Pengertian Pasar Valuta Asing, Fungsi Dan Jenis Transaksi Valas

Loading...

Hai pembaca kali ini informasi ahli, akan memberikan informasi mengenai Pengertian Pasar Valuta Asing, Fungsi Dan Jenis Transaksi Valas.

1. Pengertian Pasar Valuta Asing
a. Pasar Valuta Asing Konvensional, Pasar valuta asing atau sering disebut foreign exchange market merupakan pasar di mana transaksi valuta asing dilakukan baik antara Negara maupun dalam suatu Negara. Pasar valas adalah suatu mekanisme di mana orang dapat mentransfer daya beli antar negara, memperoleh atau menyediakan kredit untuk transaksi perdagangan internasional, dan meminimalkan kemungkinan risiko keugian akibat terjadinya fluktuasi kurs suatu mata uang.

Transaksi valas dapat dilakukan oleh suatu badan/perusahaan atau secara perorangan dengan berbagai tujuan. Dalam setiap kali melakukan tranaksi valas, maka digunakan kurs (nilai tukar), nilai tukar ini dapat berubah sesuai kondisi dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh bebagai faktor. Terjadinya fluktuasi pada nilai tukar pada dasarnya tergantung pada kekuatan pasar yang memengaruhi sisi permintaan dan penawaran suatu valuta atau mata uang asing. Dari berbagai teori disimpulkan bahwa pergerakan nilai tukar dipasar dipengaruhi faktor fundamental dan nonfundamental, adapun faktor fundamental yaitu tercermin dari variabel variabel ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, perkembangan ekspor inpor, dan sebagainya. Sedangkan faktor nonfundamental dapat berupa sentimen pasar terhadap perkembangan sosial politik, faktor psikologi para pelaku pasar dalam membaca informasi dan rumor-rumor yang berkembang.

b. Jual Beli valas menurut syariah (al-sharf), pada prinsip syariahnya, perdagangan valuta asing dapat dianalogikan dan dikategorikan dengan pertukaran antara emas dan perak atau dikenal dalam terminologi fikih dalam istilah (sharf) yang disepakati para ulama tentang keabsahannya. Emas dan perak sebagai mata uang tidak boleh ditukarkan dengan sejenisnya misalnya rupiah kepada rupiah (IDR) atau US Dollar (USD) kepada dollar kecuali sama jumlahnya. Dalam konteks indonesia ketentuan syariah mengenai jual beli valas ini tertuang fatwa DSN-MUI No. 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (al sharf). Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya adalah boleh dengan ketentuan:
a. Tidak spekulasi (untung menguntung)
b. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
c. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis, maka nilainya harus sama dengan secara tunai.
d. Apabila brlainan jenis, maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

2. Fungsi Pasar Valuta Asing, pasar valas dapat menjalankan fungsi sebagai:
a. Transfer daya beli, yaitu biasanya terjadi dalam perdagangan internasional dan transaksi modal yang melibatkan mata uang yang berbeda. Bursa valas menyediakan mekanisme untuk melaksanakan transfer daya beli tersebut.

b. Penyediaan/pembiayaan kredit, yaitu berhubungan dengan pengiriman barang antar negara dalam perdagangan internasional yang membutuhkan waktu. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya pembiayaan barang-barang dalam perjalanan pengiriman, termasuk setelah barang sampai ke tempat tujuan yang biasanya memerlukan beberapa waktu untuk kemudian dijual kepada pembeli instrumen khusus sperti L/C dapat digunakan.

c. Mengurangi risiko valas, yaitu melindungi dari kemungkinan perubahan kurs secara tiba-tiba yang dapat memengaruhi besarnya keuntungan yang telah dipengaruhi.

