Pengertian Reksa Dana Syariah, Karakteristik dan Manfaat dan Risiko Reksa Dana Syariah

Loading...

Hai pembaca kali ini informasi ahli, akan memberikan informasi mengenai Pengertian Reksa Dana Syariah, Karakteristik dan Manfaat dan Risiko Reksa Dana Syariah.

Pengertian Reksa Dana Syariah, Reksa dana di Inggris dikenal dengan nama sebutan unit trust yang berarti unit (saham) kepercayaan dan di Amerika dikenal dengan sebutan mutual fund yang berarti dana bersama dan di Jepang dikenal dengan nama investment fund yang berarti pengelolaan dana untuk investasi berdasarkan kepercayaan. Secara bahasa reksa dana tersusun dari dua konsep, yaitu Reksa yang berarti jaga atau pelihara dan konsep dana yang berarti himpunan uang. Dengan demikian Reksa Dana berarti kumpulan uang yang dipelihara.

Reksa Dana merupakan dana bersama yang dioperasikan oleh suatu perusahaan investasi yang mengumpulkan uang dari pemegang saham dan menginvestasikannya ke dalam saham, obligasi, opsi, komoditas, atau sekuritas pasar uang. Reksa dana seperti ini menawarkan keunggulan diversifikasi dan manajemen profesional kepada investor. Untuk jasa ini mereka biasanya membebankan suatu biaya manajemen biasanya 1% atau kurang dari aktiva pertahun.

Secara istilah, menurut Undang-Undang No.8 tahun 1995 tentang Pasar modal, reksa dana merupakan suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Dari definisi yang telah disebutkan di atas dapat dipahami bahwa reksadana suatu dana dimana masyarakat dapat menginvestasikan dananya oleh pengurusnya. Dalam reksadana terdapat 3 unsur penting yaitu : (1) adanya kumpulan dana masyarakat atau pool of funds (2) Investasi dalam bentuk portofolio efek (3)Manajer investasi sebagai pengelola dana. Reksadana syariah hadir sebagai salah satu model dalam rangka mengantisipasi pertumbuhan pasar modal Indonesia, reksadana syariah merupakan cara mudah bagi investor untuk berinvestasi karena dikelola manajemen profesional, diversifikasi investasi, transparansi informasi, dan likuid.

Reksa dana syariah merupakan reksa dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip syariah Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta dengan manajer investasi sebagai wakil, maupun antara manajer investasi sebagai wakil dengan pengguna investasi. Dengan demikian reksa dana syariah adalah reksadana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu kepada syariah Islam, reksadana syariah tidak akan menginvestasikan dananya pada obligasi dari perusahaan yang pengelolaannya atau produknya bertentangan dengan syariat Islam. Beberapa istilah yang sering muncul dalam Reksa dana syariah, antara lain:

1. Portofolio efek adalah kumpulan efek yang dimiliki secara bersma (kolektif) oleh para pemodal dalam Reksa dana.
2. Manajer Investasi yaitu pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.
3. Efek yaitu surat berharga, surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek.
4. Mudharabah/qiradh yaitu suatu akad atau sistem di mana seorang memberikan hartanya kepada orang lain untuk dikelola dengan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh (dari hasil pengelola tersebut) dibagi antara kedua pihak, sesuai dengan syarat-syarat yang disepakati oleh kedua belah pihak sedangkan kerugian ditanggung oleh shahib al-mal sepanjang tidak ada kelalaian mudharib.
5. Prospektus, setiap informasi tertulis sehubungan dengan penawaran umum dengan tujuan agar pihak lain membeli efek.
6. Emiten adalah perusahaan yang menerbitkan efek untuk ditawarkan kepada publik.
7. Bank kustodian yaitu pihak yang kegiatan usahanya adalah memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain termasuk menerima deviden, dan hak-hak lain, menyelesaikan transksi efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Di indonesia, Reksa Dana syariah pertama kali dibentuk dengan nama Danareksa Syariah yang disahkan keberadaannya oleh Bapepam pada tanggal 12 Juni 1997. Reksa dana syariah yang didirikan itu berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK) berdasarkan Udang-undang No.8 tahun 1995 tentang pasar Modal, yang dituangkan dalam akta Nomor 24 tanggal 12 Juni 1997 yang dibuat dihadapan Notaris Djedjem Wiajaya S.H. ji Jakarta antara PT Danareksa Fund Management sebagai manajer investasi dengan Citibank N.A. sebagai bank kustodian.

