atau stock exchange adalah suatu sistem yang terorganisasi yang mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukan dengan baik secara langsung maupun dengan melalui wakil-wakilnya. Fungi Bursa Efek ini antara lain menjaga komunitas pasar dan menciptakan harga efek yang wajar melalui mekanisme permintaan dan penawaran. Definisi pasar modal dalam arti luas adalah pasar konkret atau abstrak yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan yang memerlukan dana jangka panjang, yaitu jangka satu tahun ke atas.
3. Y. Sri Susilo, dkk ; pasar modal (capital market) adalah pasar keuangan untuk dana-dana jangka panjang dan merupakan pasar yang konkret.
4. Kasmir, pasar modal dalam arti merupakan tempat para penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi. Artinya penjual dan pembeli langsung bertemu untuk melakukan transaksidalam suatu lokasi tertentu. Lokasi atau tempat pertemuan disebut pasar, namun dalam arti luas pengertian pasar merupakan tempat melakukan transaksi antara pembeli dan penjual, dimana pembeli dan penjual tidak harus bertemu dalam suatu tempat secara langsung akan tetapi dapat dilakukan melalui sarana informasi yang ada seperti sarana elektronika.
5. Menurut John Downes dan Jordan Elliot Goodman , pasar modal adalah pasar di mana dana modal utang dan ekuitas diperdagangkan. Di dalamnya termasuk penempatan pribadi sumber-sumber utang dan ekuitas dan juga pasar-pasar dan bursa-bursa terorganisasi.

Dengan demikian, secara umum pasar modal merupakan suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Penjual dalam pasar modal merupakan perusahaan yang membutuhkan modal (emiteni) sehingga mereka berusaha untuk menjadi efek-efek di pasar modal, sedangkan pembeli (investor) adalah pihak yang ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan. Sedangkan pasar modal syariah secara sederhana dapat diartikan sebagai pasar modal yang merupakan prinsip-prinsip syariah dalam kegitan transaksi ekonomi dan terlepasa dari hal-hal yang dilarang seperti ; riba, perjudian, spekulasi dan lain-lain. Pasar modal Syariah secara prinsip berbeda dengan pasar modal konvensional. Pasar modal syariah adalah pasar modal yang seluruh mekanisme kegiatannya terutama mengenai emiten, jenis efek yang diperdagangkan dan mekanisme perdagangannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Sedangkan efek syariah yaitu efek sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di bidang PAsar Modal yang akad pengelolaan perusahaan, maupun cara penerbitannya memenuhi prinsip-prinsip syariah. Adapun yang dimaksu dengan prinsip-prinsip. Adapun yang dimkasud dengan prinsip-prinsip syariah adalah prinsip yang didasarkan oleh syariah ajaran Islam yang penetapannya dilakukan oleh DSN-MUI melalui fatwa.

Fungsi dan Karakteristik, Pasar modal berperan menjalankan dua fungsi secara simultan berupa fungsi ekonomi dengan mewujudkan dua petemuan dua kepentingan, yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang memerlukan dana, dan fungsi keuangan dengan memberikan kemungkinan dan kesempatan untuk memperoleh imbalan bagi peilik dana melalui investasi. Adapun Pada fungsi keuangan, pasar modal berperan yaitu sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain. Adapun pada fungsi kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana dan lain-lain. Modal yang digunakan dalam pasar modal merupakan modal yang diukur dari waktunya merupakan modal jangka panjang, pasar modal juga mampu menjadi tolak ukur kemajuan perekonomian suatu negara. Pasar modal memungkinkan percepatan pertumbuhan ekonomi dengan memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk dapat memanfaatkan dana langsung dari masyarakat tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan. Adapun beberapa manfaat pasar modal adalal :

1. Menyediakan sumber penbiayaan (jangka panjang) bagi dua usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.
2. Memberikan wahan investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya disersifikasi.
3. mMenyediakan leading indicator bagi tren ekonomi suatu Negara.
4. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.
5. Penyebaran kepimilikan, keterbukaan dan profesionalisme, menciptakan iklim berusaha yang sehat.
6. Menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik.
7. Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dan mempunyai prospek.
8. Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan risiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas, dan diversifikasi investasi.
9. Membina iklimketerbukaan bagi dunia usaha, memberikan akses kontrol sosial.
Sedangkan menurut MM Matwally keberadaan pasar modal syariah berfungsi secara umum :
1. Memungkinkan bagi masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan bisnis dengan memperoleh bagian dari keuntungan dan risikonya.
2. Memungkinkan para pemegang saham menjual sahamnya guna mendapatkan likuiditas.
3. Memungkinkan perusahaan meningkatkan modal dari luar untuk membangun dan mengembangkan lini produksinya.
4. Memisahkan operasi kegiatan bisnis dari fluktasi jangka pendek pada harga saham yang merupakan ciri umum pada pasar modal konvensional.
5. Memungkinkan para investasi pada ekonomi itu ditentukan oleh kinerja kegitan bisnis sebagaimana tercermin pada harga saham.

Perkembangan Pasar Modal Di Indonesia, Secara historis pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak zaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia Pasar Modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia-Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Meskipun secara resmi pasar modal syariah diluncurkan pada tahun 2003, namun inatrumen pasar modal syariah telah hadir di Indonesia pada 3 Juli 1997 oleh PT Danareska Investment Manaement. Selanjutnya burfa efek Indonesia bekerja sama dengan PT Danareskan Investment Mnagement meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal 3 Juli 2000 yang bertujuan untuk memandu investor yang ingin menanamkan dananya secara syariah. Dengan hadirnya indeks tersebut, maka para pwmodal telah disedikan saham-saham yang dapat dijadikan sarana berinvestasi dengan penerapan prinsip syariah.

Perkembangan selanjutnya, instrumen investasi syariah dipasar modal terus bertambah dengan kehadiran obligasi Syariah PT Indosat Tbk. Pada awal September 2002, instrumen ini merupakan obligasi syariah pertama dan dilanjutkan dengan penerbitan obligasi syariah lainnya. Pada tahun 2004 terbit pertama kali obligasi syariah dengan akad sewa atau dikenal dengan obligasi syariah Ijarah. Kemudian tahun 006, muncul instrumen baru yaitu Reksa Dana Indeks di mana indeks yang dijadikan sebagai underlying adalah Indeks Jakarta Islamic Indeks (JII). Secara global maupun agama Islam, dan sistem ekonomi syariah mulai disebarkan di Timur Tengah dan sebagian besar umat Islam di dunia berada di Indonesia, namun equity fund dan indeks saham secara luas yang mengikuti ketentuan syariah lebih dahulu diluncurkan di Amerika.

Sekian dari informasi ahli mengenai Pengertian Pasar Modal Syariah Fungsi Dan Karakteristik Dan Perkembangan Pasar Modal Di Indonesia, semoga tulisan dari informasi ahli tentang Pengertian Pasar Modal Syariah Fungsi Dan Karakteristik Dan Perkembangan Pasar Modal Di Indonesia dapat bermanfaat bagi pembaca.

Sumber Buku : Bank dan Lembaga Keuangan Syariah
– Soemitra Andri, 2014. Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah. Kencana Prenadamedi Group : Jakarta.

Gambar Pengertian Pasar Modal, Fungsi, Karakteristik dan Perkembangan Pasar Modal di Indonesia