3. Jenis Transaksi Valas, dalam jual beli antara bank dengan nasabah seperti bank notes, traveller cheque, rekening giro valas atau deposito valas yang penyerahannya dapat dilakukan pada saat transaksi, namun untuk transaksi valas yang dilakukan dalam perdagangan internasional tidak selamanya penyerahan dapat dilakukan pada saat transaksi yang besar walaupun pada akhirnya semua transaksi di tutup secara tunai (spot).

Oleh karena itu ada 3 jenis transaksi yang dapat dilakukan di valas, yaitu :
a. Transaksi tunai (spot transaction), dalam transaksi tunai biasax penyerahan valas ditetapkan 2 hari kerja berikutnya.

b. Transaksi Berjangka pendek/tunggak (forward transaction), dalam transaksi berjangka penyerahan dilakukan beberapa hari mendatang baik secara mingguan atau bulanan. Kurs ditetapkan pada waktu kontrak dilakukan, akan tetapi pembayaran dilakukan beberapa waktu yang akan datang sesuai dengan jangka waktunya. Akibatnya Rate yang digunakan dalam transaksi berjangka lebih tinggi dibandingkan transaksi tunai. Transaksi semacam ini disebut premenium dan bila sebaliknya disebut discount. Transaksi berjangka ini sering dilakukan untuk pemagaran risiko terhadap fluktuasi tingkat pertukaran dan menjamin nilai tagihan di masa yang akan datang dan juga untuk tujuan spekulasi.

c. Transaksi barter (swap transaction), yaitu transaksi dalam pasar antar bank yang merupakan pembelian dan penjualan secara bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan 2 tanggal valuta (penyerahan) yang berbeda. Dengan demikian transaksi bartaer merupakan kombinasi antara penjual dan pembeli untuk dua mata uang secara tunai yang diikuti menjual dan membeli mata uang yang sama secara tunai dan berjangka secara simultan dalam batas waktu yang berbeda.

Transaksi barter sering kali disebut transaksi tukar pakai suatu mata uang untuk jangka waktu tertentu dan transaksi barter jumlah pembelian suatu mata uang selama sama dengan jumlah penjualannya, oleh karenanya tidak mengubah posisi pertukaran keuntungan. Tujuan dari transaksi barter yaitu untuk menjaga kemungkinan dari kerugian yang disebabkan oleh perubahan kurs, transaksi barter dapat dilakukan oleh BI dengan bank atau antara bank dengan nasabahnya, dengan kata lain bahwa barter merupakan transaksi tunai atau kebalikannya.

Jenis-jenis transaksi valuta asing di atas, dapat ditinjau hukumnya menurut syariah sebagai berikut:
1. Transaski spot, transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu atau penyelesaiannya sangat lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

2. Transaksi forward, transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2X24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (mu-wa’adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

3. Transaksi swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinakan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

4. Transaksi option, kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maysir (spekulasi).

Dengan demikian, dalam praktinya kegiatan transaksi dan perdagangan valuta asing (valas) harus terbebas dari unsur riba, maysir (spekulasi gambling) dan gharar (ketidakjelasan, manipulasi dan penipuan). Oleh karena itu, jual beli maupun bisnis valas harud dilakukan secara kontan (spot) atau kategori kontan. Motif pertukaran itu pun tidak boleh untuk spekulasi yang dapat menjurus kepada judi/gambling melainkan untuk membiayai transaksi-transaksi yang dilakukan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah guna memenuhi kebutuhan komsumsi, investasi, ekspor-impor atau komersial baik barang maupun jasa.

Sekian dari informasi ahli mengenai Pengertian Pasar Valuta Asing, Fungsi Dan Jenis Transaksi Valas, semoga tulisan dari informasi ahli terkait dengan Pengertian Pasar Valuta Asing, Fungsi Dan Jenis Transaksi Valas semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

Sumber Buku : Bank dan Lembaga Keuangan Syariah
– Soemitra Andri, 2014. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Kencana Prenadamedia Group : Jakarta.

Pengertian Pasar Valuta Asing, Fungsi Dan Jenis Transaksi Valas