Karakteristik Reksa Dana Syariah
1. Prinsip dasar reksa dana syariah, jenis kegiata usaha yang bertentangan dengan syariah Islam antara lain;
a. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
b. Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi), termasuk perbankan dan asuransi konvensional.
c. Usaha yang memperoduksi, mendistribusi, dan/ atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.

Adapun jenis transaksi yang dilarang, antara lain;
a. Najasy, melakukan penawaran palsu.
b. Bai’ al ma’dum melakukan penjualan atas barang yang belum dimiliki.
c. Insider Trading, menyebarluaskan informasi yang menyesatkan atau memakai informasi orang dalam memperoleh keuntungan transaksi yang dilarang.
d. Melakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi tingkat utangnya lebih dominan dari modalnya.

Pada prinsipnya, pokok-pokok aturan investasi reksa dana syariah mencakup;
a. Investasi hanya pada efek-efek dari perusahaan yang kegiatan usaha utamanya dan hasil usaha utamanya sesuai dengan pedoman syariah Islam.
b. Perusahaan yang kegiatan dan hasil usaha utamanya sesuai syariah Islam, namun memiliki anak perusahaan yang kegiatan dan hasil usaha utamanya tidak sesuai dengan syariah Islam dikategorikan sebagai tidak sesuai dengan syariah Islam.
c. Perusahaan yang kegiatan dan hasil usaha utamanya sesuai dengan syariah Islam, namun mayoritas sahamnya dimiliki oleh suatu perusahaan yang kegiatan dan hasil usaha utamanya tidak sesuai dengan syariah Islam dikategorikan sebagai sesuai syariah Islam.
d. Penempatan jangka pendek pada giro konvensional yang tidak dapat dihindarkan akan dibersihkan akan melalui proses cleansing. Penggunaan dana cleansing antara lain santunan anak yatim dan fakir miskin, pembangunan sarana umum, dan untuk membantu musibah kemanusiaan.
e. Perbedaan yang paling menonjol antara reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional adalam dalam reksa dana syariah terdapat proses “screening” atau filterisasi atas instrumen investasi berdasarkan pedoman syariah dan proses cleansing untuk membersihkan pendapatan yang dianggap diperoleh dari kegiatan yang haram menurut pedoman syariah.

Terdapat pula beberapa pedoman syariah lainnya dalam reksa dana, yaitu :
a. Uang tidak boleh menghasilkan uang.
b. Saham dalam perusahaan, kegiatan mudharabah atau partnership musyawarakah dapat diperjualbelikan dalam rangka kegiatan investasi dan bukan untuk spekulasi dan untuk tujuan perdagangan kertas berharga.
c. Instrumen finansial islami, seperti saham, dalam suatu venture atau perusahaan, dapat diperjualbelikan karena ia mewakili bagian kepemilikan atas aset dari suatu bisnis.
d. beberapa batasan dalam perdagangan sekuritas antara lain:
(1) Nilai per share dalam suatu bisnis harus didasarkan pada hasil appraisal atas bisnis yang bersangkutan.
(2) Transaksi tunai, harus segera diselesaikan sesuai dengan kontrak.
(3) Investasi pada bisnis yang berbasis bunga dilarang.
(4) Membeli saham perusahaan yang masih mencatat utang ribawi dalam neracanya diperbolehkan sepanjang utang tersebut tidak dominan.
(5) Pemilik modal mempunyai hak untuk mengakhiri kepemilikannya bila ia menghendaki kecuali dinyatakan secara tegas didalam kontak.

2. Pola Hubungan Pelaku Reksa Dana Syariah, dalam mekanisme berinvestasi di reksa dana syariah, pola hubungan antara pemilik modal (investor), manajer investasi dan pengguna investasi adalah sebagai berikut:
a. Akad dan hak pemodal (investor)
b. Hak dan kewajiban manajer investasi dan bank kuntodion
c. Tugas dan kewajiban manajer investasi
d. Tugas dan kewajiban bank kustodian

3. Proses pengelolaan reksa dana syariah, oleh karena reksa dana syariah dilandasi oleh prinsip syariah, secara sederhana proses pengelolaan investasi reksa dana syariah dapat digambarkan sebagai berikut:
Dewan pengawas syariah-fatwa ulama, persetujuan atas efek-efek yang sesuai dengan syariah-komite investasi-kebijakan alokasi aset-tim investasi-portofolio.

Manfaat dan Risiko Reksa Dana Syariah
1. Manfaat Reksa Dana, dalam berinvestasi direksa dana tentu saja mengandung aspek risiko dan keuntungan. Risiko naik turunnya harga yang mungkin dihadapi dalam melakukan investasi di pasar modal pada prinsipnya sama dengan risiko yang mungkin dialami dalam melakukan investasi di Reksa dana. Namun Risiko berinvestasi dalam reksadana relatif lebih rendah dibandingkan dengan melakukan investasi dalam saham-saham dibursa efek, investasi direksadana dapat memberikan beberapa keuntungan antara lain dapat melakukan imvestasi dengan modal yang relatif kecil, capital gain yang diperoleh dari penjualan portofolio reksadana, penyebaran risiko melalui diversifikasi portofolio efek, akses investasi lebih banyak walaupun dengan dana yang terbatas, saham reksa dana untuk reksa dana terbuka dapat dijual kembali setiap saat, pembagian uang tunai secara berkala, dan terbebas dari pekerjaan administrasi dan analisis investasi karena reksadana sudah dikelola oleh manajer investasi.

Secara umum keuntungan dalam melakukan investasi pada reksa dana antara lain:
a. Likuiditas, Investor yang membeli reksa dana open-opend end (terbuka) dapat menjual kembali kepada penerbitnya setiap saat dan penerbit secara hukum wajib membelinya sesuai dengan harga pasar yang berlaku saat itu. Dengan demikian reksa dana jauh lebih liquid dibandingkan dengan saham atau obligasi yang diperdagangngkan dibursa efek karena untuk menjual saham harus menemukan pembeli yang berminat sesuai dengan jumlah dan harga yang disepakati lebih dahulu.

b. Diversifikasi, investasi dalam reksa dana di back up dengan sekelompok instrumen dipasar modal atau pasar uang. Kelompok instrumen tersebut selalu berubah setiap saat agar dicapai nilai maksimun dari portofolio yang bersangkutan.

c. Manajemen Profesional, pengelola reksa dana pada umumnya terdiri atas orang-orang yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pasar modal.

d. Biaya yang rendah, reksa dana merupakan kumpulan dana dari pemodal yang dikelola secara profesional, maka dengan besaran kemampuannya untuk melakukan transaksi secara kolektif tersebut akan dihasilkan efisiensi biaya transaksi.

e. Pelayanan bagi pemegang saham, reksa dana biasanya menawarkan daya tarik kepada pemegang sahamnya, misalnya dengan menjanjikan untuk melakukan reinvestasi terhadap deviden dan capital gain secara otomatis yang sebenarnya diterima oleh nasabah.

f. Transparansi informasi, reksa dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolio investasi dan pembiayaannya secara berkesinambungan, sehingga pemegang unit penyertaan dapat memantau perkembangan keuntungan, biaya, dan tingkat risiko investasi setiap saat. Manajer investasi wajib mengumumkan NAB setiap hari atas di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tahunan melalui pembaruan prospektus setiap tahunnya.

2. Risiko Investasi Reksa Dana
a. Risiko berkuranngnya unit penyertaan, yaitu dipengaruhi oleh turunnya harga dari efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portofolio reksa dana tersebut.
b. Risiko Likuiditas, menyangkut kesulitan yang dihadapi manajer investasi jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang dipegangnya.
c. Risiko Politik dan Ekonomi, menyangkut kesulitan yang dihadapi manajer investasi jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali atas unit-unit yang dipegangnya.
d. Risiko Pasar, hal ini terjadi karena nila sekuiritas dipasar efek memang berfluktuasi sesuai dengan kondisi ekonomi secara umum.
e. Risiko Inflasi, yaitu terjadinya inflasi akan menyebabkan menurunnya total real return investasi.
f. Risiko Nilai Tukar, terjadi jika terdapat sekuiritas luar negeri dalam portofolio yang dimiliki.
g. Risiko Spesifik, yaitu resiko dari setiap sekuiritas yang dimiliki.

Sekian tulisan dari informasi ahli mengenai Pengertian Reksa Dana Syariah, Karakteristik dan Manfaat dan Risiko Reksa Dana Syariah, semoga tulisan dari informasi ahli terkait dengan Pengertian Reksa Dana Syariah, Karakteristik dan Manfaat dan Risiko Reksa Dana Syariah dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Pengertian Reksa Dana Syariah, Karakteristik  dan Manfaat dan Risiko Reksa Dana Syariah